Headlines News :
Home » , , » Polri Didesak Tuntaskan Pemalsuan Tandatangan Dan Korupsi Proyek Jembatan Sei Kelakap Siak

Polri Didesak Tuntaskan Pemalsuan Tandatangan Dan Korupsi Proyek Jembatan Sei Kelakap Siak

Written By Harian Berantas on Monday, August 15, 2016 | 4:27:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Koordinator Forum Peduli Berantas Korupsi (FPBK), Afrizal SH, mendesak pihak Polda Riau dan Mabes Polri, mempercepat proses hukum laporan dugaan pemalsuan tanda tangan Dirut PT. Surya Citra Karya Gemilang dalam dokumen dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan sungai kelakap (tahap I) di Kabupaten Siak tahun 2014 senilai Rp9.058.173.000 atau Rp9 miliar lebih yang dilaporkan korban dan LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK).


Menurut Afrizal, sudah setahun perkara dugaan pemalsuan tanda tangan dan korupsi jembatan sungai kelakap di Kabupaten Siak itu yang diduga dilakukan oknum rekanan kontraktor, Khairul Istiqmal dan oknum-oknum pejabat penting di Pemdakab Siak.

Pemalsuan tanda tangan Ir. Sulijar Situmeang selaku Direktur PT. SCKG dalam dokumen proyek maupun dalam pembuatan penerbitan rekening perusahaan PT. SCKG pada Bank Mandiri Sudirman Atas Pekanbaru, dilakukan untuk memuluskan administrasi proyek pembangunan jembatan sungai kelakap (tahap I) di Kecamatan Mempura Kabupaten Siak senilai Rp9.058.173.000 atau Rp9 miliar.

Karena untuk menggorgoti uang Negara bersumber biaya APBD Kabupaten Siak tahun 2014 yang silam, legalitas perusahaan dan identitas pribadi Direktur PT. SCKG, Ir. Sulijar Situmeang, dipalsukan tanpa sedikit pun ada rasa takut bakal dijerat masuk dalam hotel prodeo.


Diduga melibatkan beberapa oknum pejabat di PU Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Siak. Karena dalam surat pertanggujawaban mutlak pencairan anggaran dan pelaksanaan proyek pembangunannya dilapangan diketahui dan ditanda tangani oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau KPA, Ardi Irfandi ST.,MT serta PPTK dan pejabat lainnya yang dianggap bertanggungjawab dalam dokumen.

Pemalsuan tanda tangan dan korupsi ini kemudian dilaporkan korban dan LSM KPK ke Kejati Riau, Polda Riau, Mabes Polri, Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahkan Presiden RI.

Namun setelah berlalu setahun, tak ada perkembangan penanganan yang serius dari pihak Polda Riau ataupun dari lembaga hukum lainnya. Ditunggu ya pak?

Diberitakan pekan lalu, dugaan korupsi dan pemalsuan tanda tangan dalam dokumen proyek pembangunan jembatan Sungai Kelakap Kabupaten Siak Provinsi Riau (tahap I) tahun 2014 silam itu, telah ditingkatkan pelaporannya oleh LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) ke Mabes Polri, Kamis 11 Agustus 2016.

Langkah tersebut dilakukan oleh aktivis LSM KPK, karena kasus dugaan pemalsuan dan korupsi tersebut diyakini murni terjadi dan melibatkan berbagai pihak dikalangan pejabat PU Dinas Bina Marga dan Pengairan Siak termasuk oknum kontraktor bernisial KI (Khairul Istiqmal). Dan diperkuat lagi dengan bukti hasil konfortir korban pemalsuan tanda tangan, Ir Sulijar Situmeang ke pihak Kepolisian Polda Riau pada tanggal 27 Juli 2016 lalu.

Dimana penyidik Polda Riau pada tanggal 01 Juli 2016, pernah mengeluarkan surat keterangan dengan nomor S.Tap/30/2016/Reskrimum tentang “Penghentian Penyidikan” dalam perkara tindak pidana “Pemalsuan Tanda Tangan” yang diduga dilakukan oleh oknum kontraktor bernisial KI (Khairul Istiqmal) bekerjasama dengan oknum-oknum pebajab dinas PU Siak.

Lalu kemudian,  Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Pol Drs Supriyanto melalui Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Surawan Sik, NRP 74050393, meminta korban kembali membuat laporan ulang atas perkara tindak pidana pemalsuan tanda tangan sebagaimana rumusan hokum Pasal 263 KUH Pidana.

"Itu sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: STPL/408/VII/2015/SPKT/RIAU tangga 27 Juli 2016 lalu," Afrizal, SH, Minggu sore (14/08/2016 di Pekanbaru.

Menurut Afrizal, dalam perkara ini sebelumnya, rekan korban, Ir. Sulijar Situmeang dari PT. SCKG yakni, Salim SH, telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Riau dengan bukti tanda terima laporan Nomor: STPL/404/IX/2015/SPKT/RIAU Tanggal 09 September 2015 lalu. Sementara kasus dugaan korupsi yang terjadi, dilaporkan ke Mabes Polri, Kejaksaan Agung dan KPK RI oleh LSM KPK.

"Kami berharap, penyidikan kasus ini perlu dikembangkan, dan siapa saja yang terlibat, harus diusut untuk di pertanggungjawabkan secara hukum," tegasnya. (Meri)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas