Headlines News :
Home » , » Andri Akui Terima Rp400 juta Untuk Tunda Salinan Putusan di MA

Andri Akui Terima Rp400 juta Untuk Tunda Salinan Putusan di MA

Written By Harian Berantas on Monday, May 16, 2016 | 10:29:00 PM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Andri Tristianto Sutrisna mengaku menerima Rp400 juta dari Direktur PT Citra Gading Aristama Ichsan Suadi dan pengacaranya, Awang Lazuardi Embat. Duit diberikan lantaran Andri menyetujui penundaan pengiriman salinan putusan kasasi.
 

Andri Tristianto Sutrisna adalah mantan Kasubdit Kasasi dan Peninjauan Kembali Perdata Khusus Mahkamah Agung. Hari ini, ia bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk terdakwa Ichsan dan Awang.

Andri membeberkan sekitar awal Februari tahun ini, dirinya dibelikan tiket pesawat ke Surabaya, Jawa Timur, oleh Awang. Di Kota Pahlawan, Andri diminta bertemu Ichsan guna membicarakan penundaan pengiriman salinan putusan kasasi.

"Sebelum bertemu, kita ke rumah makan dulu. Di sana sudah dibicarakan dari awal masalah dananya oleh Pak Awang, nanti pak Andri bilang ke pak Ichsan Rp400 juta. Saya bilang, nanti pak Awang lah yang ngomong dengan pak Ichsan, kan pak Awang lebih dekat," kata Andri.

Setelah itu, Andri, Awang, serta Ichsan Triyanto pergi ke salah satu hotel di Surabaya. Dalam pertemuan itu, hadir Ichsan serta adiknya, Andri, Awang, dan Tri.

"Pak Ichsan mengutarakan keinginannya agar berkas ditahan karena akan mengajukan PK. Pak Awang dan pak Tri mengiyakan," ujar Andri.

Hakim meminta penjelasan lebih dari Andri apakah keinginan Ichsan menunda salinan agar tidak ditahan, Andri mengaku tidak tahu. Yang hanya ia tahu, Ichsan tahanan kota

Setelah mengutarakan keinginan ini, terjadilah perbincangan soal duit dan disepakati Rp400 juta. Usai pertemuan, Andri kembali ke Jakarta. 12 Februari, Rp400 juta diserahkan ke Andri. Tak lama,  KPK menangkap Andri, Ichsan, dan Awang.

Ichsan Suaidi divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam kasus megaproyek Dermaga Labuhan Haji senilai Rp82 miliar pada 2014. Di pengadilan tingkat pertama, Ichsan Suaidi divonis dua tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan serta wajib membayar uang pengganti Rp4,46 miliar subsider satu tahun kurungan.

Putusan tersebut tak langsung membuat Ichsan mendekam dalam tahanan. Ia kemudian membayar uang jaminan sebesar Rp8,916 ke Pengadilan Tinggi Mataram agar tak ditahan, lalu mengajukan banding.

Namun di tingkat banding, nasib Ichsan tak berubah dan memutuskan untuk mengajukan kasasi. Di tingkat kasasi, Ichsan justru diganjar oleh majelis hakim yang diketuai Artidjo Alkostar dengan pidana lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan.

Ichsan kemudian menyuap Kasubdit Kasasi Perdata Dit. Pranata dan Tatalaksana Perkara Perdata Mahkamah Agung Andri Tristianto Sutrisna untuk menunda keluarnya salinan putusan dengan tujuan agar tak ditahan. (SOZ)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas