Headlines News :
Home » » Presiden Jokowi setujui Usulan Pembangunan di Pulau Nias

Presiden Jokowi setujui Usulan Pembangunan di Pulau Nias

Written By Harian Berantas on Friday, August 19, 2016 | 11:21:00 PM

HARIANBERANTAS, GUNUNGSITOLI- Kehadiran Presiden Republik Indonesia, Ir. H Joko Widodo di Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara, disambut suka cita oleh masyarakat. Bupati Nias Sokhiatuto Laoly menyebutkan kunjungan presiden memang sudah ditunggu lama masyarakat Nias.


Kehadiran Jokowi di Kota Gunungsitoli secara resmi digelar dalam upacara penyambutan oleh tokoh adat masyarakat Nias di pendopo wali kota Gunungsitoli, Sumut, Jumat (19/8/2016).

Presiden Jokowi yang didampingi ibu negara Iriana Jokowi duduk khidmat mengikuti upacara yang diakhiri dengan penyerahan daun sirih, lalu mengenakan baju adat Nias kepada Jokowi dan Iriana.

Hadir bersama Presiden, Menkum HAM Yasonna Laoly yang kebetulan berasal dari Nias, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Mensesneg Pratikno, Gubernur Sumut T Erry Nuradi, Dirut PLN Sofyan Basir dan lainnya.

Ratusan masyarakat yang tak bisa masuk ke area pendopo, berdiri di balik pagar menyaksikan upacara penyambutan yang disusul dengan sambutan dari Bupati Nias Sokhiatuto Laoly mewakili forum komunikasi pimpinan daerah se-Nias.

"Presiden pertama yang datang ke sini adalah Soekarno. Wapres sudah, di lapangan. Dan ada Pak SBY tapi di lapangan pelita. Jadi hanya dua Presiden RI di tanah air ini yang hadir di pendopo yang kita cintai. Hari ini Ir H Joko Widodo dan isteri," sambut Sokhiatuto.

Dia berbicara mewakili 5 kepala daerah di Kepulauan Nias yang seluruh hadir, yaitu Wali Kota Gunungsitoli Lakhomi Zaro Zebua, Bupati Nias Utara M Ingati Nazara, Bupati Nias Barat Faduhusi Daili, dan Bupati Nias Selatan Hilarius Duha.

Menurut Sokhiatuto, Kepulauan Nias awalnya hanya satu kabupaten, namun dimekarkan jadi dua pada 2003, dan menjadi 3 pada 2008. Saat ini sudah menjadi 4 kabupaten dan satu kota dengan total penduduk sekitar 800 ribu jiwa.

"Kebijakan Bapak Presiden dengan agenda nawa cita yang membangun dari pinggiran dengan memperkuat desa, itu agenda yang patut kita banggakan, dan membawa harapan baru bagi masyarakat Nias agar keluar dari ketertinggalan," ujarnya disambut tepuk tangan warga.

Sokhiatuto memaparkan permasalahan di kepulauan Nias yang secara umum adalah kebutuhan pada infrastruktur, perhubungan dan ketersediaan energi listrik. Di samping itu juga kualitas SDM yang rendah karena tak ada universitas di Nias.

"Pemda dan masyarakat menyampaikan permohonan kebutuhan prioritas kepada Bapak Presiden," ucapnya.

Pertama, perpanjangan landasan Bandar Udara Binaka. Kedua, penambahan kapasitas energi listrik. Ketiga, pembangunan jalan lingkar kepulauan Nias Barat-Utara yang masih tersisa 45 kilometer.

"Keempat pembangunan Universitas Negeri Nias yang kami anggap hal yang penting di kepulauan ini karena rata-rata orang di sini tidak bisa sekolah di luar karena mahal biaya dan akomodasi," terang Sokhiatuto.

Menurutnya, Pemda sudah menyiapkan lahan seluas 35 hektare untuk membangun universitas di Nias, namun sejak 4 tahun lalu sudah disampaikan ke Menristek Dikti belum ada perkembangan.

Permintaan kelima, penataan kawasan Nias jadi kawasan strategis ekonomi nasional dan kawasan ekonomi khusus untuk mendorong perkembangan pariwisata yang sangat prospektif.

"Keenam pembentukan Provinsi Kepulauan Nias. Kami paham ini sedang moratorium, tapi melalui dewan otonomi daerah, kami sudah sampaikan supaya dibuka sedikit keran moratorium," pungkasnya disambut tepuk tangan warga.

Upaya Jokowi

"Ya'ahowu…,"sapa Jokowi yang berarti 'salam' saat mengawali sambutan di pendopo Bupati Nias.
"Ya'ahowu….!!!" jawab pejabat dan ratusan warga Nias yang hadir.

"Tadi siang begitu menginjakkan kaki saya di Pulau Nias ini, yang saya dengar masalah-masalah. Langsung dari Bupati, Walikota, satu Wali kota dan empat Bupati (se-Nias)," ucap Jokowi.

"Kalau saya langsung to the point, masalahnya apa? Masalah listrik, saya tanya Dirut PLN, Menteri BUMN. 'Pak, kebutuhan sekarang ini adalah 50 ribu megawatt, yang ada baru 27 ribu megawatt. Saya jawab langsung tadi, saya tambah 25 megawatt," lanjut Jokowi disusul tepuk tangan hadirin.

Jokowi mengatakan, proyek penambahan listrik sebesar 25 megawatt akan selesai pada bulan Oktober tahun ini. Tapi tak sampai situ, kepala daerah minta ditambah lagi 25 megawatt yang dijawab Jokowi akan selesai akhir tahun 2017.

Soal bandara saya sanggupi, ditambah jadi 2.200 meter tahap pertama. Itu yang bomber sudah bisa masuk. Tahun depannya saya tambah 2.800 meter berarti semua pesawat sudah bisa turun," terang Jokowi disambut tepuk tangan lagi.

Tak hanya itu, para kepala daerah juga meminta agar Jokowi menyelesaikan pembangunan jalan lingkar Nias yang sudah lama terbengkalai kurang 45 Km lagi. Namun untuk permintaan ini Jokowi belum bisa sanggupi.

"Belum saya sanggupi, karena saya harus bicara dulu dengan menterinya. Saya telepon belum sambung-sambung," cerita Jokowi.

Dalam banyak kesempatan Jokowi memang langsung menghubungi pejabat setempat begitu didapati masalah di lapangan. Bisa telepon menteri atau kepala daerah terkait.

Meski belum menghubungi Menteri PU, namun Jokowi menjanjikan pembangunan jalan lingkar Nias akan diselesaikan mulai tahun depan. "Kalau tadi bisa telepon menterinya, langsung tahun ini. Tapi tahun depan saja," kata Jokowi disambut sekali lagi tepuk tangan.

LETAKKAN BATU PERTAMA

Dalam peningkatan infrastruktur kelistrikan di Pulau Nias, Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama untuk Saluran Udara Tegangan Tinggi 70 KV untuk Nias,Teluk Dalam di Desa Humene Kecamatan Idanoi Kota Gunungsitoli Sumatera Utara.

Pembangunan SUTT 70 KV sepanjang 110 Km sangat penting bagi sistem kelistrikan di Nias  guna meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi warga kepulauan Nias.

Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya seluruh pengerjaan pembangunan SUTT 70 KV yang rencananya akan diselesaikan pada April 2017 dan saluran tegangan tinggi ini akan terdiri dari 393 tower, dan saat ini tanah yang telah dibebaskan untuk 172 tower.

Dengan dibangunnya SUTT ini diharapkan bisa meningkatkan keandalan pasokan ,peningkatan efesiensi penghantaran daya listrik serta meningkatkan ratio elektrifikasi di Pulau Nias.

"Hadirnya SUTT 70KV sangat penting bagi pelayanan listrik warga Nias,karena transmisi ini lebih handal jika dibandingkan dengan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 KV. 

Artinya listrik yang diterima warga akan lebih baik,serta bisa membuka peluang untuk pelanggan baru,sehingga diharapkan bisa meningkatkan ratio elektrifikasi di Pulau Nias", ujar Direktur Utama PLN Sofyan Basir.

SUTT juga bermanfaat dalam meningkatkan penyaluran daya listrik, sehingga listrik yang dihasilkan dari MPP di Idanoi dapat disalurkan hingga ke wilayah Teluk Dalam,di mana sebelumnya penyaluran hanya untuk area  Gunungsitoli  karena keterbatasan kemampuan jaringan.

Selain melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan SUTT 70KV ,Presiden Joko Widodo beserta rombongan, juga melakukan kunjungan ke Mobile Power Plan (MPP) Nias 1X25 MW. Kunjungan ini bermaksud untuk melihat progress pembangunan MPP yang sebelumnya telah di Ground Breaking oleh Presiden pada 1 Juni lalu.

Dikembangkan

"Saya hanya titip di sini, saya lihat dari atas (pesawat) pas turun, potensi terbesar ada dua menurut saya. Pertama pariwisata, kedua perikanan. Dua ini kita harus fokus," kata Jokowi.

Terkait sektor perikanan, Jokowi mencontohkan perlunya pembangunan industri pendinginan ikan (cooled storage) sehingga ikan-ikan hasil tangkapan nelayan di Nias bisa diekspor ke luar negeri.

"Dua hal itu saja kalau bisa fokus saya yakini pertumbuhan ekonomi di Nias akan bisa meningkat dengan tajam," kata Jokowi.

Untuk mengembangkan pariwisata dan perikanan, Jokowi meminta agar kepala daerah mengundang investor ke Nias, sambil memperhatikan faktor keamanan."Datangkan investor yang berkaitan pariwisata, hotel-hotel harus segera masuk (investor)," ucap Jokowi.

Moratorium

Selain permintaan pembangunan jalan, universitas, hingga penambahan runway bandara di Nias, Bupati Nias Sokhiatuto Laoly juga berharap agar Kepulauan Nias menjadi provinsi baru, terpisah dari Sumatera Utara.

Menyangkut permintaan Provinsi Nias, apa respons Jokowi?

"Saya sampaikan pembentukan provinsi, hampir semua daerah tiap saya ke daerah yang diminta seperti itu. Masyarakat harus tahu sekarang masih moratorium, belum dibuka,"ucap Presiden Jokowi .

Jokowi menuturkan, pemerintah akan membuka moratorium itu namun dengan seleksi yang sangat ketat. Artinya tidak hanya terpenuhinya persyaratan sebagai daerah otonom baru, tapi juga ada kepastian pembangunan di daerah itu.

"Saya akan berusaha untuk membuat seleksi ketat, akan kita hitung benar akan kita kalkuasi betul bahwa setiap rencana untuk otonomi baru baik kabupaten, kota, provinsi, harus kalkukasinya matang. Hitungannya juga hitungan yang detail dan matang," papar Jokowi.

Menurut Jokowi, jangan sampai penambahan provinsi baru malah memberikan beban bagi pemerintah, tapi harus mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau saya pasti konkret-konkret. Kalau hanya desakan politik maaf, saya tidak bisa didesak-desak. Tapi kalau hitungannya matang, ekonomi positif untuk kesejahteraan masyarakat, kenapa tidak. Semua harus dihitung," tegas Jokowi. (Bowo)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas