Headlines News :
Home » » Diduga Uang Negara Dibawa Kabur, Aparat Hukum Diminta Periksa Novywaldi Jusman Als Dedek

Diduga Uang Negara Dibawa Kabur, Aparat Hukum Diminta Periksa Novywaldi Jusman Als Dedek

Written By Admin Berantas on Tuesday, June 28, 2016 | 7:52:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Tujuh tahun lamanya Ir. Novywaldi Jusman meninggalkan jabatan sebagai wakil rakyat di Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru. Dibalik peninggalannya sebagai wakil rakyat yang terhormat itu, ada "bercak" yang tak sedap.


Salah satunya persoalan piutang BOP dan TKI di Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru di priode tahun 2004-2009. Tak tanggung-tanggung, pria yang kini menjabat sebagai wakil ketua DPRD Provinsi Riau tersebut membawa lari uang Negara senilai Rp49.560.000.

Meski begitu, belum diketahui kapan piutang itu dilunasi. Pasalnya, hingga akhir pergantian tahun 2015, piutang tersebut tak kunjung dilunasi. Padahal piutang itu sudah memasuki usia ke 7 tahun. Selain itu, piutang itu merupakan temuan oleh badan pemeriksaan keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Riau tahun 2015, dengan No: 16A/LHP/XVIII.PEK/05/2015.

"Kalau sampai 2015, sama sekali tidak ada menyetor,"diakui Kabid Akutansi BPKAD Kota Pekanbaru. "Jadi piutang itu masih tercatat," jujurnya.

Sementara itu, Ir. Novywaldi Jusman ketika di konfirmasi kembali tak banyak berkomentar. Bahkan, pria yang berdomisili di perumahan Panorama, Kecamatan Rumbai ini hanya menyampaikan salam kepada Walikota Pekanbaru.

"Salam untuk Walikota ya. Kasihan saya masih punya hutang,"sebut Politisi Partai Demokrat itu melalui pesan singkatnya.

Disinggung keterkaitan antara piutang diri nya dan Walikota, pria yang disapa dedet ini kembali tak banyak berkomentar. "Ya gak ada salah nya to, masak gak boleh,"imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum LSM KPK Toro menegaskan, piutang merupakan kewajiban yang dipertanggung jawabkan. Dimana dalam hal itu sudah terjadi tindak pidana korupsi. "Itu adalah uang negara, uang rakyat yang harus dipertanggung jawabkan,”dilontarkannya.

"Jika memang belum mengembalikan uang itu, kita minta aparat Kepolisian dan Kejaksaan untuk memanggil dan memeriksa mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru itu," tegasnya.

Menurutnya, perbuatan yang dilakukan politisi Partai Demokrat itu adalah perbuatan melawan hukum. "Jelaslah. Jelas dia sudah melanggar aturan. Itu bukan menyalahi aturan lagi, tapi melakukan perbuatan melawan hukum, sebagaimana diatur dalam UU No. 31 1999 tentang tindak pidana korupsi," tegas Toro.

Disinggung tentang keterkaitan antara piutang Ir. Novyaldi Jusman dan Walikota Pekanbaru, seperti yang jawaban konfirmasi sebelumnya. Toro menduga menilai Pemerintah Kota Pekanbaru terkesan melakukan pembiaran terkait piutang tersebut. Pasalnya, Pemerintah Kota Pekanbaru selaku pengelola keuangan daerah, sebagaimana di atur dalam Perda 13 tahun 2016 tentang pengelolaan keuangan daerah.

"Dalam hal ini ada apa Pemko Pekanbaru membiarkan untuk tidak menagih hutang itu,"Teriaknya melalui selulernya.

"Itu berarti diindikasikan ada kolaborasi antara Pemko Pekanbaru dan mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru itu, sementara jabatan sudah berakhir pada 2009, jadi ada apa ?," tukasnya.

Untuk itu, dirinya meminta aparat penegak hukum untuk memanggil dan memeriksa Ir.Novywaldi Jusman.
"Kita minta pihak Kepolisian dan Kejaksaan untuk memeriksa Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau itu," pintanya.

Hal senada juga dilontarkan Direktur LSM IMD, Raja Adnan menyebutkan, 60 hari pasca ditemukan oleh badan pemeriksa keuangan (BPK) dan disampaikan kepada yang bersangkutan, jika tak kunjung dikembalikan merupakan pidana. Hal itu tertuang di UU BPK

"kalau itu dikeluarkan 2014 ya tidak bisa, sekarang kan sudah 2016. Sudah lewat 2 bulan itu," ujarnya.

"Artinya tidak ada alasan, tangkap. Tak ada lagi itu,"Cetusnya.

Menurutnya, Ir.Novywaldy Jusman sudah melakukan perbuatan melanggar hukum.

"Sudah lebih dari melanggar itu. Dalam UU kan 60 hari sejak itu disampaikan. Jadi tangkap itu Novywaldi Jusman,"Ganasnya. (Ndo)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas