Headlines News :
Home » , » PULUHAN JUTA GAJI TENAGA KERJA, PT. WSSI DIDUGA SENGAJA GELAPKAN

PULUHAN JUTA GAJI TENAGA KERJA, PT. WSSI DIDUGA SENGAJA GELAPKAN

Written By Harian Berantas on Wednesday, February 3, 2016 | 10:56:00 AM

HARIANBERANTAS, SIAK--- Sudah hampir setahun janji ke janji yang sering disampaikan oleh PT.Wana Subur Sawit Indah (WSSI) Buatan II melalui "Tamrin" selaku Humas di perusahaan tersebut, kepada tenaga kerja sebagai kontraktor lokal, tetapi janji yang sering disampaikan itu, tidak kujung ditepati. 

Seperti yang dialami oleh Hendrik Waruwu, Rumiati dan Haugo Lase dimana ketiga kontraktor ini sudah jenuh dan lelah menunggu gaji mereka yang belum diselesakan dibayar oleh PT.WSSI BUATAN II, sampai saat ini.

Para kontraktor ini saat menyampaikan kejadian tersebut kepada Wartawan (25/8/2015) "kami sebelum kerja, sudah membuat Surat Perjanjian Kerja Lokal (SPKL) dengan pihak Perurasahaan yang kami tandatangani bersama dengan Pimpinan Perusahaan PT.WSSI yaitu Parulian M. Pardede Selaku Askep di PT.WSSI Buatan II Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak" terangnya.

Dalam surat SPKL yang di keluarkan PT.WSSI melalui Asisten Kepala (ASKEP) Parulian Pardede, atas nama Rumiati, Nomor : 001/PKL/WSSI/KB.II/IV/2015 disepakati harga Rp. 600.000 per hektar, Haugo Lase Nomor : 002/PKL/WSSI/KB.II/IV/2015 disepakati harga Rp.600.000 perhektar, dan atas nama Hendrik Waruwu Nomor : 003/PKL/WSSI/ KB.II/IV/2015 juga disepakati Rp.600.600 perhektar. Sehingga total semua gaji ketiganya tenaga kerja Kontraktor ini selama mereka kerja beberapa bulan, terakhir bulan April 2015 yang lalu, mencapai lebih kurang Rp. 100 juta menurut aprah total hasil kerja ketiganya kontraktor ini.

Saat Wartawan Media ini bersama Hendrik Waruwu dan Haugo Lase, 31/8/2015 mendatangi kantor PT. WSSI di Pekanbaru yang berlamat di Jln Teratai No. 40, sangat di sayangkan karena yang bisa di temui hanya Ibu Dian. 

Saat dikonfirmasi ianya menjelaskan, "maaf pak, kalau saya dikantor ini hanya menerima laporan dari pimpinan perusahaan dari kebun, karena saya disini hanya bagian tata usaha administrasi, apa yang disampaikan dikantor atas perintah pimpinan saya disini, itulah yang saya sampaikan kepada Direktur perusahaan di Jakarta. 

Lebih baik bapak pertanyakan kepada Pak Tamrin selaku pimpinan saat ini disana yang menggantikan pak Pardede yang sudah cabut baru-baru ini. Mudah-mudahan bapak bisa dapat jawaban kenapa belum juga dibayar sampai saat ini gaji tenaga kerja kontraktor ini" pungkasnya.

Atas petunjuk Ibu Dian, berselang beberapa hari Wartawan Media ini bersama salah satu kontraktor yaitu Hendrik Waruwu, mendatangi Pak Tamrin di kediamannya di Buatan II, ketika dipertanyakan kenapa belum dibayar gaji tenaga kerja kontraktor, awalnya ianya berdalih tanggung jawab, melemparkan kepada Parulian M. Pardede selaku pimpinan semasa kedua Kontraktor ini bekerja di PT.WSSI, "persoalan belum dibayarkan gaji kontraktor sebetulnya masih tanggung jawab Pardede, saya belum ada serah terima segala administrasi perusahaan dengannya. Tetapi tetap akan saya perjuangkan untuk menyampaikan kepada Direktur Pak Hokiarto di Jakarta" ujarnya.

Ketika di hubungi Parulian M Pardede melalui via selulernya yang mempertanyakan terkait masalah gaji tenaga kerja kontraktor semasa ia impin tersebut, "saya membuat SPKL dengan Kontraktor lokal sesuai mandat atau perintah Direktur perusahaan, karena hasil kerja kontraktor mustahil kalau saya bawa sesudah saya diberhentikan sebagai pimpinan di perusahaan PT.WSSI, kan tentu ada pengganti posisi saya disana, jadi harus mereka bayarkan kepada kontraktor. Karena hasil kerja kontraktor dilapangan sudah di audit tim dari Jakarta utusan Direktur perusahaan" jelasnya. 

Menjelang akhir tahun 2015, dari pihak PT.WSSI melalui juru bayar tenaga kerja yaitu ibu Dian, yang disaksikan oleh Manager PT. WSSI yang baru Pak Juntak dan Pak Tamrin selaku Humas PT.WSSI juga dihadiri ketiganya para Kontraktor dan turut hadir Wartawan Media ini mendapingi kontraktor di rumah Pak Tamrin, (10/11/2015) hanya memberikan uang kepada ketiganya kontrator ini sebesar Rp. 8 juta per satu kontraktor. Namun uang yang diberikan kepada kontraktor saat itu, tidak tertera dalam Kwitansi apa maksud dan tujuan uang tersebut.

Baru-baru ini ketika dihubungi Wartawan, Tamrin melalui via telpon selurnya, saat dipertanyakan bagaimana lanjutan penyelesain sisa gaji Kontraktornya, Tamrin terus berkilah mengatakan "sudah saya sampaikan kepada pemilik perusahaan tapi gimana ya, dulu kerja kontraktor ini banyak permainan dilapangan. Tidak sesuai harga segitu, saya lagi gak enak badan ini" tutupnya diujung telpon.

Sampai berita ini turun, belum ada kejelasan dari PT.WSSI bagaimana penyelesaian gaji para kontraktor ini, saat di pertanyakan kepada salah satu kontraktor Hendrik Waruwu dan Haugo Lase, "kami sudah habis kesabaran menunggu hasil keringat kami" kami tinggal nunggu selera PT.WSSI saat ini. Tutupnya dengan nada kesal. *azw*
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas