Headlines News :
Home » , , , » Kadis PU Bengkalis & Kontraktor Layak di Pidana Terkait Aroma Korupsi Peningkatan Jalan di Desa Pematang Duku

Kadis PU Bengkalis & Kontraktor Layak di Pidana Terkait Aroma Korupsi Peningkatan Jalan di Desa Pematang Duku

Written By Harian Berantas on Friday, March 11, 2016 | 10:44:00 PM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Realisasi proyek peningkatan jalan Kuala Perkebunan Jalan Sido Tenan Desa Pematang Duku Kabupaten Bengkalis menuai sorotan tajam dari warga setempat. Disinyalir proyek infrastruktur yang menghabiskan anggaran Rp4. 504.438.000,00 atau sebesar Rp4,5 miliar lebih itu tidak sesuai dengan RAB sehingga merugikan keuangan negara mencapai Rp1,8 miliar.

     Tampak keburukan kinerja kontraktor PT. Menara Gunung Dewa                          JUL (Pelaksana)

Dari informasi dan pantauan wartawan Berantas dan lembaga penggiat anti korupsi dari LSM KPK di lokasi proyek beberapa waktu lalu, volume panjang peningkatan jalan hanya direalisasikan sekitar 1150 meter. Padahal sesuai kontrak kerja peningkatan jalan mestinya dibangun agregat Base B dan semenisasi beton 2000 meter.

Anggaran proyek itu bersumber dari APBD Kabupaten Bengkalis tahun anggaran 2015, dikerjakan kontraktor PT. Menara Gunung Dewa    sesuai nilai kontrak sebesar Rp4. 504. 438.000,00 atau sebesar Rp4,5 miliar dengan masa pengerjaan 130 hari kalender (HK).

Beberapa warga mengungkapkan kecurigaan adanya tindak pidana korupsi pada pembangunan peningkatan jalan Kuala Perkebunan Jalan Sido Tenan Desa Pematang Duku menuju perkebunan karet milik mantan wakil Bupati, Suayatno, yang dianggarkan pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bengkalis itu.

Seorang warga Sei Tasik Desa Pematang Duku yang tidak ditulis jati dirinya kepada Wartawan mengatakan, volume atau panjang pembangunan peningkatan jalan masuk menuju kebun karet milik wakil Bupati Bengkalis (mantan-red) itu tidak sesuai dengan kontrak yang pernah diperlihatkan oleh kontraktor kepada kami pada tahun 2015 lalu.

“Jalan masuk dikebun karet milik mantan wakil Bupati Bengkalis yang terlaksana hanya kurang lebih 1150 meter dan ketebalan timbunan Base B yang terlaksana hanya 10 sampai 13 centi. Sementara dalam kontrak, panjang jalan yang dimaksud adalah 2000 meter dan ketebalan Base B-nya 20 cm. Itu, artinya terjadi selisih volume panjang antara yang sudah ditetapkan dalam RAB proyek dengan fakta yang telah dikerjakan” ungkapnya kepada Wartawan dan LSM.

Ia menduga adanya kerjasama antara oknum Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis dengan kontraktor PT. Menara Gunung Dewa untuk mengambil keuntungan lebih besar secara tidak sah dari proyek peningkatan jalan Kuala Perkebunan Jalan Sido Tenan Desa Pematang Duku yang kegunaannya hanya kepentingan jalan menuju kebun karet seluas 20 hektar are (HA) milik mantan Wakil Bupati Bengkalis periode 2010-2015 lalu.

Lebih lanjut, warga menaksir kerugian negara dari proyek itu sekitar Rp1,8 miliar. Jumlah itu dihitung dari selisih panjang jalan atau semenisasi beton dan agregat Base B yang seharusnya dikerjakan.

“Panjang semenisasi beton jalan itu kurang 850 meter dan kekurangan ketebalan Base B, 6-7 cm lagi. Itupun, semenisasi beton yang dilakukan sudah pada miring dan rusak berat. Padahal, kendaraan bertonase berat yang melewati jalan itu tidak ada. Jadi, kalau dibanding dengan jumlah nilai anggaran sebesar Rp4,5 miliar lebih itu, maka uang yang dikorupsi itu sekitar Rp1,8 miliar” tandasnya.

Warga juga mendesak pihak Kepolisian dan Kejaksaan agar segera mengusut dugaan korupsi pembangunan peningkatan jalan Kuala Perkebunan Jalan Sido Tenan Desa Pematang Duku Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis tersebut. Semua pihak yang diduga terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Segera usut kasus itu dan periksa kepala dinas Pekerjaan Umum (PU) dan pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, rakyat Bengkalis sudah tidak mau membiarkan mereka para pejabat lintah darat menghisap terus uang negara yang bersumber dari pajak yang setiap tahun kami bayarkan ke negara” tegasnya.

Menyikapi hal ini, Jul yang mengaku sebagai pihak pelaksana lapangan dan Apan selaku pemenang (Penanggungjawab) kegiatan proyek yang diduga beraroma korupsi tersebut kepada harianberantas.co.id di Hotel Horizon Bengkalis, Kamis (11/03/2016) sore mengatakan, kekurangan volume jalan Kuala Perkebunan Jalan Sido Tenan Desa Pematang Duku yang kami kerjakan itu, karena lokasi tanahnya yang labil, ujar Jul dan Apan.

Jul dan Apan secara bergantian menyebutkan, pertamanya kami tak tahu kalau lokasi proyek yang kami kerjakan itu lokasinya di tanah yang labil (Gambut).  Namun ketika kami memulai mengerjakannya, baru kami tahu kalau proyek itu sangat susah untuk dibangun karena kondisi lokasinya seperti itu, sebut Jul dan Apan lagi.

Ketika realisasi proyek yang diduga tidak sesuai kontrak tersebut ditanya? “Itu sudah termen 100 persen (%) pak, jawab Jul. “Pembayarannya sudah 100%. Karena proyek jalan itu sudah di CCO (Contract Change Order) sama pihak PU Bengkalis, jawab Jul.

Diakhir wawancara, Jul kepada group Media Berantas mengatakan, kita hanya cari makan saja pak. Memang wajah kami nampak wajah preman, namun hati kami bukan seperti muka kami yang ada, ucapnya seakan ngemop Wartawan dan aktivis anti korupsi.

Terkait dengan permasalahan ini, Ketua DPD LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (DPD LSM-KPK) cabang Bengkalis, Deady Rofika didampingi anggota investigasinya, Tusmin, mengatakan kalau memang benar apa yang di duga masyarakat Desa Pematang Duku terhadap pelaksanaan proyek jalan di Kuala Perkebunan Jalan Sido Tenan Kabupaten Bengkalis tersebut, pihaknya akan segera melaporkan permasalahan ini ke aparat penegak hukum dari berbagai tingkatan.

“Kita tidak ingin masyarakat dianggap tidak bisa kritis terhadap penyimpangan, kita berharap pembangunan di Kabupaten Bengkalis memang untuk menciptakan kesejahteraan di Kabupaten Bengkalis, dan bukan cuma untuk memperkaya segelintir orang,” tegasnya.

Hingga berita ini naik, Kadis PU Bengkalis, Ir. H. M. Nasir, MP maupun keponakannya Isnariao sebagai PPTK peningkatan jalan Kuala Perkebunan Jalan Sido Tenan Desa Pematang Duku tersebut, belum memberikan keterangan saat dihubungi Wartawan. Bahkan konfirmasi tertulis media Berantas seminggu yang lalu dan diterima staf sekretariat Dinas PU Bengkalis,  Ros, tak ada jawaban.

Oleh sebab itu, aparat Kepolisian dan Kejaksaan, diminta kiranya membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan saksi-saksi sekaligus menjadikan bukti data lapangan yang ada pada media ini sebagai bukti awal untuk memanggil pihak terkait sebagai saksi, baik konsultan pengawas/supervisi, kontraktor pelaksana, Kadis PU, PPTK dan sekaligus pihak bagian perencanaan proyek peningkatan jalan Kuala Perkebunan Jalan Sido Tenan Desa Pematang Duku tersebut serta tidak adanya keragu-raguan menaikkan status para saksi atas dugaan korupsi yang cukup lumayan besar ini. (UDIN)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas