Headlines News :
Home » » Proyek Jembatan Sei Raya Rupat Dikorupsi, Kontraktor CV Dendy Kurnia Mengaku Punya LSM dan Redaksi

Proyek Jembatan Sei Raya Rupat Dikorupsi, Kontraktor CV Dendy Kurnia Mengaku Punya LSM dan Redaksi

Written By Harian Berantas on Thursday, May 12, 2016 | 1:22:00 AM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Zaman modern sekarang ini tak bisa dipungkirin lagi. Betapa tidak, berbagai cara dilakukan para oknum kontraktor untuk mendapatkan kegiatan proyek pemerintah, sehingga tidak segan-segan melakukan penyimpangan demi mencari keuntungan besar yang tidak sah dalam melaksanakan kegiatan pembangunan pemerintah, baik dari sumber biaya APBD maupun APBN. Walaupun penyimpangan yang dilakukan itu beresiko tinggi karena merugikan negara.

Tampak kecurangan pekerjaan kontraktor                                   UDIN (Kontraktor dan LSM)


Jum’at (29/04/2016) lalu, oknum kontraktor CV. Dendy Kurnia, bernisial UD (Udin) lewat hendphon miliknya dengan lagak bahasanya dari mulutnya kepada media ini mengatakan, kantor dikau di Bengkalis dimana? Saya ada kantor Lembaga Pemantau Aparatur Negara juga. Kalau bisa, jumpai saja saya dikantor saya. Saya punya LSM dan Redaksi, ucap Udin yang akhirnya kepada media ini diakui kalau ianya Wakil Ketua LSM Penjara di Kabupaten Bengkalis.

“Saya Wakanya DPC LSM Penjara di Kabupaten Bengkalis ini pak. Mungkin LSM satu-satunya yang terdaftar di Kesbangpoll sini, hanya LSM kami (LSM-Penjara-red) saja” sebutnya Udin yang dinilai belum memahami aturan undang-undang Republik Indonesia Nomor: 17 tahun 2013 tentang Ormas yang sebenarnya maupun Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PPRI) Nomor: 71 tahun 2000.


Selain itu, penyimpangan keuangan negara yang terjadi pada pekerjaan Lanjutan Pembangunan Jembatan Sei Raya Desa Pengkalan Nyirih di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis yang dilaksanakan oleh kontraktor CV. Dendy Kurnia dengan nilai kontrak sebesar Rp1. 713.131.000,00 tahun 2015 dengan waktu pelaksana 143 hari kalender (HK), mendapat perhatian dan sorotan tajam dari berbagai pihak. karena, diduga dibeberapa titik pekerjaan lanjutan pembangunan jembatan terlihat asal jadi dan sebagian bahan material yang digunakan pun diambil dari material proyek Multi Years (MY) yang tersedia guna meraup keuntungan  dan terindikasi mengabaikan mutu dan kualitas pekerjaan.

Berdasarkan hasil pantauan langsung media ini dilokasi proyek beberapa waktu lalu, terlihat pekerjaan lanjutan jembatan sungai raya Desa Pangkalan Nyirih Kecamatan Rupat yaitu pemasangan beronjong yang materialnya batu bercampur pasir sehingga diperkirakan apabila hujan turun dan debit air sungai meningkat maka pasir akan tergerus dan mengakibat beronjong akan melorot sehingga daya tahan bangunan jembatan tersebut diragukan kualitasnya dan lain sebagainya.

Padahal dana negara yang digelontorkan untuk proyek ini cukup besar, maka pantas saja ada dugaaan kuat proyek asal jadi oleh CV. Dendy Kurnia ini adalah ajang untuk menguras uang negara demi kepentingan rekanan dan pihak pihak terkait.

Deady Royfika Ketua LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) cabang Kabupaten Bengkalis, Sabtu (07/05/2016) kepada Berantas terkait proyek asal jadi oleh CV. Dendy Kurnia ini mengatakan, kalau memang proyek ini dikerjakan asal jadi dan kualitasnya diragukan serta dibiarkan dan progres lapangan telah dianggap 100% (persen) oleh pemilik proyek yaitu Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bengkalis, maka kuat dugaan telah terjadi main mata dan kongkalingkong antara pihak CV. Dendy Kurnia dengan pengawas maupun pemilik proyek untuk mencari keuntungan pribadi maupun kelompok dengan modus kerja sama yang handal, dan hal ini harus diusut tuntas, tegas Deady Royfika.

Kadis PU Bengkalis, M Nasir belum dapat dikonfirmasi terkait hal ini. Karena kontak personnya saat dihubungi media ini Sabtu (07/05/2016), belum aktif. Namun demikian, kasus dugaan penyimpangan pada pekerjaan pembangunan jembatan Sei Raya Desa Pangkalan Nyirih Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis yang diduga pengerjaannya bernuansa KKN oleh kontraktor pelaksana CV. Dendy Kurnia, akan jadi prioritas  utama  awak media ini selanjutnya hingga ada pengusutan lebih jelas dari pihak Instansi terkait. (Tr).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas