Headlines News :
Home » , , » Proyek Jembatan Sei Raya Rupat Diduga Ada Korupsi, Kontraktor CV Dendy Kurnia Perlu Ditindak

Proyek Jembatan Sei Raya Rupat Diduga Ada Korupsi, Kontraktor CV Dendy Kurnia Perlu Ditindak

Written By Harian Berantas on Friday, May 13, 2016 | 3:10:00 AM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Aparat Kepolisian dan Kejaksaan, diminta untuk segera mengusut dugaan penyelewengan/korupsi dalam pekerjaan lanjutan pembangunan jembatan Sei Raya Desa Pengkalan Nyirih di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis yang dilaksanakan kontraktor CV. Dendy pada tahun 2015 senilai Rp1. 713.131.000,00 atau Rp1,7 miliar.


Jembatan Sei Raya Desa Pengkalan Nyirih di Kecamatan Rupat miring dan rusak parah
Pasalnya, proyek lanjutan pembangunan jembatan Sei Raya Desa Pengkalan Nyirih di Kecamatan Rupat yang dilaksanakan kontraktor CV. Dendy Kurnia selama 143 hari kalender pada tahun 2015, terkesan menyimpang. Karena dinding beton dan lantai jembatan sudah pada miring dan rusak parah. Bahkan material cor jembatan dan timbunan yang digunakan, diduga material proyek Multi Years (MY). 

Anggota DPRD Bengkalis asal Kecamatan Rupat, Abdul Kadir, saat ditanya media ini lewat telphonnya, Kamis (12/05/2016) mengatakan, “Ya, kabarnya seperti itu. Bahan proyek jembatan sungai raya Desa Pangkalan Nyirih di Kecamatan Rupat tahun 2015 kemaren, diambil dari multi years (MY). Pelaksananya pun, orang rupat sana,” sebut Abdul Kadir.

Menyikapi hal ini, Ketua DPD LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) Kabupaten Bengkalis, Deady Royfika, meminta penegak hukum untuk segera mengusut dugaan kasus tersebut. Menurutnya, dugaan penyelewengan tersebut tidak bisa dibiarkan, terlebih nilai proyeknya, cukup lumayan besar. 

“Dugaan penyelewengan ini bisa mengarah pada korupsi. Penegak hukum, termasuk pemerintah daerah setempat tidak bisa membiarkan. Harus segera mengusut,” kata Deady Royfika, di Bengkalis, Kamis (12/05/2016) sore kemaren.

Deady Royfika menambahkan, kalau benar terjadi penyelewengan, akan sangat berbahaya dan berdampak buruk bagi kualitas jembatan sungai raya Desa Pengkalan Nyirih di Kecamatan Rupat. 

Jika kondisi bangunannya pada miring dan rusak parah, berarti sudah melanggar hukum, bisa diperkirakan pengerjaan yang dilakukan akan mengorbankan kualitas dan keamanan. “Kalau kelak sudah jadi dan tiba-tiba ambruk bagaimana? Masyarakat juga yang menjadi korban, kan?” ujarnya.

Menurut Deady Royfika, kasus semacam itu bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Bengkalis-Riau. Tak terhitung, berapa banyak infrastruktur yang rusak sebelum mencapai usia layak pakai, sebagai akibat dari penyelewengan pada saat lelang atau penunjukkan kontraktor pelaksana yang kurang profesional. Mulai jembatan ambruk, jalan-jalan rusak, sekolah roboh, dan sebagainya.

“Bupati Bengkalis dan pejabat terkait harusnya belajar dari kasus jembatan sungai liong di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis yang hampir menyeret beberapa nama pejabat PU dan kontraktor ke penjara ketika itu. Jangan mengulangi hal-hal yang tidak baik. Menunjuk kontraktor pelaksana yang tidak profesional sebagaimana layaknya kontraktor yang paham aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah dan,” lanjutnya.

Diwartakan sebelumnya, kontraktor CV. Dendy Kurnia, inisial UD (Udin) yang tak mau bobrok pekerjaan lanjutan pembangunan jembatan Sei Raya Desa Pengkalan Nyirih di Kecamatan Rupat tersebut diungkap media ini, dengan lantang bahasanya mengatakan, kantor dikau di Bengkalis dimana? Saya ada kantor Lembaga Pemantau Aparatur Negara juga. Kalau bisa, jumpai saja saya dikantor saya. Saya punya LSM dan Redaksi, ucap Udin yang sok bagak itu. 

Diucap Udin lagi, “Saya Wakanya DPC LSM Penjara di Kabupaten Bengkalis ini. Mungkin LSM satu-satunya yang terdaftar di Kesbangpoll sini, hanya LSM kami (LSM-Penjara-red) saja” kata Udin yang merasa kebal hukum di republik ini. 

Untuk diketahui, proyek lanjutan pembangunan jembatan Sei Raya Desa Pengkalan Nyirih di Kecamatan Rupat, telah menelan biaya miliaran rupiah selama dua (2) tahun anggaran APBD. Namun, proses pengerjaannya dilapangan, terkesan ajang untuk menguras uang negara demi kepentingan rekanan dan pihak pihak terkait.

Maka dari itu, aparat Kepolisian, Kejaksaan khususnya yang membidangi tindak pidana korupsi, diminta segera melakukan penyelidikan demi menegakkan supermasi hukum terkait dugaan penyimpangan/penyelewengan dalam pekerjaan proyek jembatan Sei Raya tersebut.

Bagaimana reaksi dugaan penyimpangan dana APBD dalam pekerjaan lanjutan pembangunan jembatan Sei Raya Desa Pengkalan Nyirih di Kecamatan Rupat tersebut bergulir hingga ke meja hijau berikutnya, baca ulasan berita edisi-edisi mendatang. (Meri)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas