Headlines News :
Home » , » Tersangka Suap Proyek Jalan di Sumbar, Bungkam Saat Ditanya Wartawan Usai Diperiksa KPK

Tersangka Suap Proyek Jalan di Sumbar, Bungkam Saat Ditanya Wartawan Usai Diperiksa KPK

Written By Harian Berantas on Friday, July 15, 2016 | 10:32:00 PM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Tersangka suap proyek jalan di Sumatera Barat, Putu Sudiartana bungkam usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kuasa hukum Putu, Muhammad Burhanuddin mengatakan, kliennya diperiksa terkait proyek 12 ruas jalan di Sumatera Barat.


Burhanuddin mengatakan, penyidik bertanya kenapa Putu mengurusi proyek jalan. Sebab, Putu berada di Komisi III DPR yang membidangi hukum dan HAM.

"Ya, seputar pertanyaan umum, 24 pertanyaan. Dan penyidik menanyakan kepada klien kami kenapa menangani proyek yang lain, tapi klien kami tidak sama sekali itu bukan kewenangan beliau," kata Burhanuddin usai menemani kliennya diperiksa di Gedung KPK Jakarta Pusat, Jumat (15/7).

Dia juga menepis bahwa kliennya bisa memutuskan upaya penggolan pengajuan anggaran proyek pembangunan 12 ruas jalan di Sumatera Barat dari Kepala Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Permikiman Pemprov Sumbar, Suprapto (SPT) senilai Rp 300 miliar dalam APBN-Perubahan 2016."Dia hanya menjelaskan Kewenangan beliau sebagai Komisi III, bukan Banggar," bebernya.

Putu keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 19.32 WIB sambil menundukkan wajah dan tak menggubris pertanyaan para awak media.

Pemeriksaan yang hampir memakan waktu hampir 9 jam ini merupakan pemeriksaan perdana Putu terkait kasus terkait proyek 12 ruas jalan di Sumatera Barat.

Diketahui sebelumnya, Anggota Komisi III DPR Putu Sudiartana menerima suap terkait proyek 12 ruas jalan di Sumatera Barat senilai Rp 300 miliar. Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), KPK menyita uang senilai 40.000 dolar Singapura.

Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat tersebut disangkakan terjerat pasal 5 ayat 2 UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Saat ini dia masih berada di tahanan KPK.

Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan empat tersangka lainnya. Mereka adalah Kepala Dinas Prasarana Wilayah, Tata Ruang dan Permukiman Sumbar dengan inisial SPT dan seorang dan seorang pengusaha berinisial Y sebagai pemberi suap.

Sedangkan tersangka lainnya adalah NOV yang merupakan sekretaris Putu Sudiartana dan SUH, orang kepercayaan Putu, sebagai tersangka.

Sementara suami NOV yang turut ditangkap, dilepaskan KPK dan sewaktu-waktu akan dipanggil untuk dimintai keterangan."Setelah diperiksa selama 1x24 jam dan dilakukan ekspose ditetapkan para tersangka," kata Basaria.

SPT dan Y sebagai pemberi disangkakan pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 UU Tipikor jo pasal 55 ayat ke 1 KUHP. Sedangkan tiga tersangka lainnya termasuk Putu dikenakan pasal 5 ayat 2 UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Soz)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas