Headlines News :
Home » » Bank Mandiri Pekanbaru Sudirman Atas “Bungkam” Soal Dugaan Persengkokolan Pemalsuan Identitas Pembuatan Rekening

Bank Mandiri Pekanbaru Sudirman Atas “Bungkam” Soal Dugaan Persengkokolan Pemalsuan Identitas Pembuatan Rekening

Written By Harian Berantas on Wednesday, April 13, 2016 | 12:51:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Bank Mandiri KCP Pekanbaru Sudirman Atas, hingga Minggu (10/04/2016) belum bersedia memberikan klarifikasi terkait kasus dugaan persengkokolan dalam pemalsuan identitas pembukaan rekening Direktur PT. Surya Citra Karya Gemilang, Ir. Sulijar Situmeang untuk mencairkan dana pekerjaan pembangunan jembatan sungai kelakap Kecamatan Mempura yang diduga berbau korupsi pada tahun anggaran 2014 di Kabupaten Siak Provinsi Riau sebesar Rp.9.058.173.000.

Pimpinan Bank Mandiri KCP Pekanbaru Sudirman Atas, Ryan saat dihungi via telepon terkait surat konfirmasi yang dikirim media ini bersama LSM KPK, Senin (04/04/2016) pekan lalu, No: 287/PEMRED-BR/LSM-KPK/PKU/IV/2016 yang diterima oleh Tasma, sekretaris Bank Mandiri KCP Pekanbaru Sudirman Atas tersebut, tak mau memberikan keterangan lebih jauh. Surat konfirmasi yang diterima pun, tak kunjung dijawab. Seakan, bobrok Bank Mandiri tersebut takut diketahui publik lebih jauh.

Seperti diberitakan harianberantas.co.id (edisi 09/04) lalu, Bank Mandiri Sudirman Atas diduga ikut serta sebagai otak dalam pemalsuan data dan identitas Direktur PT. Surya Citra Karya Gemilang, Ir. Sulijar Situmeang yang dianggap sebagai salah satu nasabahnya sejak tahun 2014 silam.

Hal ini terungkap ketika Ir. Sulijar Situmeang (korban) mengetahui nama perusahaan yang dipimpinnya PT. Surya Citra Karya Gemilang (PT.SCKG) dicatut sebagai pelaksana pekerjaan pembangunan jembatan sungai kelakap yang diduga berbau korupsi di Kecamatan Mempura Kabupaten Siak tahun 2014 sebesar Rp9. 058.173.000.

Namun, pihak Dirut PT. SCKGM, Ir. Sulijar Situmeang, tidak pernah melaksanakan kegiatan pembangunan jembatan sungai kelakap bersumber biaya APBD Kabupaten Siak tahun 2014 silam itu, maupun memberikan identitas asli apapun dan surat kuasa kepada siapa-siapa untuk membuat rekening nasabah (PT. SCKG) pada Bank Mandiri cabang Pekanbaru Sudiarman Atas.

Merasa tidak pernah mengajukan pembuatan rekening dan lain sebagainya dibalik kasus dugaan korupsi dana pembangunan jembatan sungai kelakap di Kabupaten Siak itu, pihak Direktur PT. Surya Citra Karya Gemilang, Ir. Sulijar Situmeang pun bersama redaksi media Berantas, perwakilan media harian umum “Sinar Indonesia Baru (SIB)” dan lembaga penggiat korupsi di Pekanbaru-Riau, LSM KPK, mengecek bukti pembuatan rekening tersebut di Bank Mandiri KCP Pekanbaru Sudirman Atas, mendapatkan dan mengetahui dalam pembukaan rekening nasabah perusahaan yang diduga asli tapi palsu (Aspal), terdapat sebelas jenis dokumen pembukaan rekening yang diawali surat kuasa dan tanda tangan palsu yakni, pemalsuan tandatangan dan stempel/cap dalam surat kuasa tanggal 22 April 2014.

Kemudian, tanda tangan palsu dalam aplikasi pembukaan jenis rekening 1080i, Nomor: 108. 0013294039. Penarikkan dana melalui cek sebanyak dua kali pada tanggal 26 Mei 2014, penarikkan/pencairan dana proyek jembatan sungai kelakap kabupaten Siak lagi melalui bilyet giro sebanyak dua kali tanggal 30 Mei 2014 serta bukti photo copy KTP milik Dirut PT. Surya Citra Karya Gemilang, Ir. Sulijar Situmeang yang dijadikan sebagai persyaratan dalam pembukaan rekening abal-abal tersebut yang terindikasi sengaja dilakukan oleh Kahirul Isqmal bekerjasama dengan Bank Mandiri KCP Pekanbaru Sudirman Atas dan lain sebagainya lagi.

Setelah diklarifikasi ke Bank Mandiri KCP Pekanbaru Sudirman Atas itu, Neny yang mengaku sebagai pihak petugas pembuka pembuatan rekening nasabah Bank Mandiri mengaku tidak mengetahui pemalsuan tandatangan dan identitas tersebut. Karena pada saat rekening atas nama Dirut PT. Surya Citra Karya Gemilang dibuat, melalui anggotanya saja, ucap Neny terbata-bata diruangan kerjanya.

“Saya kaget juga kok bisa rekening perusahaan Dirut PT. Surya Citra Karya Gemilang ini bisa dibuka kalau tak ada KTP asli maupun akte notaris dan persyaratan lainnya yang asli dari pak Sulijar Situmeang ini. karena saat rekening ini dibuka, melalui petugas kami” ujar Neny kepada Wartawan dan LSM.

Dirut PT. Surya Citra Karya Gemilang, Ir. Sulijar Situmeang mengaku merasa sangat dirugikan dengan kejadian ini, meminta lembaga LSM KPK, agar melaporkan PT Bank Mandiri KCP Pekanbaru Sudirman Atas tersebut kepihak Kepolisian, Kejaksaan KPK, PPATK, LPS, OJK Pusat, Komisaris Utama PT. Bank Mandiri, Gubernur Bank Indonesia (Bank BI) dan ke pihak Menteri BUMN di Jakarta.

Ir. Sulijar Situmeang menambahkan kemungkinan besar data terkait dirinya didapatkan oleh Kahirul Isqmal dan Bank Mandiri, saat PT. Surya Citra Karya Gemilang mengikuti tender paket proyek di Pemda Kabupaten Siak Provinsi Riau  pada tahun 2014. 

Namun pihaknya tidak pernah memberikan nama perusahaan  PT. Surya Citra Karya Gemilang tersebut sub-kontrak maupun surat kuasa dan menandatangani dokumen dalam pekerjaan pembangunan jembatan Sungai Kelakap tersebut di Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Siak pada tahun 2014 silam itu.

“Saya tidak pernah memberikan identitas asli saya seperti KTP, akte notaris perusahaan dan lain sebagainya kepada siapa pun. Apalagi menandatangani dokumen pekerjaan pembangunan jembatan sungai kelakap itu di Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Siak, tidak ada,” terangnya kepada media ini beberapa waktu.

Menyikapi hal ini, Sekum LSM KPK, B. Anas  mengancam akan melaporkan PT Bank Mandiri KCP Pekanbaru Sudirman Atas tersebut kepihak Kepolisian, Kejaksaan KPK, PPATK, LPS, OJK Pusat, Komisaris Utama PT. Bank Mandiri, Gubernur Bank Indonesia (Bank BI) dan ke pihak Menteri BUMN.

Diakuinya, “Sangat menyayangkan bila hal itu terjadi karena seharusnya perbankan Indonesia dalam menjalankan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian, sesuai Pasal 2 UU Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan,” katanya.

Di sini pentingnya prinsip kehati-hatian, karena prinsip tersebut merupakan prinsip utama bagi perbankan dalam menjalankan usahanya. Prinsip kehati-hatian terutama digunakan dalam pembuatan pembukaan rekeniang yang tidak asal dibuat tanpa ada identitas dan legalitas yang jelas.

Sebagai pelaksanaan prinsip kehati-hatian dalam membuat rekening siapapun atau nasabah itu sendiri. Undang-Undang Perbankan menentukan bank wajib memiliki keyakinan berdasarkan analisis yang mendalam.

Seharusnya, ucap Anas, Bank Mandiri menolak pengajuan pembuatan pembukaan rekening yang tidak diketahui nasabah yang bersangkutan, serta tidak ada identitas asli yang lengkap itu.

“Bank Mandiri kok mau membuat rekening nasabah yang cuma persyaratannya hanya bukti photo copy identitas doang saja. Ini Bank Mandiri sudah tidak benar lagi,” katanya. (Jaya).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas