Headlines News :
Home » , » Polda Riau Dinilai Tak Serius Usut Dugaan Korupsi Ketua DPRD Bengkalis

Polda Riau Dinilai Tak Serius Usut Dugaan Korupsi Ketua DPRD Bengkalis

Written By Harian Berantas on Sunday, August 28, 2016 | 2:28:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Kepolisian Daerah (Polda) Riau dinilai plin plan dan tidak tegas dalam  melaksanakan tindakan hukum terhadap Ketua DPRD Bengkalis, H. Heru Wahyudi, tersangka korupsi dana hibah dan bansos tahun 2012 Rp272.277.491.850 atau Rp272 miliar lebih.

H. Heru Wahyudi
Sebab, sampai kini penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  Reskrimsus Polda Riau belum juga menahan tersangka, H. Heru Wahyudi. Sebelumnya, Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo mengaku kalau penyidik telah mengantongi alat bukti yang cukup untuk menjerat politisi Partai Amanat Nasional itu sebagai pesakitan.

Disebutkannya, "Sudah terpenuhi dua alat bukti, baik dari keterangan saksi-saksi, keterangan ahli dari Kementerian Dalam Negeri, dan BPKP Riau. Juga surat-surat seperti dokumen permohonan dana hibah, pencairan, SPM (Surat Perintah Membayar-red), hasil audit Perhitungan Kerugian Negara oleh BPKP Riau, dan lain sebagainya," tandas Guntur pada tanggal o2 Mei 2016 yang lalu.

Tetapi kenyataannya, sampai bulan Agustus tahun 2016 ini pun berakhir, tersangka korupsi yang luar biasa itu di Kabupaten Bengkalis, belum ditahan.

Intelligent LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK), Rahmat Muliadi kepada media ini di Pekanbaru, Minggu (28/08)/2016) mengatakan, mencium adanya  skenario penyidik untuk tidak menahan tersangka.

“Saya mencium adanya  skenario agar tersangka tidak ditahan. Seharusnya jika sudah cukup bukti  tersangka wajib ditahan. Kalau tidak, berarti Polda Riau tidak tegas. Kita khawatirkan tersangka menghilangkan barang bukti,” katanya.

Menurut dia, tidak ditahannya Heru Wahyudi, akan membuka peluang tersangka  menghilangkan barang bukti sehingga bisa terlepas dari jeratan hukum. “Itu  sama juga dengan diskriminasi, kenapa ketua DPRD Bengkalis tidak ditahan,  sedangkan tersangka lain dalam kasus yang sama ditangkap dan ditahan,” sebut Jhon Winstar.

Dalam kasus dugaan korupsi tersebut, Polda  Riau sebelumnya telah menahan beberapa tersangka lain dan melimpahkan perkaranya ke Kejati Riau untuk dituntut di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru. Mereka, mantan Bupati Bengkalis, Ir. H. Herliyan Saleh, mantan Kabag Keuangan Setda, Azrafiani Aziz Rauf, mantan Ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah, Hidayat Tagor (mantan Wakil Ketua DPRD Bengkalis), Purboyo, Rismayeni dan Muhammad Tarmizi.

Sementara dalam kasus korupsi tersebut, masih banyak otak intelektualnya yang belum disentuh akibat kinerja penyidik Tipikor Polda Riau yang masih plin plan, kesal Rahmat Muliadi yang juga Mahasiswa perguruan fakultas hukum disalah satu universitas di Pekanbaru, Riau ini. 

Seperti diberitakan harianberantas.co.id ini sebelumnya, Bareskrim Polri dan Kepolisian Daerah (Polda) Riau bersama lembaga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau belum menuntaskan dugaan keterlibatan pihak-pihak pejabat tinggi tertentu dalam lingkaran dugaan korupsi dana hibah dan bansos di Kabupaten Bengkalis tahun 2012 dengan potesnsi kerugian sebesar Rp272 miliar tersebut.

Pasalnya, dari fakta dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) maupun fakta persidangan, sejumlah tersangka dan saksi, memang menyebutkan peran sejumlah nama lain. Kasus ini merupakan persekongkolan antara ketua/anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014, pejabat eksekutif dan para oknum calo porposal (diduga fiktif). (Eta)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas