Headlines News :
Home » , , , , , » Kasus Dugaan Korupsi Ditubuh Dinas Bina Marga PU Riau Harus Jadi Perhatian Polda dan Kejati Riau

Kasus Dugaan Korupsi Ditubuh Dinas Bina Marga PU Riau Harus Jadi Perhatian Polda dan Kejati Riau

Written By Harian Berantas on Thursday, February 25, 2016 | 9:37:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU--- Sejumlah dugaan korupsi di tubuh Dinas Bina Marga Pekerjaan Umum Provinsi Riau,  harus jadi perhatin Polda dan Kejati Riau khususnya yang membidangi tindak pidana korupsi (Tipikor). Pasalnya, sejumlah proyek yang dikerjakan Dinas Bina Marga Provinsi Riau pada tahun anggaran 2015 lalu, diduga tidak berpedoman pada rujukan bestek/kontrak kerja. 

 Doc. PPTK Dinas Bina Marga PU Riau "Hefri Basman" dan Plang Proyek Peningkatan Jln.Pasir Pangaraian -Dalu Dalu-Bts Sumut TA.2015.

Dari pantauan tim investigasi Harianberantas ini dilapangan beberapa waktu lalu, proses pelaksanaan kegiatan proyek paket Peningkatan Jalan Pasir Pangaraian-Dalu-dalu-Bts Sumut dengan nilai kontrak sebesar Rp.22. 798. 888. 888,45, yang dipimpin Hefri Basman, ST selaku PPTK proyek, diduga telah terjadi berbagai kecurangan mulai dari pengurangan volume kegiatan yang sebenarnya, hingga manipulasi bahan material lapangan.

Bahkan dalam pelaksanaan di lapangan sangat tidak sesuai dengan anggaran yang dikuncurkan. Buktinya, proyek yang baru seumur jagung setelah selesai dilakukan pengerjaannya, telah banyak yang rusak diberbagai titik kegiatan.
    
Konfirmasi tertulis resmi yang dikirim tim media ini ke pihak Kepala Dinas Bina Marga Propinsi Riau “Syafril Tamun, ST.,MT,” hingga berita ini terpublikasi, belum mendapat jawaban.
                              
Sementara, PPK/PPTK Hefri Basman ST, yang berhasil dikonfirmasi Berantas di ruangan kerjanya Senin, (01/02/2016) lalu, mengaku adanya kerusakan di sepanjang proyek Peningkatan Jalan Pasir Pangaraian-Dalu-dalu-Bts Sumut tahun anggaran 2015 tersebut, disebabkan ulah kontraktor yang tidak mengikuti gambar/spek.
           
“Kami berterimakasih kepada kawan-kawan dari media Berantas dan LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (KPK) yang telah melakukan monitori kegiatan kami, dan memberikan informasi kepada kami bahwa adanya proyek yang sudah ruak/hancur tersebut. Dan segera kami ingatkan kontraktornya untuk memperbaikinya, karena masih dalam pemeliharaan, ujar Hefri. 
                       
Diperoleh keterangan lain, paket proyek peningkatan jalan Pantai Cermin-Petapahan dengan nilai kontrak Rp2. 223.052.699,91 yang dikerjakan oleh PT. Semangat Hasrat Jaya (PT.SHJ) selama 60 hari kalender pada tahun 2014 yang lalu, juga mengalami permasalahan yang sama seperti yang terjadi pada pembangunan peningkatan jalan Pasisr Pangaraian-Dalu-Dalu Batas Sumut dengan efekti pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh kontraktor PT. Surya Gemilang Indah pada tahun 2015, sepanjang 3,50 km.
           
Seperti dimuat situs harianberantas.co.id edisi minggu lalu, Sekretaris umum LSM KPK, B Anas, menyikapi serius dugaan penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan proyek peningkatan jalan Pasir Pangaraian-Dalu-dalu-Bts Sumut yang menelan APBD Propinsi Riau tahun 2015 sebesar Rp.22.798.888.888,45 tersebut.
           
Bahkan penggiat anti korupsi itu pun meminta agar hasil pekerjaan rekanan kontraktor yang belum lama itu setelah dikerjakan lalu ditinggal, harus dibongkar kembali. Karena aktivis dari LSM KPK sendiri telah memperoleh bukti pekerjaan  pemasangan besi dowel dan besi tiebar yang tidak beraturan. Demikian juga  kualitas cor redy mix harus K-250 yang seharusnya K-500, harus dibongkar untuk dibangun lagi.

Karena  harga kualitas cor redy mix K-250 dengan kualitas cor redy mix harus K-500 sangat jauh berbeda, dan telah merugikan keuangan daerah dan negara, terang  Anas. *Bel/Ja*
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas