Headlines News :
Home » » GWI Riau Harap Kapolresta Pekanbaru Tetapkan Amponiman Sebagai Tersangka

GWI Riau Harap Kapolresta Pekanbaru Tetapkan Amponiman Sebagai Tersangka

Written By Harian Berantas on Tuesday, February 23, 2016 | 12:37:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Apresiasi atas upaya penyidik Polresta Pekanbaru dalam pemeriksaan sejumlah saksi terkait kasus dugaan pemalsuan Dokumen organisasi Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Provinsi Riau yang dilakukan Amponiman Bate’e dan Tamrin Ismail. Selain pemalsuan dokumen GWI, Poniman dan Tamrin juga diduga menggelapkan dana APBD-P Kota Pekanbaru Tahun Anggaran 2013 sebesar Rp60.000.000. 

Amponiman Batee (Terduga Pelaku Pemalsuan Legalitas GWI)
Hal itu terungkap setelah Ketua GWI Riau, Bowo Ziduhu SB melaporkan adanya dugaan pemalsuan dokumen organisasi GWI seperti SKT (Surat Keterangan Terdaftar) yang juga dinyatakan oleh Pemerintah Provinsi Riau melalui Kesbangpol Linmas Riau, SKT yang digunakan Poniman,Cs saat mengajukan porposal permohonan dana Bansos melalui APBD-P Pekanbaru tahun 2013 merupakan SKT milik lembaga IRET (Ikatan Rebana Tangkerang).

“Saya mendapat informasi adanya pengajuan proposal oleh Poniman, tapi saya curiga dengan gerak-gerik Poniman Cs soal pengajuan proposal itu, apa lagi tidak jelas kapasitasnya dalam pengajuan proposal tersebut. Berkat informasi itulah, dengan cepat dan tanpa hambatan apapun saya berkoordinasi dengan Pemko Pekanbaru dan menemukan proposal itu di Bagian Keuangan.
Karena mencurigakan soal SKT yang direkayasa itu, kemudian langsung saya koordinasi dengan pihak Kesbangpol Linmas Riau untuk dilakukan pengecekan berkas administrasi. Sehingga, Kesbangpol Riau menemukan dua SKT yaitu SKT nomor 110 milik lembaga IRET dan SKT No. 109 milik LSM Realita. 

Dan pada saat itulah Kesbangpol baru mengetahui kebenarannya dan menyatakan, kalau SKT yang digunakan Poniman merupakan SKT milik IRET (palsu),” jelas Ketua GWI Riau, Bowo  kepada wartawan.

Selanjutnya, GWI Riau melaporkan kasus Dugaan Pemalsuan Berkas GWI Riau dan Penggelapan Dana APBD-P Pekanbaru tahun 2013 oleh Poniman Cs ke Polresta Pekanbaru sekitar bulan Juni 2014 lalu setelah sebelumnya GWI juga sudah menyampaikan informasi ini sekitar bulan Maret 2014. Namun hingga saat ini atau sudah memasuki 2 tahun proses hukum ini, pihak Polresta Pekanbaru hanya sebatas penyidikan dan baru memeriksa 13 orang saksi.
Sampai saat ini, saksi yang baru diperiksa penyidik Polresta Pekanbaru dari pihak saksi/ pelapor, terlapor, pihak hotel terkait dengan acara icak-icak Poniman, Pemko Pekanbaru dan terakhir menunggu keterangan saksi Ahli dari pihak UIR dan UNRI, ujar Kapolresta Pekanbaru melalui Penyidik perkara, IPTU, Hendrimen saat ditemui wartawan, di ruangan kerjanya, Senin (25/01/2016) lalu.

“Bukti-bukti yang dilaporkan oleh pelapor, sudah benar dan sudah cukup bukti. Penyidik juga sangat focus dengan penggunaan dana Bansos dari APBD-P tersebut, apakah penggunaannya sudah sesuai dengan apa yang diterapkan dalam proposalnya itu. 

Ada sekitar dua orang lagi yang perlu kami periksa dari saksi terlapor yakni, Ronny Bate’e dan Herman Zendrato. Kemarin penyidik sudah memanggil Ronny, tapi tidak mau hadir. Herman juga belum hadir dan tidak mau beritahukan alamatnya. Pokoknya penyidik butuh keterangan mereka untuk melengkapi berkas perkara ini untuk diserahkan kepada Jaksa penuntut,” terangnya. (Alx)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas