Headlines News :
Home » , , , , , , » Kontraktor CV. Samindo Satyani Diduga Mark Up Proyek Jalan SMPN 7 Desa Teluk Latak-Bengkalis

Kontraktor CV. Samindo Satyani Diduga Mark Up Proyek Jalan SMPN 7 Desa Teluk Latak-Bengkalis

Written By Harian Berantas on Thursday, February 4, 2016 | 9:07:00 AM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS--- Aktivis LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) menuding terjadinya aksi mark up pada proyek peningkatan jalan SMP Negeri 7 Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis, yang dilakukan oleh CV. Samindo Satyani selaku kontraktor. Jalan tersebut merupakan proyek yang menguras APBD Kabupaten Bengkalis tahun anggaran 2015 senilai Rp1. 178.124.00,-
Doc.Akuang alias Kennedy (kontraktor)

Ketua Devisi Kajian dan Litbang LSM KPK, Mukhtar saat meninjau ulang kondisi proyek yang diduga telah merugikan keuangan negara mencapai Rp300 juta lebih ini bersama tim media Harian Berantas, Rabu (03/02/2016) mengatakan, kuat dugaan terjadi kerugian negara sebesar Rp300 juta lebih dalam proyek ini, setelah sebelumnya pihaknya mendapat laporan masyarakat dan fakta lapangan dengan apa yang terjadi pada pekerjaan tersebut.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat dan anggota di lapangan, pekerjaan banyak tidak sesuai dari ketentuan. Ada penyelewengan pada beberapa item pekerjaan seperti volume kegiatan yang semestinya 1000 meter hanya mencapai 750 meter, pembesian, pembersihan, pembongkaran bekas jalan lama yang semestinya dibongkar dan dibersihkan, penimbunan Base, dan ketebalan cor beton yang hanya mencapai 15 cm dan 16 centi. Pekerjaan tidak sesuai kontrak dan volume jika dihitung sesuai kualitas," jelas Mukhtar kepada tim media ini di lokasi, Rabu (03/02/2016).

 Doc. Beginilah kondisi volume proyek jalan SMPN 7 Desa Teluk Latak-Bengkalis yang diduga di Mark Up pada anggaran 2015 lalu

Ia menyebutkan, setelah dilihat, memang pekerjaan ini sudah jauh dari yang seharusnya. Sebab selaku pihak yang selalu mengontrol sistem pekerjaan lapangan yang dilakukan oleh rekanan kontraktor mulai dari awal hingga berakhirnya masa kontrak, dirinya tahu persis bagaimana sebuah pekerjaan proyek semenisasi tersebut dilakukan. "Proyek ini saat dikerjakan pada tahun 2015 tahun lalu, tak sampai satu (1) bulan," sambung dia.

Kalau berdasar dokumen, pekerjaan itu terdiri dengan pembersihan lokasi, pembongkaran bekas jalan lama kemudian pemasangan Geotextile dan timbunan Base. Setelah itu lalu pemasangan besi wire mesh dan pengecoran atau cor beton. 

"Bukti lapangan dan laporan yang kami dapat banyak dilakukan penyelewengan mulai dari pengurangan volume kegiatan yang tidak sesuai dengan kontrak, ketebalan cor beton, pengurangan jumlah timbunan Base, begitu pula campuran bahan material semen, pasir dan krekel untuk jalan cor beton paket peningkatan jalan SMPN 7 Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis tersebut.

Ia mengatakan, CV. Samindo Satyani selaku kontraktor tidak bekerja profesional. banyak kecurangan yang diduga sengaja dilakukan dalam pelaksanaan peningkatan jalan SMPN 7 di Desa Teluk Latak ini. dan bila dikaji dengan harga satuan/meter semenisasi (cor beton) bila seutuhnya dikerjakan oleh kontraktor CV. Samindo Satyani dari volume pekerjaan yang sebenarnya, hanya mencapai Rp750 juta.  Sementara, nilai anggaran yang tertera dalam kontrak sebesar Rp1. 178.124.00 atau Rp1, 1 miliar lebih.

Artinya, selain dugaan potensi kerugian keuangan negara dengan perkiraan sebesar Rp300 juta lebih akibat ulah rekanan kontraktor dalam mengurangi beberapa item kegiatan, juga nilai kontrak yang dirancang dari awal hingga proses lelang pada ULP Kabupaten Bengkalis pada tahun anggaran 2015 lalu, juga diduga telah terjadi Mark Up dari jumlah anggaran sebesar Rp1. 178.124.00 atau Rp1, 1 miliar lebih tersebut.

"Kami selaku organisasi aktivis anti korupsi jauh bulan sebelumnya, sudah berniat baik kepada Kepala Dinas dan Kabid Jalan Bina Marga PU Kabupaten Bengkalis dengan mengirim surat klarifikasi melaporkan hal tersebut. Namun sampai saat ini surat kami tak mendapat tanggapan. Bahkan informasi melalui layanan via SmS yang kami kirim melalui by hendphon Kabid Jalan PU Bengkalis yang dikenal bernama Icau, tak dibalas, sepertinya masalah yang berpotensi merugikan keuangan daerah dan negara ini selalu diabaikan,".

Mukhtar juga mengingatkan Kepala Dinas PU Bengkalis, Ir HM Nasir yang dikabarkan akan menyusulkan diri untuk mundur diri dan pindah ke luar dari wilayah daerah Kabupaten Bengkalis, karena takut sejumlah kasus dugaan korupsi pada instansi yang dipimpinnya pada pemerintahan Herliyan Saleh sebelumnya akan diusut oleh pemerintahan Amril Mukminin selaku kepala daerah (Bupati) yang baru kedepan, harus bertanggungjawab dan tidak buang badan terkait kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan SMPN 7 di Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis pada tahun 2015 tersebut.

Demikian pula Kabid jalan Bina Marga Dinas PU Kabupaten Bengkalis, Icau yang juga dikabarkan bakal mengikuti jejak Kadis, HM Nasir tersebut, harus bertanggungjawab penuh, karena poyek berjalan pada saat kepemimpinan mereka.

"Kepala Dinas, PPTK dan Kabid Bina Marga PU Kabupaten Bengkalis, jangan melepas tanggungjawab. Ini bukan masalah person, karena pekerjaan dilakukan oleh lembaga dimana diri mereka sebagai penanggung jawab," tegas Mukhtar.

Dan kepada tim Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) Perwakilan Riau, yang saat ini sedang melakukan pemeriksaan laporan keuangan tahun 2015 di pemerintahan Kabupaten Bengkalis, agar serius melakukan audit investigasi independen terhadap kegiatan proyek peningkatan jalan SMPN 7 di Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis yang diduga sarat dengan penyimpangan/korupsi tersebut. 

Sebab bagaimana pun tembusan laporan resmi dari aktivis LSM KPK ke pihak Kepolisian dan Kejaksaan yang ada di Pekanbaru-Riau dalam waktu yang tidak begitu lama ini, bakal dikirim ke BPK RI Perwakilan Riau maupun BPKP Riau juga, ujar Mukhtar berharap.

Bagaimana sikap Polda Riau dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menyikapi kasus dugaan korupsi dana proyek peningkatan jalan SMPN 7 Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis yang diduga di mark up oleh CV. Samindo Satyani pada tahun anggaran 2015 tersebut, baca ulasan berita media cetak/koran Berantas dan situs harianberantas.co.id ini pada edisi mendatang. *Tim*
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas