Headlines News :
Home » , » Polri Selidiki Korupsi Proyek Gedung Kapuas Senilai Rp 1,9 Miliar

Polri Selidiki Korupsi Proyek Gedung Kapuas Senilai Rp 1,9 Miliar

Written By Admin Berantas on Saturday, June 11, 2016 | 8:15:00 PM

HARIANBERANTAS, KALIMANTAN- Meskipun proyek pembangunan gedung bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, tahap II menelan dana Rp 1,9 Miliar lebih telah selesai dilakukan pengerjaannya oleh rekanan CV. Amanah Pusat Buntok, pada tahun 2015 lalu. Namun hingga kini, proyek tersebut nampaknya, menyisakan masalah. Sebab, proyek yang dibangun menggunakan dana APBD Kabupaten Kapuas dengan  sumber biaya berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU), saat ini tengah dalam penyelidikan Kepolisian.


“Kita memang sedang tangani, kalau berbicara besi dan lainya, semuanya sudah sesuai RAB. Cuman kita mau uji lagi kualitas betonnya, makanya kita menggunakan tim ahli dari Unlam (Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin-Red)” ucap, Kasat Reskrim Polres Kapuas, AKP. Wiwin Junianto Supriyadi, S.IK kepada Wartawan.

Ditanya, terkait pembangunan gedung tersebut. Berdasarkan pantauan awak media, banyak menggunakan besi cor beton banci, bukan besi Top Full SNI. AKP Wiwin menjawab, kalau hal itu sudah disepakati dalam kontrak tidak masalah. “Sekarang begini Pak, mau dia menggunakan apapun, yang penting sudah disepakati dalam kontrak, tidak masalah” jawab AKP. Wiwin Junianto Supriyadi, S.IK.

Sebelumnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Borneo melalui surat nomor : 018/LSM-LB/KT/II/2016, tanggal 11 Februari 2016. Meminta konfirmasi dan klarifikasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kab. Kapuas terkait pembangunan gedung bersama MUI Kab. Kapuas yang terindikasi tidak sesuai spech.

Sebab, besi cor beton yang digunakan untuk tulangan dan beugel bangunan tersebut tidak menggunakan besi Top Full SNI. Tetapi menggunakan besi SNI abal-abal alias banci yang diameternya hanya, 13,5 mili, 7 mili dan 5 mili. Namun anehnya, surat tersebut sudah lebih tiga bulan lamanya, hingga kini tidak pernah dijawab.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kab. Kapuas, Maria Susana Natalestari, ST yang akrab disapa Lisa, saat diminta tanggapannya terkait surat tersebut, belum lama ini. Mengatakan jika proyek tersebut saat ini sedang dalam pemeriksaan polisi. “Mengenai bangunan tersebut, saat ini sedang dalam pemerikasaan polisi, kalau ingin jelas silahkan ditanya ke Polres,” katanya.

Sedangkan proyek pembangunan gedung bersama MUI Kab. Kapuas ini, semestinya pelaksanaannya, mengacu kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Nomor : 45/PRT/M/ 2007 tentang pedoman teknis pembangunan bangunan gedung Negara. Huruf, E angka, 2,f. Dimana bahan struktur bangunan, baik struktur beton bertulang, kayu maupun baja harus mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI). (Norifansyah)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas