Headlines News :
Home » , » Lantai dan Dinding Musalla Sudan Mulai Lapuk, Cukup Berbahaya Bagi Jamaah

Lantai dan Dinding Musalla Sudan Mulai Lapuk, Cukup Berbahaya Bagi Jamaah

Written By Harian Berantas on Thursday, January 14, 2016 | 9:21:00 AM

HARIANBERANTAS, BAGANSIAPIAPI--- Sejumlah warga di Jalan Bagansiapiapi dan Sinaboi, Kepenghuluan Parit Aman, meminta kepada Pemkab Rohil memberikan perhatian kepada Musala Muzahidin yang diyakini sudah lama tak mendapatkan perawatan. Hal itu dikatakan Jamiludin, salah satu warga yang sekaligus pengurus.
 
 
Dijelaskan, atap musala yang berada di pinggir Jalan Lintas Bagansiapiapi-Sinaboi ini sudah karatan. Musala yang dibangun dengan pondasi dari semen ini menggunakan papan sebagai lantai. Karena sudah lama tidak diganti, lantai musala juga mulai lapuk, begitu juga dengan dinding yang dibuat dari papan.

"Karena sudah lama tidak direhab, papan lantai musala mulai lapuk, dan membahayakan jika salat berjamaah beramai-ramai," kata Jamiluddin, Kamis (14/1/2016).

Musala ini, kata dia, sudah belasan tahun tidak direhab. Sementara jemaah tak memiliki dana buat melakukan pengrehaban. Berada di pinggir jalan lintas antar kecamatan, dan berada di pemukiman masyarakat, kondisi musala ini terlihat tidak sedap dipandang mata.

"Musala ini meski kondisinya seperti itu, masih tetap dipergunakan sebagai tempat salat lima waktu. Kalau bulan Ramadan, biasanya ramai yang salat tarawih dan tadarus, sebab tempat ibadah terdekat di sekitar RT musala ini," katanya.

Ditambahkan, jemaah musala juga sudah berkali-kali mengajukan bantuan rehab ke Pemkab Rohil. "Pada 2015 lalu kami juga sudah mengajukan bantuan rehab, melalui Bagian Kesra Sekretariat Daerah Pemkab Rohil, tapi belum terealisasi juga," ujarnya.

Disebutkan, musala juga tidak memiliki tempat berwudu yang memadai. "Airnya dari sumur yang bercampur lumpur tidak layak dipergunakan buat berwudu," ucapnya. Warga sekitar berharap, Pemkab dapat membantu pembangunan sumur bor di musala, karena air sumur bor bisa dipergunakan buat kebutuhan warga.

"Masyarakat di sekitar musala ini juga kesulitan air bersih, terutama kalau di musim kemarau. Kalau air bor ada warga sekitar bisa mengambil air bor dengan mengunakan pipa, dan membayar infak air ke musala. Uang infak air bor bisa dipergunakan buat biaya perawatan," pungkasnya. **Jumaris**
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas