Headlines News :
Home » , » Terpidana Korupsi Bansos Bengkalis Tolak Divonis 8 Tahun Penjara

Terpidana Korupsi Bansos Bengkalis Tolak Divonis 8 Tahun Penjara

Written By Harian Berantas on Thursday, February 11, 2016 | 7:40:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Terpidana korupsi dana Bansos, mantan Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah divonis 6 tahun lebih ringan dari tuntutan jaksa. Meski demikian ia tetap menolah hukuman 8 tahun penjara dan banding. 


Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang dipimpin AS Pujo Harsoyo menyatakan terpidana utama korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Pemkab Bengkalis, mantan Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah bersalah, namun dalam sidang vonis yang digelar Kamis (11/2/2016) hukuman yang dijatuhkan jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Sebelumnya, JPU menuntut mantan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut dengan hukuman 14 tahun penjara, kini hakim hanya menvonisnya hukuman 8 tahun penjara. Sementara untuk dendan sama. Rp500 juta subsiden 5 bulan penjara. Uang pengganti kerugian negara Rp2,7 miliar subside 2 tahun penjara. 

Hakim juga sependapat dengan JPU terkait hak politik Jamal Abdilah yang dibekukan 18 tahun. Artinya, terpidana baru bisa terlibat kegiatan politik setelah 10 tahun bebas dari hukuman.

Anehnya, meskipun hukuman yang dijatuhkan pada dirinya jauh lebih ringan dari tuntutan JPU, namun Jamal Abdillah justru tak terima. Dengan tegas ia menyatakan banding begitu ditanya hakim. "Saya menyatakan banding Yang Mulia Hakim," ucap Jamal.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Eka Safitra SH dan Wilsa SH dan Reza Pahlevi SH, menyatakan pikir pikir. Usai mendengarkan pernyataan terdakwa dan jaksa. Majelis hakimpun menutup sidang.

Sebelumnya, Jamal Abdilah, mantan Ketua DPRD Bengkalis. Dituntut hukuman pidana penjara selama 14 tahun, denda Rp500 juta atau subsider selama 8 bulan. Selain itu, terdakwa juga diwajibkan membayar uang penggati kerugian negara sebesar Rp 2,7 miliar atau subsider selama 7 bulan, dan hak politik atau berpolitik terdakwa dicabut. 

Seperti diberitakan berkali-kali edisi media ini sebelumnya, Perbuatan terdakwa Jamal Abdilah, terjadi dari tahun 2011 hingga 2014 lalu, semasa terdakwa menjabat sebagai Ketua DPRD Bengkalis dan selaku Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bengkalis. Dimana pada tahun 2012, terdakwa mengagendakan atau membahas tentang pemberian dana hibah atau bantuan sosial bagi masyarakat di Kabupaten Bengkalis.

Dalam pembahasan tersebut, terdakwa kemudian mengusulkan nama nama calon penerima dana hibah sebangak 1389 kelompok dengan dana anggara sebanyak Rp115. 190.000.000.

Usulan pemberian dana hibah tersebut disahkan oleh Herliyan Saleh, selaku Bupati Bengkalis. Padahal, berdasar nota anggaran yang diajukan melalui Ranperda Kabupaten Bengkalis kepada Pemerintah Provinsi Riau. Gubernur Riau, Rusli Zainal, merubah dan menciutkan sejumlah anggaran anggran dalam nota tersebut. Dengan Keputusan Gubernur Nomor Kpts 133/II/2012 tentang hasil evaluasi Ranperda tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah tahun 2012.

Namun hal itu tidak patuhi untuk dilaksanakan oleh terdakwa bersama Herliyan Saleh. Herliyan Saleh tetap menandatangani Perda tentang anggaran belanja yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kemudian, pada tanggal 1 November 2012, ditetapkan lagi Perda tentang Perubahan Anggaran Belaja Daerah, dengan dana anggaran Hibah sebesar Rp 272.277.491.850, dan Azrafiany Aziz Raof, selaku Pejabat Pengelola Keuangan Daerah, menandatangani dan mensyahkan dokumen pelaksana perubahan anggaran tersebut. 

Akibat perbuatan terdakwa Jamal Abdilah bersama sama dengan, Hidayat Tagor Nasution, Rismayeni, Tarmizi, Purboyo, H Herliyan Saleh, Azrafiany Aziz Raof, Subari dan Mahmudin bin Malik. Telah merugikan negara sebesar Rp31.357.740.000. Karena sejumlah proposal dana bantuan kebanyakan fiktif.***

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas