Headlines News :
Home » , » Mantap, Tiga Bulan Ditetapkan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis, Heru Wahyudi Bebas Berkeliaran

Mantap, Tiga Bulan Ditetapkan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis, Heru Wahyudi Bebas Berkeliaran

Written By Harian Berantas on Monday, August 15, 2016 | 4:33:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Kendati sudah tiga bulan berlalu sang Ketua DPRD Bengkalis, H. Heru Wahyudi resmi ditetapkaan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana hibah dan bansos Bengkalis tahun 2012 senilai Rp272.277.491.850 atau Rp272 miliar, namun Dit Tipikor Polda Riau tak kunjung melakukan penahanan terhadap mantan anggota DPRD periode 2009-2014 itu. Ada apa?


Padahal, tujuh orang pelaku lainnya yaitu Jamal Abdillah (mantan Ketua DPRD Bengkalis), Hidayat Tagor (mantan Wakil Ketua DPRD Bengkalis) serta tiga orang mantan anggota DPRD Bengkalis periode yang sama, masing-masing Purboyo, Rismayeni, dan Muhammad Tarmizi, termasuk Bupati Bengkalis periode 2010-2015, Herliyan Saleh bersama koleganya Azrafiani Aziz Rauf selaku Kepala Bagian Keuangan yang tersandung dalam kasus yang sama telah disidangkan bahkan diantara mereka telah divonis majelis hakim Tipikor Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Berdasarkan hasil sidang perkara korupsi berjamaah di Kabupaten Bengkalis tahun 2012 silam yang digelar di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru, Kamis (11/8/2016) lalu, juteru kinerja aparat hukum dari Kepolisian, Kejaksaan termasuk BPKP dipertanyakan.

Pasalnya, Hakim yang diketuai M Nainggolan, saat mempertanyakan saksi Dedi Yudistira dari BPKP Perwakilan Riau yang dihadirkan oleh JPU sebagai saksi ahli dalam persidangan, menanyakan apakah kerugian negara sebesar Rp31 miliar tersebut sudah valid sesuai dengan dakwaan JPU korupsi dana bansos Pemkab Bengkalis tahun 2012,?

Dengan lantangnya Dedi Yudistira selaku saksi ahli dari BPKP Perwakilan Riau itu menjawab hakim, itu hanya sebagian saja Yang Mulia. Karena anggaran bansos Pemkab Bengkalis tahun 2012 sebesar Rp200 miliar lebih yang diberikan kepada 4.022 kelompok. Yang saya audit bersama tim, hanya Rp83 miliar saja. Dari jumlah tersebut ditemukan kerugian negara sebesar Rp31 miliar lebih saja, ujar Dedi Yudistira.

Jawaban yang disampaikan saksi ahli itu, hakim ketua secara tegas mengatakan, untuk perkara korupsi tidak bisa setengah-setengah. Jika anggarannya Rp200 miliar lebih, maka yang diaudit mestinya sebesar Rp200 miliar lebih, bukan hanya Rp83 miliar saja.

Kemudian hakim mengatakan, kerugian negara sebesar Rp31 miliar lebih yang dihitung tersebut tidak valid, mestinya lebih besar dari itu jika diaudit seluruhnya.

“Kami bingung dengan perkara ini, dalam dakwaan disebutkan tahun anggaran dana bansos, ternyata tidak seluruh dana bansos tahun anggarannya itu yang diaudit. Ini namanya tebang pilih. Jadi jangan kambing hitamkan majelis hakim jika putusannya lain.

Masyarakat yang ingin tahu kondisi penanganan perkaranya silahkan ikuti persidangan dan jika ingin demo silahkan ke Polda dan Kejaksaan karena mereka yang setengah-setengah menangani perkara,” tegas hakim ketua pada persidangan.

Bukan itu saja, dalam persidangan pun terungkap, jika dalam berita acara pemeriksaan (BAP), nama Bobby Sugara yang santer disebut-sebut sangat berperan penting dalam kasus korupsi dana Bansos Bengkalis yang diduga fiktif itu, hilang. Padahal menurut saksi dari BPKP sebelumnya, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Bobi Sugara tersebut, ada dan diperiksa oleh penyidik Polda bernama Edi.

"Saudara jaksa penuntut, bagaimana dengan saksi Bobby Sugara, kok gak dihadirkan juga kepersidangan, dan kapan bisanya?," tanya ketua majelis hakim, Marsudin Nainggolan dalam sidang yang digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli dari BPKP.

Lalu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budi Fitriadi SH dan Asrijal mengaku tak bisa menghadirkan saksi Bobby Sugara. Karena, sudah dicari dan ditelusuri, tak ada di Pemkab Bengkalis orang yang bernama Bobby Sugara tersebut.

"Kita sudah usahakan semaksimal mungkin mencari Bobby Sugara, Namun nama tersebut tak ada orangnya," jawab JPU Budi.

"Jika tak bisa hadirkan Bobby Sugara, saya minta jaksa untuk dapat hadirkan penyidiknya kesini," tegas Marsudin.

Baik Yang Mulia Hakim, kita akan upayakan menghadirkan penyidiknya pada sidang Selasa depan," janji Budi.

Sementara diluar ruang sidang, JPU mengatakan, untuk sidang Selasa 16 Agustus 2016 minggu pekan depan, JPU akan upayakan menghadirkan penyidik perkara ini yakni, Kompol Edi Munawar dari Ditkrimsus Polda Riau," ujar Budi.

Seperti diketahui, kasus korupsi dana Hibah dan Bansos Bengkalis tahun 2012 silam itu bermula, ketika keputusan Mendagri melalui Gubernur Riau, Nomor: Kpts.133/ II/2012 tanggal 02 Pebruari 2012 tidak dilaksanakan atau dipatuhi oleh Herliyan Saleh selaku Bupati bersama-sama ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah Bin Abu Zakir ketika itu, beserta anggota DPRD dan pejabat tinggi lainnya di Kabupaten Bengkalis.

Namun demikian, Pewarta berita ini mengingatkan kembali jika dalam kasus dugaan korupsi dana hibah dan bansos berjamah di Kabupaten Bengkalis tersebut, diduga masih banyak yang terlibat yakni, H. Firzal Fudhoil, SH.MH sebesar Rp1. 425.000.000, 00 atau R1,4 miliar. Anom Suroto, SE, Rp1,6 miliar. Mesran senilai Rp3. 325.000.000, 00 atau Rp3,3 miliar.  Jamadin Sinaga sebesar Rp1. 625.000, 000,00 atau Rp1,6 miliar lebih.

Amril Mukminin, Bupati merupakan anggota DPRD periode 2009-2014 sebesar Rp1. 475.000.000,00 atau Rp1,4 miliar. H. Revolaysa SH,MH sebesar Rp1,2miliar.

Almi Husni SoS sebesar Rp. 2. 330.000.000,00,- Dani Purba sebesar R1. 075.000,000, 00, Misliadi S.HI Rp2. 165.000.000,00, Iskandar Budiman SE, Rp1 miliar. M Nasir Rp1. 550.00.000,00, H. Thamrin Mali sebesar Rp1.725.000.000,00, Daud Gultom Rp 300.000,000,00, Ali S.AG, Rp1. 638.000.000,00, H. Arwan Mahidin Rani, Rp1. 665. 000,000,00.

Rosmawati Florentina, Rp1. 110.000.000,00, Darmizal S.Ag M.Si sebesar Rp1. 590. 000.000,00, Hj. Mira Roza sebesar Rp1. 225.000,000,00 atau Rp1,2 miliar lebih. H. Yidhi Feryantoro Rp1. 680. 000.000,00, H. Abdul Rahman Jantan, SH, Rp1. 645. 000.000,00. Khuzaini Rp4. 155.000.000,00, Nanang Haryanto sebesar Rp2. 150.000. 000,00, Dr. Fidel Fuadi sebesar Rp1. 125.000,000,00,-

Suhendri Asnan sebesar Rp4. 250.000.000,00,- atau Rp4,2 miliar lebih, Sofyan S.Pada, sebesar Rp1. 610.000.000,00 atau Rp1,6 miliar lebih, Hendri, Sag. MSi sebesar Rp2. 100.00.000,00, Ir. H. Salfian Daliandi sebesar Rp1. 200.000.000,00, Kurniato, S.IP sebesar Rp1,3 miliar. Abdul Halim, HSB, Sos.I sebesar Rp1. 500.000.000,00,- Syafro Maizal, SH.MH sebesar Rp1. 555.000.000,00. (Meri)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas