Headlines News :
Home » , , » Diduga Dari Hasil Korupsi, Kadis BMP Siak Miliki Harta Berlimpah

Diduga Dari Hasil Korupsi, Kadis BMP Siak Miliki Harta Berlimpah

Written By Harian Berantas on Monday, April 18, 2016 | 8:14:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Boleh saja warga mencap kinerja Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Kabupaten Siak Provinsi Riau, Ir. H. Irving Kahar Simbolon bersama Kabidnya, Ardi Arfandi, ST.MT, bu­ruk dan sarang korupsi paling aman. Tapi soal harta kekayaan mereka, pasti mem­­­buat publik kaget.

Rumah mewah milik Ir. H. Irving Kahar, Kadis BMP Siak di daerah Gobah Kota Pekanbaru.

Bagaimana tidak, Ir. H. Irving Kahar Simbolon maupun Ardi Arfandi, ST.MT, diduga memiliki se­deret harta berlimpah, mulai dari rumah me­wah, mobil dan beberapa aset mahal lain­nya.

Disinyalir harta berlimpah itu diperoleh mereka dari cara tak wajar. Dia diduga me­man­faatkan kedudukan mereka masing-masing untuk me­num­puk kekayaan pribadi demi pribadi. Investigasi yang di­lakukan Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Pemberantas Korupsi atau LSM KPK, menemukan indi­kasi ko­rupsi pada sejumlah proyek milik Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Siak.

Melalui satuan kerja Dinas BMP Siak sejak tahun 2012 sampai dengan tahun 2015 lalu, telah menggarkan dana APBD dalam pelaksanaan infrastruktur pembangunan jalan dan jembatan maupun turap di wilayah Kabupaten Siak Provinsi Riau dengan nilai puluhan miliar setiap tahunnya.

Namun, sekalipun dana proyek bernilai puluhan miliar dalam setiap tahun tersebut un­tuk mem­bangun jalan, jembatan dan turap diwilayah daerah Kabupaten Siak telah dibayarkan mulai dari 85% hingga 100%, tapi proses pengerjaannya dilapangan diduga buruk dan berbau korupsi.

Dari investigasi dan perhitungan maksimal oleh LSM KPK, ditemukan sejumlah paket proyek tersebut dibeberapa tempat tidak sesuai perhitungan anggaran yang dibayarkan dengan progres yang sebenarnya dilapangan.

Misalnya saja, pekerjaan paket proyek peningkatan jalan Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit yang dilaksanakan PT. Modern Widya Tehnical dibawah pengawasn Dinas Bina Marga dan Pengairan Siak pada tahun 2012 yang menelan biaya sebesar Rp15 miliar lebih ketika itu.

Dimana pelaksanaan pekerjaan kegiatan proyek dilapangan, terindikasi dikorupsi. Karena hasil pengerjaannya yang hanya mencapai 40%, telah dibayarkan kepada rekanan pelaksana 100% (bersih).

Akibatnya, persoalan hukum korupsi yang diduga terjadi pada tahun 2012 silam itu, Kabid Bina Marga dan Pengairan (BMP) Kabupaten Siak, Ardi Arfandi, ST.MT yang mengaku diutus oleh Kepala Dinasnya, Ir. H. Irving Kahar Simbolon berupaya menyogok salah satu Media tepatnya di lantai 7 MP Pekanbaru pada bulan Oktober 2013 silam.

Berkaitan dengan persoalan hukum korupsi yang diduga terjadi di Dinas BMP Siak sejak tahun 2012 s/d 2015 lalu, Ardi Arfandi, ST.MT diruangan rapat BMP Siak kepada media ini akhinyar buka mulut mengungkapkan, “Kami ada ditemui sama  Alwi Zalukhu pemilik tabloid BNN.

Dia mengaku, kalau masalah yang terjadi di proyek kami dilapangan tak diungkap dan dilaporkan oleh pihak yang saya temui di Pekanbaru tahun 2013. Karena dia Alwi Zalukhu mengaku satu tim. Makanya jatah proyek yang telah kami siapkan, dia si Zaluku yang ngerjakan sama beberapa kawannya, akui Ardi menyuap oknum media tabloid  BENN melalui jatah paket proyek dengan tujuan untuk mengamankan salah satu media cetak dan elektronik yang gentol mengungkap berbagai tabir korupsi di Provinsi Riau.

Berangkat dari itu, pada tahun 2014, tercium aroma dugaan korupsi dana APBD pada pembangunan jembatan sungai kelakap (tahap I) sebesar Rp9. 058.173.000 yang terindikasi melibatkan tubuh Bupati Siak, Drs H Syamsuar Msi. 

Sekalipun pihak Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri di Jakarta maupun penyidik Direktur Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau telah menangani kasus dugaan korupsi dan pemalsuan berbagai dokumen pencairan anggaran sudah berjalan hampir satu (1) tahun, namun hingga saat ini para calon tersangkanya masih berkeliaran dan menghirup udara bebas.

Hal tersebut menjadi pertanyaan penggiat anti korupsi dari lembaga LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM-KPK). Karena Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri dan Direskrimum Polda Riau dalam menangani kasus dugaan korupsi dan pemalsuan dokumen sepertinya tebang pilih.

Dimana pelanggaran kasus dugaan hukum korupsi dan pemalsuan tersebut, Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri bersama Direskrimum Polda Riau hanya masih dalam tahap penyelidikan saja.

Sementara, Kanit Unit II Direskrimum Polda Riau, Sopyan maupun penyidik Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri saat dihubungi media ini menyebutkan kalau kasus tersebut telah ada bukti yang jelas.

Akan tetapi, hingga saat ini, penetapan calon tersangkanya pun belum dilakukan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Polri untuk memberantas tindak pidana kejahatan korupsi di wilayah daerah Kabupaten Siak  dipertanyakan.

Selain itu, tokoh pemuda Siak, Zulfahmi kepada media ini beberapa waktu, sangat terkejut ketika pihaknya membaca bukti-bukti kasus korupsi di Kabupaten Siak. “Saya heran kok bukti korupsinya seperti ini sudah jelas lengkap, aparat hukum kita belum bertindak.

Apalagi yang ditunggu mereka (aparat Kepolisian-red). Ini kok bukti beritanya di media Berantas sudah cukup dan jelas. Masak Polda Riau sama Mabes Polri bermain-main lagi”, kesal Zul mengakhiri.

Dari catatan situs ini maupun koran Berantas, ditemukan beberapa bukti kasus dugaan korupsi yang dinakhodai sang Kepala Dinas BMP Siak, Ir. H. Irving Kahar Simbolon dan Ardi Arfandi, ST.MT yakni, dugaan korupsi pembangunan jembatan Sei Kelakap (tahap I) di Kecamatan Mempura sebesar Rp9 miliar yang diawali dengan modus pemalsuan tandatangan dalam dokumen.

Penyimpangan dalam pekerjaan peningkatan jalan Koto Ringin–Sei Nyiur sebesar Rp13. 245.131.000, 00 yang dilaksana oleh PT. Cipta Bangun Abadi. Proyek peningkatan jalan poros Desa Benayah Dosan–Sungai Limau, dikerjakan PT. Cipta Bangun Abadi tahun 2013 senilai Rp16. 308.992.000,00.

Kemudian, proyek peningkatan jalan Merdeka Desa Merempan Hulu dilaksanakan PT. Taruna-PT. Modern KSO sebesar Rp3. 059.319.000,00 yang pengerjaannya dilapangan amburadul. Namun Dinas BMP Siak melakukan pembayaran nilai kontrak yang tidak sesuai dengan fakta lapangan.

Penyimpangan peningkatan jalan SDN 004 Desa Sabak Permai dengan nilai kontrak setelah diaddendum dua kali dengan merubah nilai kontrak dari Rp4. 303.445.000,00 menjadi Rp4. 581.891.000,00. Dimana proses pengerjaan dilapangan ditemukan item-item bahan materil tidak sesuai dengan RAB/kontrak. Peningkatan jalan Margo Ayu Desa Laksmana yang dilaksanakan PT. Modern Widya Tehnical sebesar Rp4. 543.882.000,00;

Dugaan korupsi pekerjaan peningkatan jalan parit Makmur–Teluk Mesjid oleh PT. Modern Widya Tehnical senilai Rp3,945 miliar. Penyimpangan  peningkatan jalan simpang jembatan SSH simpang pos Meredan dengan nilai kontrak setelah terjadi perubahan nilai kontrak sebesar Rp30. 609.850.000,00 dengan kontraktor  PT. Modern Widya Tehnical juga. Penyimpangan pemeliharaan berkala jalan parit I/II Teluk Mesjid, jalan Hang Tuah, jalan Diponegoro dan jalan Rintis sebesar Rp4. 834. 279.000,00.

Ir. H. Irving Kahar Simbolon, Kepala Dinas maupun Ardi Arfandi, ST.MT saat dikonfirmasi media ini secara tertulis (resmi), Senin 07 Maret 2016 lalu atas sejumlah bukti kasus dugaan korupsi APBD pada SKPD dinas BMP Siak tersebut, sampai berita ini lagi naik, seakan konfirmasi yang disampaikan tak direspon Ir. H. Irving Kahar Simbolon, ataupun Kabidnya Ardi Arfandi, ST.MT

Sebagai sesama pegawai, sum­ber mengaku heran posisi Ir. H. Irving Kahar Simbolon, Kepala Dinas dan Ardi Arfandi, ST.MT selaku Kabid Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Siak, tetap saja di pertahankan oleh Drs H Syamsuar Msi atau Bupati. Sementara mereka (Ir. H. Irving Kahar Simbolon dan Ardi Arfandi, ST.MT) itu, awalnya bukan ja­ba­tan struktural, juga bukan fung­sional.

Bahkan kinerja mereka pun selama duduk di Dinas Bina Marga dan Pengairan) di Siak, selalu buruk yang dinilai hanya mencari keuntungan supaya harta mereka berlimpah seperti rumah me­wah, mobil dan beberapa aset mahal lain­nya, kata sumber sambil menyerahkan bukti photo rumah mewah, mobil, kolam kebun sawit milik kedua pejabat BMP di Kabupaten Siak itu.  (TR/ALW)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas