Headlines News :
Home » » Diduga Sejumlah Usaha Panglong Dapur Arang Dipulau Rupat Illgal

Diduga Sejumlah Usaha Panglong Dapur Arang Dipulau Rupat Illgal

Written By Harian Berantas on Friday, August 12, 2016 | 11:21:00 PM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS— Beberapa tahun belakangan ini, Usaha Panglong atau Dapur arang diwilayah Kecamatan Rupat dan Rupat Utara berjalan lancar tanpa ada hambatan, diduga pihak Polhut dan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bengkalis yang di pimpin HERMAN terkesan tutup mata, sehingga mengakibatkan sejumlah pengusaha panglong/dapur arang beroperasi dengan leluasa. Kayu bakau yang gundul pengusaha tersebut berasala dari hutan lindung.

Kapal Milik Atian Dan Panglong/Dapur Arang Milik Akun Alias Anas Jas
Hal ini diungkapkan Ketua LSM Pemantau Pemberantas Korupsi (PPK) Riau TEHE.Z LAIA kepada wartawan dikantornya di Jln. Yossudarso Pekanbaru mbaru-baru ini, pihaknya mengaku sangat menyesalkan kinerja Dinas Kehutanan dan Polhut kabupaten bengkalis yang terkesan tidak pernah menjalankan tugasnya sesuai tupoksinya terbukti mereka membiarkan para pengusaha dapur arang yang sudah jelas jelas merusak hutan negara secara bebas diwilayah kabupaten Bengkalis.

Menurut Tehe pengusaha/pemilik usaha dapur arang dipulau rupat  dan di Kecamatan Bantan, bukan hanya merusak hutan lindung (hutan bakau) milik negara di pulau rupat Kabpaten Bengkalis, Bahkan Pihak Pengusaha Panglong/Dapur arang tersebut telah merugikan Negara diperkirakan Mencapai Puluhan Miliar setiap Tahunnya, karena hasil olahan/bahan baku arang bakau di Ekspor ke beberapa negara tentangga, di Negara Maleysia dan dibeberapa negara tentangga lainnya.

Berdasarkan laporan dari masyarakat rupat yang tidak disebut namanya, kepada Ketua DPP LSM PPK Riau, beberapa waktu lalu,  mengakui keberadaan Usaha dapur arang (Panglong Arang Bakau) di Wilayah Kecamatan Rupat dan Rupat Utara sangat meresahkan masyarakat, karena bahan baku/kayu bakau di lahan mangrove/ hutan bakau diseluruh rupat habis ditebang oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

Lebih lanjut sumber ini mengatakan, Pemilik/pengusaha Panglong (Dapur arang) di Kecamatan Rupat dan Rupat Utara adalah, ATIAN, AJIS, A’II, HOKOANG, AKUN, AKOP, berdasarkan laporan dari masyarakat, akhirnya tim LSM-PPK Riau langsung turun melakukan pemantauan kelapangan, dari hasil pantauan tim LSM-PPK, ditemukan sejumlah Panglong Arang yang sedang beroperasi mengolah kayu bakau yang di tebang secara illgal dari hutan lindung, dan Hutan MANGGROVE.

Dari hasil penelusuran dilapangan, pihak LSM-PPK menyurati atau meminta klarifikasi tertulis kepada sejumlah Pengusaha/Pemilik Panglong Arang,, namun sangat disayakan surat klarifikasi/konfirmasi resmi yang disampaikan DPP-LSM-PPK tidak ditanggapi.

Selain itu, salah seorang Pengusaha Panglong arang bernama Ajis yang berhasil dikonfimasi melalui sambungan selulernya, Ajis  mengatakan semua dapur arang miliknya sudah dijual kepada bosnya bernama AKUP, jelas Ajis, begitu juga pengusaha panglong arang bernama ATIAN, yang dihubungi Viat selulrnya, ATIAN mengatakan sedang saya urus izin dapur arangnya pak, supaya tidak diganggu- ganggu lagi.

Usaha dapur arang  ini sudah 3 keturunan dari nenek moyang kami, keberadaan dapur arang ini polhut sudah tau bahkan polhut sudah datang kelokasi panglong arang ini jelas ATIAN.


Tehe Menegaskan kasus perambahan hutan bakau secara illegal oleh para pengusahaa panglong arang yang tidak bertangung jawab tersebut, akan kita upayakan menyurati terkait guna pengusutannya lebih lanjut, seperti pihak polhut, dinas kehutanan, kepolisian dan penegak hukum lain dipusat tegas tehe. (Hm) Bersambung…
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas