Headlines News :
Home » , » Akhirnya Kejati Riau Menahan Mantan Sekda dan Kepala BPN Kepulauan Meranti

Akhirnya Kejati Riau Menahan Mantan Sekda dan Kepala BPN Kepulauan Meranti

Written By Harian Berantas on Tuesday, July 19, 2016 | 9:26:00 PM

HARIANBERANTAS,PEKANBARU— Sebanya empat orang tersangka, tiga diantaranya resmi ditahan Kejati Riau. Semuanya didugaan korupsi dana pembelian lahan pembangunan Pelabuhan Dorak seluas kurang lebih 4800 Ha di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, diduga merugikan keuangan negara hingga Rp2 miliar lebih.

Dok: Aspidsus Kejati Riau, Sugeng Rianta SH, didampingi Kasi Penkum, Mukhzan SH, Selasa,19/7/2016.
Ketiga tersangka tersebut langsung ditahan setelah diperiksa berjam-jam oleh penyidik kejati riau, , Selasa (19/7/2016) siang.

Adapun  tersangka yang ditahan penyidik dalam kasus ini antara lain mantan Sekda Kabupaten Kepulauan Meranti berinisial Z, Kepala Badan Pertanahan Negara Kepulauan Meranti berinisial SI, serta AA selaku kuasa penjualan lahan seluas 48 ribu meter persegi dengan dua persil.

Sedangkan satu tersangka lagi, MH yang kini menjabat Kabid Aset Kepulauan Meranti, ditunda penahanannya hingga Selasa depan, karena orangtua MH meninggal dunia di rumah sakit.

"Sudah 90 persen penanganan kasusnya ini telah selesai dan saat ini ketiganya resmi kita tahan di Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, menunggu pelimpahan berkas ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk di pelajari penuntutan" jelas Aspidsus Kejati Riau, Sugeng Rianta SH, yang didampingi Kasi Penkum, Mukhzan SH.

Ketiga tersangka itu menghadiri panggilan penyidik Kejati, sejak tadi pagi untuk di periksa dan melengkapi administrasi atau cek kesehatannya. Dan ketiga tahanan ini digiring ke Rutan.

Sementara itu, para tahanan tersebut nggan mau berkomentar sedikitpun ke luar dari mulut mereka, saat wartawan bertubi-tubi melontarkan pertanyaan seputar siapa saja pihak yang terlibat kasus korupsi pengadaan lahan tersebut pada tahun anggaran 2013 yang bersumber dari APBD Kepulauan Meranti.

"Keempat tersangkanya diduga melakukan perbuatan melawan hukum saat proses pembebasan lahan untuk pembangunan Pelabuhan Dorak. Setelah penahanan ini, kita akan segera proses Tahap I supaya bisa lanjut ke penuntutan," pungkas Sugeng.

Untuk menjadi catatan, mereka berempat ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Sprindik nomor 01/N.4/Fd.1/03/2016, dengan melewati proses penyelidikan, dan pengumpulan keterangan saksi-saksi serta barang bukti yang cukup.

Selain itu, kemungkinan besar ada tersangka lain yang terlibat dalam kasus ini, untuk sementara baru ke empat tersangka ini yang sah.

Selanjutnya, untuk Bupati Kepulauan Meranti belum ada jadwal pemeriksaan lanjutan. Kita tunggu hasil perkembanganpenyelidikan penyidik. Imbuh Sugeng. (Jaya).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas