Headlines News :
Home » , , » Diduga Dikendali Isteri Drs H Syamsuar Msi, Tiap Tahun PT. Modern Widya Tehnical Menang Tender di Siak

Diduga Dikendali Isteri Drs H Syamsuar Msi, Tiap Tahun PT. Modern Widya Tehnical Menang Tender di Siak

Written By Harian Berantas on Friday, May 13, 2016 | 2:19:00 AM

HARIANBERANTAS, SIAK- Diduga kontraktor telah memainkan volume sehingga kondisi badan jalan yang belum lama di aspal, telah mengalami berbagai keretakkan dibeberapa titik pekerjaan dan rapuh. Padahal proyek peningkatan jalan Murad Desa Selat Guntung (Aspal) di Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak Provinsi Riau yang belum seumur jagung setelah selesai dilakukan pekerjaannya itu, menelan biaya APBD tahun 2015 sebesar Rp5. 900.539, 000. Namun volumenya tidak jelas dan kualitasnya diduga sangat rapuh karena sebagian badan jalan sudah rusak.

Hasil Pekerjaan PT. Modern Widya Tehnical di Sabak Auh                   Hj. Misnarni

Dari informasi yang berkembang pekerja proyek, bahwa volume jalan itu, panjang 1500 meter, lebar 4 meter dan tebal aspal 16 cm. Padahal, keterangan awal dari pemerintah daerah kabupaten Siak sebelumnya termasuk dari anggota DPRD yang berdomisili di Kecamatan Bunga Raya, jalan ke Murad Desa Selat Guntung (Aspal) di Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak dengan panjang kurang lebih 2 km, akan diaspal seluruhnya. Sebab dana yang dianggarkan cukup besar, lagi pula proyek itu sudah lama dijanjikan oleh pemerintah daerah kabupaten Siak.

Hasil Pekerjaan PT. Modern Widya Tehnical di Jalan Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit-Siak

Proyek peningkatan jalan Murad Desa Selat Guntung (Aspal) di Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak dikerjakan oleh PT. Modern Widya Tehnical, dengan waktu 75 hari kerja, tanggal kontrak 21 September 2015,dengan Nomor kontrak kerja 620/ KTR/BMP-BM/TING-JALAN/APBD.P/31/2015.

Namun, berdasarkan pengamatan harianberantas.c0,id dilapangan dan keterangan dari sejumlah masyarakat setempat, PT. Modern Widya Tehnical, hanya mengendalikan proyek dengan jarak jauh, karena tidak punya kantor perwakilan di Sabak Auh, yang ada hanya pekerja harian lepas.

Berdasarkan catatan media Berantas, PT. Modern Widya Tehnical pada tahun 2012 silam, juga telah mengerjakan proyek jalan di beberapa kecamatan di kabupaten Siak. hasil dan kualitasnya juga bermasalah. karena, tidak memenuhi standar kualitas kerjanya ditambah lagi dengan pengawasan yang sangat lemah dari pemerintah daerah melalui dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Siak.

Lemahnya pengawasan dari dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Siak, karena kuat dugaan pengawas mudah dipengaruhi dan diajak kompromi oleh kontraktor.

Pada tahun 2012, PT. Modern Widya Tehnical, mendapat kerja pembangunan jalan jembatan Sungai Rawa menuju Tanjung Pal (Timbunan Base B dan Aspal) di Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak. Paket dengan kontrak No. 620/Ktr/PU/ PSJJ-PEM-JALAN/08/2015, nilai proyek Rp15. 489.957.000, dengan masa kerja 260 hari kalender.

Pekerjaannya meliputi timbunan base B dan aspal jalan jembatan sungai rawa menuju tanjung pal Kecamatan Sungai Apit dengan panjang kurang lebih 3 km.

Volume dan panjang timbunan Base B dan Aspal jalan yang dikerjakan ketika dilapangan, tidak mencapai 40 persen. Namun, progres pekerjaan lapangan sudah dianggap selesai 100% (persen). 

Sewaktu ditanyakan kepada pekerjanya, mereka juga tidak mengetahui kenapa peket proyek yang belum selesai dilakukan pekerjaannya itu dianggap selesai 100 persen. Belum lagi masalah material base yang bukan jenis material base B sebenarnya, serta kecurangan ketebalan penimbunan maupun panjang timbunan base dan aspal yang tidak sesuai rujukan bestek/kontrak lagi.

Aneh memang, tetapi begitulah kenyataannya untuk mencari keuntungan yang besar. Komentar beberapa orang masyarakat setempat melihat pelaksanaan proyek tersebut.

Berdasarkan pengamatan media ini bersama aktivis LSM dilapangan, misalnya pembangunan jembatan dan jalan Sungai Rawa-tanjung pal, baru 1 bulan saja ketika itu selesai di base, diaspal, kondisi badan jembatan dan jalan telah rapuh dan aspalnya telah rusak dan kropos.

Karena, dasar badan jalan sebelum diaspal masih labil. Sehingga, begitu selesai diaspal, dan dipijak oleh kendaraan roda empat, aspalnya retak dan badan jalan turun beberapa senti meter. Bahkan, pekerjaan itu dinilai masyarakat, proyek akal-akalan untuk meraup keuntungan yang besar secara tidak sah oleh para oknum pejabat di Pemda Siak, Riau.

Pada tahun yang sama yakni, tahun 2013, PT. Modern Widya Tehnical mendapat kerja peningkatan jalan simpang jembatan SSH simpang Pos Meredan dengan kontrak, No. 620/KTR/BMP/BM-TING-JALAN/APBD/01/2013 tanggal 11 Maret 2013 senilai Rp30. 609. 848.100,00 atau sebesar Rp30,6 miliar.

Proses pekerjaan peningkatan jalan Simpang Jembatan SSH Simpang Pos Meredan yang dilaksanakan pada tahun 2013 tersebut, ditemukan banyak kejanggalan/ kecurangan yang diduga dilakukan kontraktor PT. Modern Widya Tehnical, seperti pengurangan volume pekerjaan lebar jalan, pekerjaan balok pengikat pada saluran drainase yang tidak sesuai dengan ukuran, mutu beton yang dinilai berkwalitas K-175 serta jumlah balok pengikat yang tidak dilakukan secara keseluruhan alias dikurangi.

Hal yang sama, terjadi pada pekerjaan proyek peningkatan jalan SDN 004 Desa Sabak Permai pada tahun 2013 oleh kontraktor pelaksana PT. Modern Widya Tehnical dengan nilai setelah diaddendum sebanyak dua kali, menjadi sebesar Rp4. 581.891.000,00.

Pengerjaan paket peningkatan jalan SDN 004 Desa Sabak Permai yang dilaksanakan oleh PT. Modern Widya Tehnical pada tahun 2013 itu, ditemukan item-item materil yang diduga tidak sesuai RAB/kontrak. Karena item-item pekerjaan yang seharusnya dikerjakan, banyak yang belum terlaksana. Bahkan pekerjaan volume pelebaran beton K-175, terindikasi di mark up.

Bukan itu saja. kebocoran dana APBD Siak tahun 2013 juga terjadi pada pekerjaan pemeliharaan berkala jalan parit I/II Teluk Mesjid, jalan Hang Tuah, jalan Diponegoro dan jalan Rintis yang dilaksanakan kontraktor PT. Modern Widya Tehnical itu dengan biaya Rp4. 834.279.000,00. Karena dalam pekerjaannya dilapangan, terindikasi volume kegiatan dan bahan materialnya banyak yang dikurangi untuk dimanipulasi.

Demikian juga yang terjadi pada pekerjaan peningkatan jalan Parit Makmur–Teluk Mesjid yang dilaksanakan PT. Modern Widya Tehnical dibawah pengawasan Dinas BMP Kabupaten Siak dengan kontrak Nomor 620/KTR/BMP/BM/TING-JALAN/ APBD/28/2013 tanggal 28 April 2013 sebesar Rp3. 945.279.900,00.

Dimana proses pengerjaan paket proyet yang dilaksanakan oleh PT. Modern Widya Tekhnical terindikasi material dan volume kegiatan tidak sesuai kenyataan pekerjaannya dilapangan.

Bahkan dugaan bobrok PT. Modern Widya Tekhnical tersebut pada tahun 2013, juga terungkap pada pekerjaan peningkatan jalan Margo Ayu Desa Laksmana yang sumber dananya sebesar Rp4. 543.882.000,00 atau Rp4,5 miliar.

Sehingga bila disimpulkan tentang pencairan Dana Anggaran proyek senilai Rp4. 543.882.000, 00,- sudah mencapai 100% tersebut, diduga adanya unsur KKN dan dapat digolongkan adanya unsur pelanggaran rumusan undang-undang Republik Indonesia No: 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Karena kondisi dilapangan, masih banyak pekerjaan yang belum selesai dilakukan oleh kontraktor PT. Modern Widya Tekhnical.

Bukan itu saja, hasil pekerjaan peningkatan jalan Merdeka Desa Merempan Hulu yang dikerjakan oleh kontraktor PT. TRAUNA-PT. MODERN, KSO pada tahun 2013 selama 210 hari kalender (HK) dengan biaya sebesar Rp3. 323.630.000,00, diduga telah terjadi penggelembungan nilai anggaran yang cukup lumayan besar.

Karena berdasarkan hitungan pada fisik kegiatan yang dilakukan oleh kontraktor pekerjaan paket peningkatan jalan Merdeka Desa Merempan Hulu tersebut, ditemukan item-item pekerjaannya dikurangi yang tidak sesuai dengan kontrak dan RAB dan lain sebagainya.

Proyek yang dikerjakan oleh PT. Modern Widya Tekhnical di kabupaten Siak selama ini, diduga telah ada kongkalinkong dan KKN dengan orang nomor satu di Kabupaten Siak.

Karena, setiap proyek yang dikerjakan oleh PT. Modern Widya Tekhnical terindikasi selalu bermasalah. Tetapi, masalahnya tidak ada yang berani mengusutnya, karena diduga dibelakangnya ada oknum aparat hukum yang diduga ambil bagian jatah paket proyek di SKPD yang ada di Pemda Siak setiap tahun anggaran.

Dugaan kongkalinkong, dan KKN itu punya dasar yang kuat, sehingga, apapun masalahnya, PT. Modern Widya Tekhnical tetap saja mendapat proyek besar yang nilainya milyaran rupiah di Siak.

Sementara Kontraktor yang lain, sulit mendapatkan proyek, tutur sejumlah pengamat kepada harianberantas.co.id, beberapa hari lalu. Keuntungan dari dugaan proyek kongkalikong dan KKN itu, dibagi- bagi kepada pihak tertentu.

Bukan itu saja, konon kabarnya, komisaris PT. Modern Widya Tekhnical tersebut ternyata diduga dikendalikan atau dikomandoi oleh isteri sang Bupati, Drs H. Syamsuar Msi yakni,  Ny, Hj Misnarni.

Namun kepastian informasi yang lebih jelasnya lagi, masih dalam pelacakkan tim awak media bersama beberapa organisasi LSM penggiat anti korupsi dilapangan. Bahkan sang isteri Bupati Siak, Ny. Hj Misnarni Syamsuar pun, belum dapat dikonfirmasi awak media, mengingat masih hari libur.

Namun demikian, Kepala dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Siak, Ir. H. Irving Kahar Simbolon MEng, bersama Kabid BMP Siak, Ardi Irfandi, ST.,MM dan juga Bupati, Drs. H. Syamsuar Msi, telah dikonfirmasi awak media melalui sambungan HP pribadi masing-masing, ternyata sampai nada dering hendphon mereka berdering putus, tak diangkat.

Konfirmasi lewat layanan SmS yang dikirim media ini pun, tak dijawab. Bahkan sebelumnya juga, awak media bersama Sekretaris Umum LSM KPK telah melayangkan konfirmasi/klarifikasi tertulis (resmi) sebanyak dua (2) kali yaitu pada tanggal 07 Maret dan 27 April 2016 lalu, namun sampai berita ini naik, bahan konfirmasi media dan LSM, seakan diabaikan atau tak dijawab oleh sang Kadis, Ir. H. Irving Kahar Simbolon MEng, atau Kabidnya Ardi Irfandi, ST.,MM bersama Bupati, Drs. H. Syamsuar Msi.

Barang kali, kepala dinas maupun Kabid BMP Siak dan Bupati, Drs. H. Syamsuar Msi, sudah ketakutan karena dugaan persengkokolan mereka untuk meraup keuntungan yang tidak sah dalam pengelolaan keuangan negara melalui dana APBD Siak sejak tahun 2012 hingga 2015 bakal sampai ke meja Presiden, KPK, Jaksa Agung dan Kapolri dalam waktu yang tidak begitu lama ini.

Bahkan diantara kasus dugaan korupsi dana APBD Siak lainnya termasuk kasus perambahan hutan dan illegal loging, serta kasus penggusuran 200 orang kepala rumah tangga warga masyarakat di Kampung 40 Kabupaten Siak, sedang berjalan untuk dilakukan pengusutannya oleh pihak penegak hukum, termasuk Presiden RI yang telah memberikan peringatan dan teguran keras secara tertulis kepada Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar Msi beberapa bulan yang lalu.

Bagaimana tindakan Presiden RI, KPK, Jaksa Agung dan Mabes Polri menyikapi berbagai kasus dugaan korupsi yang terjadi diwilayah daerah Kabupaten Siak selama ini, tunggu informasi berikutnya. Beritanya hanya ada di situs harianberantas.co.id dan media cetak/koran Berantas pada edisi-edisi mendatang. (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas