Headlines News :
Home » , , , , » Diduga Muluskan Progres Pekerjaan 80% & Pembayaran Dana Pemeliharaan Rp20 Miliar, Oknum PPTK Proyek MY di Rupat Diduga Terima Gratifikasi

Diduga Muluskan Progres Pekerjaan 80% & Pembayaran Dana Pemeliharaan Rp20 Miliar, Oknum PPTK Proyek MY di Rupat Diduga Terima Gratifikasi

Written By Admin Berantas on Sunday, June 5, 2016 | 3:54:00 PM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Diduga menyalahgunakan jabatan, menerima gratifikasi, dan melakukan kecurangan dalam pelaksanaan kegiatan proyek peningkatan jalan Batu Panjang Pangkalan Nyirih di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis yang dilakukan secara tahun jamak (Multi Years) tahun 2013-2015 dengan kontrak sebesar Rp495 miliar, salah satu pejabat dinas Pekerjaan Umum atau PU Bengkalis merupakan PPTK proyek, terancam dilaporkan ke Presiden RI dan kelembaga hukum KPK, Kejaksaan dan Mabes Polri.

Pimred Berantas, Toro, usai keluar dari ruangan Dumas KPK RI,                   Mobil  Fortuner, B 1002 JTH  (Dugaan Gratifikasi)

“Ada indikasi yang bersangkutan menerima sejumlah gratifikasi dari perusahaan rekanan yang mengerjakan proyek multi years (peningkatan jalan Batu Panjang Pangkalan Nyirih) di Kecamatan Rupat. Jumlahnya mencapai milyar rupiah,” ungkap Ketua Koodinator LSM Forum Investigasi Kabupaten Bengkalis (FIKB), Rustam, Minggu (05/06).

Selain itu pihak Forum Investigasi Kabupaten Bengkalis (FIKB) bersama awak media ini sebelumnya, telah melayangkan surat konfirmasi/klarifikasi kepada Kepala Dinas PU Bengkalis, Ir. Muhammad Nasir, Msi, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan atau PPTK. Surat itu telah diterima staf dinas PU, Rosi Yuningsih pada tanggal 16 Mei 2016.

Oknum pejabat dinas PU yang dimaksud adalah, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Hurri Agustianri, SST,MT. Dirinya diduga memiliki kapasitas penting untuk memuluskan hasil pekerjaan peningkatan jalan Batu Panjang Pangkalan Nyirih di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis yang dilakukan secara tahun jamak (Multi Years) oleh rekanan kontraktor pada tahun anggaran 2013-2015 mencapai 80% keatas. 

Sementara, pekerjaan peningkatan jalan Batu Panjang Pangkalan Nyirih di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis diduga hanya memiliki progres 45-50 persen (%). Itupun, kondisinya dilapangan memperihatinkan. Karena dibeberapa titik kegiatan yang sudah dilakukan pengerjaannya telah mengalami berbagai kerusakan berat dan miring.

Menurut Rustam, dalam pelaksanaan pekerjaan peningkatan jalan Batu Panjang Pangkalan Nyirih di Kecamatan Rupat secara tahun jamak atau multi years, telah terjadi diskriminasi dan kongkalikong antara PPTK, KPA dan kontraktor PT. Mawatindo, RC.

 “Ada pemberian dan penerimaan gratifikasi (suap) sehingga pekerjaan proyek multi years yang terletak di Kecamatan Rupat itu mendapatkan nilai pekerjaan sebesar 80 persen (%). Salah satunya, dugaan pemberian gratifikasi oleh kontraktor kepada PPTK-proyek, satu unit mobil merk Fortuner warna hitam dengan Nopol: B 1002 JTH. Sementara realisasi pekerjaan atau fisik proyeknya dilapangan, diduga hanya mencapai 45 hingga 50 persen. Itupun kondisinya dilapangan amburadul, karena tidak sesuai Spek/kontrak kerja.” papar Rustam.

Bukan itu saja kata Rustam, setelah perusahaan PT. Mawatindo Road Contruction diumumkan sebagai pemenang lelang untuk proyek tahun jamak sebelumnya, oknum PPTK proyek diduga telah diberi nominal uang sebesar Rp1,2 miliar. Hal itu dilakukan, untuk memuluskan pekerjaan oleh PPTK, serta bahan material-material kegiatan yang sudah terlebih dahulu dipersiapkan oleh rekanan kontraktor PT. Mawatindo Road Contruction dilokasi sebelum ditetapkan sebagai pemenang tender oleh Pemda pada Unit Layanan Pengadaan atau ULP Kabupaten Bengkalis.

Yang lebih parahnya lagi, biaya jaminan untuk pemeliharaan pekerjaan peningkatan jalan Batu Panjang Pangkalan Nyirih di Kecamatan Rupat (Multi Years) tersebut belum dilakukan hingga batas bulan Juni-Juli 2017 mendatang, namun anggaran biayanya sudah duluan dibayar sebesar Rp20 miliar pada taggal 31 Desember 2015. Ada apa tanya Rustam. 

Pembayaran uang jaminan pemeliharaan sebesar Rp20 miliar kepada rekanan kontraktor itu dilakukan, Kamis tanggal 31 Desember 2015 sekira pukul 20.15 wib malam. “buktinya ada kami peroleh, ungkap Rustam. 

Dia menyimpulkan, ada indikasi penyimpangan luar biasa dalam penyelenggaraan proyek tahun jamak (Multi Years) di Kecamatan Rupat tersebut. Dugaan itu semakin kuat saat Rustam memperoleh bukti rekaman sebuah percakapan dan surat pernyataan.

“Dia mengatakan, semua bukti itu baik foto copy BPKB mobil merk fortuner atas nama pemilik perusahaan, bukti rekaman percakapan saat dokumen/surat pencairan uang termyn terakhir proyek ditandatangani oleh Kadis PU, Ir. Muhammad Nasir Msi pada tanggal 31 Desember 2015 sekira pukul 18.00 wib hingga bukti pada saat rekanan kontraktor menghadap pada pos PPKAD Setda Bengkalis, serta pengambilan uang pada Bank Riau Kepri Cab Bengkalis,” terang Rustam lagi.

Hasil investigasi lapangan yang dilakukan tim media ini, ditemukan pekerjaan peningkatan jalan Batu Panjang Pangkalan Nyirih (Multi Years) yang dibangun oleh kontraktor PT. Mawatindo RC dengan kontrak Nomor: 600/PU-BM/SP-MY/X/2013/ 2015, tanggal kontrak 28 Okbtober 2013 dengan nilai kontrak sebesar Rp495.000.000, 000,- terindikasi tidak berpedoman pada rujukan bestek/kontrak.

Pasalnya, pekerjaan timbunan pilihan yang dilakukan mulai dari titik STA O sampai dengan STA 950 m, hanya memiliki ketebalan timbunan 20 cm rata-rata. bukan itu saja, cor beton yang telah dilakukan pekerjaan oleh rekanan kontraktor PT. Mawatindo RC, kini telah mengalami berbagai kerusakan berat dan pada miring dan bergelombang dan lain sebagainya lagi.

Menurut informasi yang dihimpun awak media ini, bahwa proyek peningkatan jalan Batu Panjang Pangkalan Nyirih (Multi Years) yang terletak di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis adalah, dibekingi oleh lima lembaga pejabat Negara. Sehingga dengan beraninya Kuasa Pengguna Anggaran atau KPA, PPTK dan kontraktor terindikasi mencari keuntungan diatas penderitaan rakyat dalam nilai proyek sebesar Rp495 miliar.

Bukan itu saja, tambahan informasi lain yang didapat dari berbagai sumber media ini menyebutkan, bahwa perusahaan PT. Mawatindo RC yang mengelola anggaran sebesar Rp495 miliar untuk proyek tahun jamak (multi years) di Kcamatan Rupat tahun 2013-2015, memiliki gelar tersendiri yaitu, Lima Perwira Tinggi Negara Indinesia (MATINDO) Road Contruction.

Hingga berita ini diturunkan, Hurri Agustianri, SST,MT yang berkali-kali hendak dikonfirmasi media ini dikantornya sejak tanggal 17 Mei 2016 hingga Jum’at 03 Juni 2016, Hurri Agustianri, tidak bisa ditemui dengan alasan dinas ke luar kota. 

Sementara Kepala Dinas PU, Ir. Muhammad Nasir, Msi, juga tidak bisa ditemui, karena tidak pernah terlihat masuk kantor. Sedangkan upaya melakukan konfirmasi melalui telepon dan pesan singkat juga menemui jalan buntu, lantaran tidak pernah ada jawaban dari kedua oknum pejabat di Dinas PU Bengkalis itu.

Maka dengan itu, penulis berita ini menguji kemampaun beberapa elemen LSM anti korupsi yang ada di Riau termasuk LSM Forum Investigasi Kabupaten Bengkalis (FIKB) Bengkalis dan LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK), apakah kasus dugaan korupsi berjamaah sebesar Rp495 miliar untuk proyek tahun jamak (MY) di Kecamatan Rupat tahun 2013-2015 ini bisa diprioritaskan pengusutannya hingga sampai ke meja hijau? atau sebaliknya ragu dan takut dengan gelar nama perusahaan diatas, Lima Perwira Tinggi Negara Indinesia (PT.MATINDO)? ditunggu reaksinya.

Pada kesempatan koordinasi yang digelar media ini bersama Sekretaris Umum LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Rabu (25/05) lalu di Jakarta, Dumas KPK RI, Sugmanan Zamzami kepada awak media mengatakan, kalau buktinya sudah ada, percayalah kasus itu pasti ditelusuri oleh KPK bila laporannya disampaikan ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), tegas Sugmanan. (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas