Headlines News :
Home » , , » Giliran LSM KPK, Polda Riau Didesak Tuntaskan Kasus Korupsi di Riau

Giliran LSM KPK, Polda Riau Didesak Tuntaskan Kasus Korupsi di Riau

Written By Harian Berantas on Tuesday, April 12, 2016 | 11:23:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Puluhan aktivis Dewan Pimpinan Pusat LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (DPP LSM KPK) menggelar demo di Polda Riau. Mereka mendesak penuntasan sejumlah dugaan kasus korupsi di Riau termasuk penggelapan dana hibah dan pemalsuan dokumen organisasi Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Riau yang ditangani Polresta Pekanbaru sejak tahun 2014 silam, Selasa (12/04/2016).


Aksi ini untuk mendesak penuntasan sejumlah dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan Pemrov Riau, Pemko Pekanbaru, Pemkab Bengkalis, Pemkab Siak dan Pemkab Inhu yang sudah mengendap bertahun-tahun. Serta dugaan penggelapan dana hibah Pemko Pekanbaru dan pemalsuan data organisasi GWI Riau oleh Amponiman Batee, Cs, sebut Jaya.

Dalam pernyataan tertulisnya, LSM KPK menyebutkan sejumlah dugaan korupsi yang dimaksud. Seperti yang terjadi di era priode Ir. Herliyan Saleh sebagai Bupati Bengkalis. Ada dugaan korupsi dana bansos/hibah tahun 2012 yang merugikan keuangan sebesar Rp272 miliar lebih yang saat ini penanganan Polda Riau terkesan berbelit-belit.

Kemudian, proyek pembangunan jembatan sungai kelakap Kecamatan Mempura di Siak yang telah disidik oleh Polda Riau dan Tipikor Bareskrim Mabes Polri. Kasus dugaan korupsi sebesar Rp9 miliar lebih dan pemalsuan dokumen milik rekanan lainnya ini, sudah dilaporkan sejak 2015 lalu, tapi sampai sekarang masih mengendap. Ada apa dengan aparat penegak hukum?” teriak Korlap LSM KPK, Jaya dalam orasinya.

Dalam orasinya LSM KPK juga menyebut ada indikasi korupsi di PU Riau dalam pekerjaan proyek peningkatan jalan Pangkalan Kasai-Lubuk Kandis tahun 2015 sebesar Rp14,1 miliar, peningkatan jalan Pangkalan Kuansing sebesar Rp34,2 miliar. 

Sementara kasus dugaan korupsi di Pemkab Inhu, disebutkan dugaan korupsi dana hibah dan bansos sejak tahun 2013 sampai tahun 2015 sebesar Rp201 miliar lebih.

Setelah menggelar demo di Mapolda Riau Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, massa langsung bergerak menuju Dinas Bina Marga Riau dengan tuntutan mempertanyakan penyebab kecepatan kerusakan berbagai paket proyek yang belum seumur jagung setelah selesai dikerjakan sudah memprihatinkan. (Ismail).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas