Headlines News :
Home » , » Pelaku Lebih dari 20 Orang, Bowo Minta Polisi Usut Kasus Pengeroyokan dan Pengrusakan di PT. MMJ Rupat

Pelaku Lebih dari 20 Orang, Bowo Minta Polisi Usut Kasus Pengeroyokan dan Pengrusakan di PT. MMJ Rupat

Written By Harian Berantas on Thursday, August 18, 2016 | 11:15:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Sekum LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) minta pihak Polsek Rupat, Bengkalis, segera menangkap pelaku pengeroyokan terhadap O’oziduhu Zebua (49) dan pengrusakan di devisi VII PT. MMJ Kabupaten Bengkalis, Riau.




Kejadian pengeroyokan dan pengrusakan tersebut dialami oleh O’oziduhu Zebua  dan keluarga Sabtu (30/08/2016) sekira pukul 00.30 Wib dini hari di rumah korban sendiri.

Kasus ini sudah dilaporkan korban kepada Polsek Rupat, Sabtu (30/08/2016), dengan laporan polisi, Nomor. Pol. : STPL/22/VII/2016/SPKT, tanggal 30 Juli 2016. Namun sampai berita ini naik, pelaku belum tersentuh hukum yang terkesan perkaranya dipelintir dan dibekingi oknum-oknum tertentu di perusahaan PT. MMJ.

Karena merasa lamban proses penegakan hukum ini,  akhirnya sekeluarga korban melaporkan kasus ini kepada Dewan Pimpinan Pusat LSM KPK dan Perwakilan Wartawan Media Berantas di Pekanbaru, Riau.

Bowo N merupakan fakultas hukum di salah satu universitas Pekanbaru tersebut menegaskan, "Pihak kepolisian harus sesegera mungkin menindak pelaku pengeroyokan ini, karna jika tidak segera di sikapi, maka kepercayaan terhadap Polisi dibawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sekarang ini, dinilai sudah tidak smaksimal lagi dalam penanganan berbagai kasus kriminal, tegas Bowo N lewat via seluler pribadinya, Kamis (18/08/2016).

Kita khawatir karna korbannya satu keluarga merupakan karyawan perusahaan perkebunan sawit (PT. MMJ) itu, sudah mulai habis kesabaran mereka. Soalnya lagi, kasus yang menimpa mereka sekeluarga itu, terkesan dipelintir oleh oknum-oknum tertentu, sehingga para pelaku yang diperkirakan 20 orang itu tak disentuh oleh Polisi,," ujarnya.

"Kalau mereka (pelaku,red) tidak ditangkap dan kasusnya sengaja dipelintir, dikhawatirkan akan ada aksi balas dendam dari pihak korban. Maka dari itu kita harap pihak kepolisian cepat dan tanggap untuk menyelidiki kasus ini, jika memang kasus ini tidak di sikapi dengan serius oleh pihak kepolisian Polsek Rupat dan Polres Bengkalis, tentunya kasus ini kita bawa ke Polda Riau dan Bareskrim Polri," katanya.

Berdasarkan informasi dari beberapa Karyawan PT. MMJ yang tidak ditulis media ini, peristiwa yang sama sudah sering terjadi di perkebunan sawit PT. MMJ. "Pelakunya orang sama. Karena  brutal yang serupa terjadi, merupakan cara para oknum kontraktor/mandor dan pihak perusahaan  perkebunan sawit tersebut untuk mengusir para tenaga kerja atau karyawan-nya untuk tidak dipekerjakan lagi tanpa diberi hak-hak mereka sebagaimana layaknya hak karyawan sebagaimana diatur oleh undang-undang ketenagakerjaan.

Toro ZL merupakan Pemred Media Cetak/Koran Berantas, dengan harapan besar kepada Polsek Rupat, kiranya kasus tersebut segera disikapi. Karena sepak terjang para pelaku termasuk kepala SPK Arisman Ndraha di PT. MMJ itu, dinilai kurang bagus mulai dari halaman kampung-nya di pulau Nias-Sumut hingga orang suku satu kampungnya pun diperlakukan tidak manusiawi diperusahaan milik keturunan Thio Hoang itu.

Demikian oknum Asisten perusahaan PT. MMJ yang mengancam keluarga korban saat kejadian akan dibuang ke dalam laut, agar diberi tindakan hukum yang setimpal. Sebab lontaran perkataan tersebut merupakan perkataan yang hina dan tidak manusiawi, harapnya.

Selain kasus pengeroyokan dan pengrusakan dengan korban O’oziduhu Zebua  tersebut diatas, kepada lembaga hukum KPK, Jaksa Agung dan Mabes Polri diminta agar memanggil Komisaris Utama dan Dirut PT MMJ, Maria, Sidharta Cs terkait kasus dugaan korupsi dan pembabatan kawasan Hutan Lindung (HL) di Desa Titi Akar, Ujung Pasir, Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat/Rupat Utara di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau itu.

Bukan itu saja kasus penggusuran seluruh warga yang sekian tahun berdomisili di daerah hutan itu sebelumnya, agar diusut demi kepentingan hukum dan perhatian Negara selanjutnya.(Eta)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas