Headlines News :
Home » , , , , » LSM Abal-Abal Bekingi Kasubag Dinas Sosial Terkait Korupsi Hibah di LAMR Bengkalis Rp3,5 Miliar

LSM Abal-Abal Bekingi Kasubag Dinas Sosial Terkait Korupsi Hibah di LAMR Bengkalis Rp3,5 Miliar

Written By Harian Berantas on Friday, February 19, 2016 | 5:12:00 PM

BENGKALIS,HARIANBERANTAS--- Ulah oknum LSM abal-abal, Deni Amriadi, dinilai telah melampaui batas untuk merusak citra lembaga sosial LSM di wilayah daerah Kabupaten Bengkalis. Bukannya menjalankan fungsi sebagai tugas ormas/lsm yang sesungguhnya, justeru LSM abal-abal, Deni Amriadi ini malah membekingi praktek kasus korupsi yang diduga melibatkan tubuh bendahara LAMR, Yuli Hartati, yang merupakan Kasubag pada SKPD Dinas Sosial Bengkalis.

Doc. Tim Berantas saat meninjau peralatan gedung LAMR Bengkalis yang diduga berbau korupsi 

Peristiwa ini terjadi, saat wartawan www.harianberantas.co.id diminta oleh Kasubag Dinas Sosial Bengkalis, Yuli Hartati, bertemu dikantornya, Jum’at (19/02) siang mengenai pemberitaan situs ini terkait kasus korupsi yang diduga terjadi dalam pengelolaan bantuan hibah untuk pengadaan perlengkapan alat-alat kantor gedung Laskar Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau senilai Rp3,5 miliar.

Ketika wartawan www.harianberantas.co.id sampai dikantor Dinas Sosial Bengkalis, secara tiba-tiba oknum LSM abal-abal, Deni Amriadi yang dinilai kerap kali cari muka didepan mata pejabat koruptor di Bengkalis demi sesuap nasi dan sebungkus rokok surya, keluar dari ruangan kerjanya Yuli Hartati langsung marah seraya membentak media ini. “Pantek. Ngapain kau datang kesini mau jumpa ibu Yuli? Minta uang kamu dulu, lantangnya memeras dan emosi.

Namun sebagai manusia biasa yang tidak terlepas dari silaf dan emosi juga, media ini pun langsung memegang muka dan kepala botak oknum LSM abal-abal, Deni Amriadi itu dihadapan para pegawai/staf dinas sosial Bengkalis yang ikut menyaksikan perilaku oknum LSM abal-abal itu terhadap Jurnalis (Wartawan).

"Kenapa anda yang marah-marah?. Kami datang kesini karena diminta oleh Yuli Hartati seputar pemberitaan kasus penggelapan dana hibah untuk gedung LAMR Bengkalis tahun 2015 lalu," tanya Wartawan.
"Saya tangani nanti kamu, baru kamu tahu,”  ucap Deni Amriadi menantang. Namun, muka oknum LSM abal-abal Deni ini pun, puncak bahkan ingin meminta salah seorang Jurnalis dari salah satu media yang ikut melihat peristiwa saat terjadi melerai pertikaian.

"Berarti tujuan anda ini membantu tindak kejahatan Yuli Hartati itu ya. Oke, saya siap melanjutkan sesuai aturan yang berlaku. Saya ingatkan, anda jangan sesekali mau cari muka lagi dan melindungi Yuli yang bakal tersandung kasus korupsi APBD tahun 2015 lalu itu. Kau kalau mau ngemop orang, lihat orangnya dulu, nanti kumasukkan kepala botak kau itu ke dalam parit ini" kata harianberantas.co.id ini, merupakan Pemred media cetak/koran Berantas. 

Seperti diketahui, penyelewengan APBD bersumber biaya dana hibah pada tahun 2015 untuk LAMR Kabupaten Bengkalis, didapat berbagai praktek kongkalikong mulai dari proses pengadaan perlengkapan alat-alat kantor LAMR Bengkalis yang telah melewati batas waktu, dan bukti rekayasa Mark Up sesuai bukti SPJ/LKPJ kegiatan, hingga pemberian dana hibah berupa uang yang dinilai terlah melanggar norma-norma kaidah hukum diantaranya;

Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 32 tahun 2008 tentang pedoman penyusunan APBD tahun anggaran 2009 lampiran bagian ke II point 2 angka 8 huruf (a): Dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Pemda dapat memberikan Bansos kepada kelompok/anggota masyarakat, namun tetap dilakukan selektif tidak mengikat dan jumlahnya dibatasi. 

Kemudian, norma-norma kaidah hukum, Menteri Dalam Negeri No. 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah yaitu, (a) Pasal 208: Permintaan pembayaran  belanja bunga, subsidi, hibah bantuan sosial, belanja bagi hasil, bantuan keuangan dan pembayaran oleh Bendahara pengeluaran SKPKD (b) pasal 133 ayat (2) penerima subsidi, hibah, bantuan sosial dan bantuan keuangan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam peraturan Kepala Daerah. Dan selanjutnya, UU No. 31 tahun 1999 Psl 5 ayat (2) Pasal 12 huruf (a).

Sebelumnya juga, bendahara LAMR Bengkalis, Yuli Hartati, merupakan Kasubag pada Dinas Sosial Bengkalis itu, pernah meminta media ini untuk sama-sama bertemu disalah satu kedai kopi yang ada di wilayah jalan Tandun Bengkalis, meminta agar kasus dugaan penyimpangan sebesar Rp3,5 miliar tersebut jangan diberitakan oleh salah satu media cetak harian terbitan Pekanbaru.

Saat pembicaraan berlangsung, suamai Yuli Hartati yang ikut hadir dalam pertemuan di kedai kopi tersebut, melontarkan kalau hubungan mereka dengan oknum LSM abal-abal itu Deni Amriadi, sangat dekat. Bahkan suami Yuli Hartati kepada media ini menceritakan kalau mereka mempunyai saudara atau keluarga salah seorang wartawan yang bekerja di salah satu media cetak. 

Diberitakan situs ini edisi Kamis, 18 Pebruari 2015 kemaren, tahun anggaran 2015 sudah lama berlalu. Namun, kegiatan kelengkapan alat-alat kantor Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis yang tak jauh dari rumah dinas Sekda Bengkalis, hingga tahun 2016 ini masih dikerjakan. Itupun, pengadaan kelengkapan alat-alat LAMR Bengkalis mulai dikerjakan, setelah indikasi kongkalikong didalamnya diketahui oleh media.

Karena dalam pengelolaan dana hibah untuk LAMR Bengkalis tahun 2015 senilai Rp3,5 miliar tersebut, dinilai telah terjadi kesalahan admistrasi  keuangan dan kegiatan yang diduga dikorupsi. Karena  anggaran dana hibah secara keseluruhannya sebesar Rp3,5 miliar telah dicairkan sebelum masa tahun anggaran 2015 lalu berakhir.   

"Memang secara administrasi kita mengaku salah pak. Karena kita menggunakan dana hibah tahun 2015. Tapi ini kita lakukan hanya semata tidak ingin melihat gedung LAMR Bengkalis kosong begitu saja. Dan kita berharap setelah alat kelengkapan itu ada, kita bisa melakukan kegiatan di LAMR Kabupaten Bengkalis," kata Bendahara LAMR Bengkalis, Yuli Hartati, kepada Wartawan.     

Diakui Yuli, “Semuanya SPJ yang kami buat tentang kegiatan pengadaan perlengkapan alat-alat gedung LAM itu tahun 2015 kemaren, diketahui dan ditandatangani oleh pak Sekda (Burhanuddin). Karena dia (Sekda-red) ketua harian LAMR Kabupaten Bengkalis,” terang Yuli.          

Itu memang saya akui, semua alat-alat LAMR itu, Saya yang belikan dari pihak ke tiga di Gelenjer jalan Teuku Umar Bengkalis. Kalau soal kegiatannya baru tahun 2016 ini kami kerjakan, dan uangnya sudah duluan kami cairkan, tak ada masalah. Karena pak Sekda sendiri tahu dan setuju untuk mencairkan dana itu sebelum tahun 2015 kemarin habis, ujar Yuli.        

Dikatakannya, “Pada tahun 2015 kemaren, dana hibah untuk LAMR se-Kabupaten Bengkalis, ada sebesar Rp3, miliar. Hibah untuk pengadaan perlengkapan alat-alat kantor LAMR yang di jalan Pramuka Bengkalis senilai Rp1,5 milair. Dan itu semuanya saya yang cairkan atas persetujuan pak Sekda selaku ketua harian LAMR, sebut Yuli .

Demikian juga bantuan dana hibah untuk LAMR yang ada di seluruh kecamatan di Kabupaten Bengkalis, saya juga yang membayar kepada mereka masing-masing pengurus LAMR di masing-masing kecamatan se-kabupaten Bengkalis. Tapi bantuan dana hibah ke LAMR kecamatan se-Kabupaten berupa uang, saya yang memberikan.

Karena yang menentukan hibah uang untuk kecamatan itu masing-masing, pak Sekda. Dan itu semuanya saya bayarkan ke masing-masing pengurus LAMR di depalan (8) kecamatan se-Kabupaten Bengkalis sebesar Rp120 juta sampai Rp150 juta per kecamatannya, terang Yuli lagi.

Sementara, salah seorang pengurus LAMR Kabupaten Bengkalis pada salah satu kecamatan yang namanya dirahasiakan kepada media ini, Jum’at (19/02) tadi pagi membantah, kalau satu penser pun, tidak pernah menerima bantuan hibah uang untuk LAMR kecamatan dari Pemda Bengkalis tahun 2015 lalu.

“Uang hibah untuk kecamatan pada tahun 2015 lalu itu tidak benar ada bang. Satu penser pun, itu tidak ada kami terima, karena ketua LAMR di kecamatan kami, saya bang,” ujar salah seorang pengurus LAMR di kecamatan Bengkalis, kepada media ini tadi pagi.

Berdasarkan hasil investigasi media ini pada gedung kantor LAMR Kabupaten Bengkalis di Jl. Pramuka Bengkalis, Minggu (14/02/2016) sore, ditemukan kain gorden yang sebelumnya dijelaskan Bendahara LAMR Bengkalis, Yuli Hartati, kepada Wartawan sudah ada di gedung kantor LAMR, belum ada atau nihil.

Demikian juga meja dan kursi serta pengadaan peralatan lainnya di gedung kantor LAMR Kabupaten Bengkalis belum seutuhnya dikerjakan.

“Meja dan kursi yang ada ini, sekira satu minggu lalu dibawa ke sini pak. kalau meja dan kursi yang ada ini, meja dan kursi yang sudah lama disini”, ungkap salah seorang dari penjagaan gedung kantor LAMR, kepada Wartawan.   

Seminggu yang lalu, ada lima buah meja yang baru dipasang oleh tiga orang yang mengaku karyawan toko dari jalan Teuku Umar Bengkalis. Tapi meja yang dibuat itu ada 5 buah, dan satu lagi meja yang belum mereka pasang. Sampah bekas kerja saat ke lima buah meja ini dikerjakan mereka, itu semuanya dibiarkan begitu saja, kata penjaga gedung kantor LAMR Bengkalis.         

“Saya ada dengar memang pak. dana untuk peralatan-peralatan gedung LAMR Bengkalis ini tahun 2015 lalu, ada. Tapi uangnya dibagi-bagi duluan sama pengurus pengadaan alat-alat-nya. Makanya saya juga heran, kok tiba-tiba saja minggu kemaren ke lima meja ini dibawa kesini ditambah beberapa buah kursi lipat dan kursi karet itu”, kata penjaga LAMR.

Dibenarkanya, kalau kain gorden maupun karpet, memang tak ada. Tentu kalau sudah ada barang itu (kain gorden dan karpet-red), sudah terpasang kan pak? tanya dia. Selain kursi dan lima buah meja yang dibawa seminggu lalu itu kesini, ada lagi lemari dua unit dan 1 unit AC yang dibawa mereka. Paling-paling harga barang yang dibawa minggu kemaren itu kesini, sebesar Rp150 juta tak sampai, tambah salah petugas Satpol PP ini kepada Wartawan.  
      
Menyikapi hal ini, Ketua DPD LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, Dedy Rofika, yang turut ikut serta memantau kegiatan pengadaan peralatan gedung kantor LAMR Kabupaten Bengkalis yang menggunakan dana hibah tahun 2015 itu,  kepada Berantas “Munculnya permasalahan penyimpangan dana hibah dalam pengadaan perlengkapan gedung LAMR Kabupaten Bengkalis ini, karena kurangnya pengawasan dari pihak Pemda setempat.

Sehingga pengurus atau pelaksana seperti bendahara LAMR-nya, dengan segampangnya melakukan kecurangan untuk mengerjakan kegiatan yang asal jadi. Apalagi, kalau pengelolaan keuangannya sudah mendapat restu dari Sekda Bengkalis”, ujarnya kepada harianberantas.ci.id.

Dedy menduga ada keterlibatan orang dalam Pemdakab Bengkalis dalam kasus ini. "Jangan-jangan, dana hibah tahun 2015 lalu itu ada unsur kepentingan politik sang mantan Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh saat mengikuti pertarungan pilkada Kabupaten Bengkalis 9 Desember 2015 lalu. itu semuanya pasti akan terungkap setelah kasus ini kita prioritaskan hingga sampai ke meja hijau," katanya. **UD**
Share this post :

+ comments + 1 comments

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas