Headlines News :
Home » , , » LSM KPK Gerah Terkait Tuntutan Hakim Tipikor Pekanbaru Kepada Empat Terdakwa Korupsi Bansos Bengkalis

LSM KPK Gerah Terkait Tuntutan Hakim Tipikor Pekanbaru Kepada Empat Terdakwa Korupsi Bansos Bengkalis

Written By Admin Berantas on Friday, June 3, 2016 | 12:34:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Koordinator Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Pemberantas Korupsi (DPP LSM KPK), Ade Saputri SH, menyesalkan vonis 2 tahun penjara yang putuskan hakim tipikor PN Pekanbaru terhadap Empat terpidana perkara korupsi Bansos Bengkalis, Hidayat Tagor, Rismayeni, Muhammad Tarmizi, dan Purboyo.

 Sekum LSM KPK, B Naso usai keluar dari ruang Kabagreskrim Mabes Polri di Jakarta (25/05) pekan lalu
Putusan vonis seringan itu mencederai rasa keadilan masyarakat. "Vonis ringan itu juga kian memperburuk citra aparat kehakiman tipikor," katanya, Kamis 02 Juni 2016.

Ade Saputri SH memang khawatir sikap murah hati Majelis Hakim Tipikor Pengadilan Negeri Kota Pekanbaru yang hanya menguntungkan para terdakwa korupsi, karena bisa saja mereka ditangguhkan sebagai tahanan kota.

Apalagi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru yang kini mengadili berbagai perkara kasus hukum korupsi, sudah mulai jadi sorotan tajam karena paling banyak memvonis ringan terdakwa kasus korupsi.

Ketua DPW LSM Tim Observasi Penggunaan Anggaran Negara dan Anggaran Daerah (TOPAN-AD) Provinsi Riau, Rion Satya, juga sependapat. Menurut dia, putusan vonis ringan Hakim Tipikor tersebut semakin memperlihatkan tidak seriusnya Hakim Tipikor memutuskan perkara korupsi Bansos Bengkalis. Padahal kasus korupsi dana bansos/hibah Bengkalis pada tahun 2012 itu nilainya mencapai Rp. 272 miliar lebih.

"Semakin memperjelas penuntutan oleh Hakim Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru hanya sekadarnya. Sejak ditetapkan sebagai tersangka hingga terdakwa, hakim tipikor tidak memperhatikan tuntutan yang diberikan Jaksa dengan pidana penjara selama 8 tahun 6 bulan kepada masing-masing pihak, kemudian ia dituntut ringan. Ada apa? Paling-paling nanti ditangguhkan sebagai tahanan kota saja,” ujarnya.

Seperti diketahui, empat terpidana perkara korupsi Bansos Bengkalis dihukum lebih rendah dari tuntutan jaksa. Mantan dan anggota DPRD Bengkalis divonis 2 tahun penjara. Purboyo (Bengka), satu dari empat terdakwa langsung menerima putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Purboyo, mantan anggota DPRD Bengkalis yang sebelumnya dituntut jaksa dengan pidana penjara selama 8 tahun 6 bulan, divonis hakim dengan pidana penjara selama 2 tahun. Vonis tersebut juga diterima tiga rekan Purboyo yakni, Rismayeni, Hidayat Tagor dan Muhammad Tarmizi.

Putusan majelis hakim tipkor digelar Rabu (01/6/16) di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Keempat terdakwa hanya dikenakan Pasal 3 Undang Undang (UU) Tipikor, nomor 31 tahun 1999 yang diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001, yang jauh lebih ringan dari pasal yang dijeratkan jaksa penuntut.

Selain itu, para terdakwa dikenakan hukuman tambahan yang berbeda, seperti Uang Pengganti, dan denda. Pembacaan putusan dilakukan mejelis hakim secara terpisah, yang pertama putusan terdakwa Hidayat Tagor, dan Rismayeni.

"Menghukum terdakwa Hidayat Tagor dan Terdakwa Rismayeni, dengan hukuman pidana masing masing selama 2 tahun, denda Rp100 juta subsider 1 bulan," jelas Hakim Ketua, Amin Ismanto SH.

Dalam putusan kedua terdakwa ini, mereka tidak dikenakan membayarkan Uang Pengganti, karena telah mengembalikan kerugian negara dengan menitipkannya kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis beberapa waktu lalu.

Sedangkan untuk terdakwa M.Tarmizi, dan Purboyo divonis selama 2 tahun penjara, denda Rp100 juta, subsider 1 bulan. Hanya saja, terdakwa M Tamizi dan Purboyo diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara.

Terdakwa Purboyo dikenakan Uang Pengganti sebesar Rp180.500.000, subsider 1 bulan penjara. Sedangkan terdakwa M.Tarmizi dikenakan uang pengganti sebesar Rp446 juta subsider 1 bulan kurungan penjara. Usai putusan dibacakan, terdakwa Purboyo langsung menyatakan menerima. Sedangkan tiga rekannya menyatakan pikir pikir. "Saya menyatakan menerima putusan yang mulia," ujar Purboyo.

Vonis hukuman keempat terdakwa ini jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa. Dimana sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budi Fitriadi SH, dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, menuntut terdakwa Hidayat Tagor, dan Rismayeni, dengan tuntutan hukuman pidana penjara selama 8 tahun, 6 Bulan, denda Rp 200 Juta, subsider 3 bulan. Keduanya diwajibkan membayar kerugian negara masing masing Rp 133 Juta.

Untuk terdakwa Purboyo sebelumnya dituntut 8 tahun 6 bulan, dan terdakwa M.Tarmizi dituntut 9 tahun. Denda masing-masing Rp200 juta, subsider 3 bulan. Uang Penganti sebesar Rp 752 juta untuk Purboyo, dan terdakwa M.Tarmizi dikenakan Uang Pengganti Rp 600 juta.

Merasa rasa keadilan ditengah-tengah masyarakat dicederai dalam penegakkan hukum korupsi di tanah air, LSM KPK akan melayangkan surat pengaduan ke Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) agar melakukan peninjauan kembali (PK) terhadap putusan hakim tipikor Pekanbaru tersebut.

Demikian relisan Sekum LSM KPK, B Anas yang diterima awak media, Kamis (02/06). “Kami akan melayangkan surat keberatan atau meminta untuk banding, kasasi dan peninjauan kembali (PK) ke PT di Pekanbaru dan MA, KY di Jakarta terkait putusan hakim tipikor yang diduga mencederai keadilan masyarakat dalam kasus korupsi Bansos/Hibah di Kabupaten Bengkalis yang merugikan keuangan negara Rp272 miliar pada tahun 2012; ujarnya.

Bukan itu saja, kami juga akan mempertanyakan komitmen Mabes Polri dalam menuntaskan kasus korupsi bansos/hibah di Kabupaten Bengkalis tersebut. Karena sudah 3 tahun perkaranya korupsi tersebut ditangani oleh pihak Kepolisian, sampai sekarang belum ada peningkatan yang jelas.

“Kami juga akan menyurati Kapolri untuk memastikan sudah sejauhmana penanganan kasus korupsi bansos/hibah tersebut kok sampai sekarang didiamkan oleh pihak penyidik. Apalagi kemaren sore sebut Naso, rombongan advokat hukum (Pengacara) dari Jakarta datang ke Bengkalis untuk melakukan pembelaan terhadap para pelaku korupsi Bansos/Hibah tersebut,” katanya. (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas