Headlines News :
Home » » Hotel Prodeo Sudah Disediakan Untuk Mtn Bupati Bengkalis

Hotel Prodeo Sudah Disediakan Untuk Mtn Bupati Bengkalis

Written By Harian Berantas on Friday, January 29, 2016 | 9:17:00 AM


HARIANBERANTAS, PEKANBARU--- Upaya  media ini (Berantas-red) bersama aktivis lembaga anti korupsi dari LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, untuk mengungkap berbagai dugaan kebocoran keuangan daerah dan negara, diwilayah daerah Kabupaten Bengkalis-Riau, akhirnya bakal terwujud. Bahkan hotel prodeo (Penjara-red), disediakan untuk menunggu mantan Bupati Bengkalis periode 2010-2015, Ir Herliyan Saleh MSc.

Doc. Tanda terima laporan bukti kasus dugaan korupsi Herliyan, dkk 

Hal ini dibuktikan dengan adanya surat klarifikasi dari DPP LSM-KPK kepada Presiden RI dan Kapolri, Jum,at (29/01/2016) di Jakarta, dengan surat klarifikasi, No: 021/DPP-LSM-KPK/PKU/I/2016 guna menindaklanjuti bukti laporan dugaan korupsi Ir Herliyan Saleh Msc saat menjabat sebagai Bupati periode 2010-2015 lalu.  

Doc. Bukti Penerimaan Laporan Dari KPK terkait Korupsi APBD tahun 2012 pada BLJ Bengkalis sebesar Rp 300 Miliar 

Salah satu kasus dugaan korupsi mantan Bupati Bengkalis yang diklarifikasi oleh aktifis lembaga LSM anti korupsi untuk ditindaklanjuti oleh aparat hukum yang ada di Riau dan Pusat tersebut, kasus dugaan korupsi dana bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Bengkalis yang menyeret Herliyan Saleh dan sejumlah anggota DPRD yang masih berkutat di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.

Dan para mantan dan anggota DPRD Bengkalis saat ini, sudah sebagian yang ditahan dalam hotel prodeo, sedangkan Herliyan masih belum juga ditahan. Karena Polisi sebelumnya beralasan, Herliyan Saleh yang diduga ikut menikmati dana bansos belum bisa ditahan dengan alasan masih menunggu hasil sidang di Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, Herliyan kalah dalam Pemilihan Kepala Daerah Bengkalis dan mengajukan gugatan ke MK.

Artinya, Herliyan Saleh pun, sedang ditunggu untuk dibui ke penjara. Dia akan menjalani proses hukum di Mapolda Riau. Herliyan Saleh bakal ditahan Bareskrim Mabes Polri melalui penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.

“Kita menunggu hasil sidang gugatan di MK, karena di sana proses masih berjalan,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Arif Rahman Hakim, di Sekolah Polisi Negara Pekanbaru, Senin (18/1/2016) lalu.

Menurut Arif, penyidik menunggu putusan MK agar proses demokrasi berjalan terlebih dulu. Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya campur aduk antara penegakan hukum dengan perhelatan politik.

Penyidik telah menyerahkan berkas tersangka kepada pihak kejaksaan, atau pelimpahan tahap I. Dalam penelitian jaksa, berkas kemudian dikembalikan lagi. Arif menyatakan, jaksa meminta pemeriksaan ulang terhadap tersangka Herliyan Saleh.

“Berkasnya sudah pernah ke jaksa (tahap I), dan dinyatakan P19. Dalam petunjuknya, keterangan tersangka untuk diminta kembali,” lanjut Arif.

Dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Dana Bansos Bengkalis polisi menetapkan tujuh tersangka. Mereka adalah Hidayat Tagor dari Partai Demokrat selaku mantan Wakil Ketua DPRD Bengkalis, dan Purboyo selaku mantan anggota DPRD Bengkalis.

Selanjutnya, Rismayeni dari Partai Demokrat dan Muhammad Tarmizi dari Partai PPP. Mereka masih aktif sebagai anggota DPRD Bengkalis.

Kasus korupsi berjamaah itu turut melibatkan mantan Ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah yang saat ini menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Sedangkan dua tersangka lain, yakni Azrafiani Aziz selaku Kabag Keuangan Pemkab Bengkalis dan mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh belum ditahan.

Penyidik Dit Reskrimsus Polda Riau juga menjadwalkan untuk meminta keterangan saksi ahli dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pemeriksaan saksi ahli dilakukan sebelum pemeriksaan terhadap tersangka Herliyan Saleh.

Pemeriksaan saksi ahli tersebut, untuk dimintai keterangan terkait aturan administrasi pemerintahan. “Kedua tersangka kan berasal dari pemerintahan. Satu tersangka mantan Bupati (Herliyan Saleh). Satunya lagi, Kabag Keuangan (Pemkab Bengkalis). Surat permintaan ke Kemendagri sudah kita kirim beberapa waktu lalu,” kata Guntur.

Setelah pemeriksaan saksi ahli, penyidik selanjutnya akan melakukan pemeriksaan terhadap Herliyan Saleh dan Azrafiani Aziz Rauf. Pemeriksaan terhadap keduanya dalam status sebagai tersangka. Namun Guntur belum bisa memastikan ditahan atau tidaknya kedua tersangka itu saat diperiksa.

“Keduanya juga pernah diperiksa. Sebagai saksi untuk tersangka sebelumnya, kalau soal penahanan itu tergantung penyidik yang menanganinya, belum bisa dipastikan sekarang,” pungkas Guntur.

Seperti diberitakan Koran ini pada edisi sebelumnya, dugaan korupsi dalam kasus ini terjadi pada 2012. Saat itu Pemkab Bengkalis menganggarkan alokasi dana Bansos sebesar Rp230 miliar. Diduga penerima dana itu fiktif.

Akibat persekongkolan mereka, diduga negara rugi Rp31.357.740.000. Angka itu berdasarkan Laporan Hasil Audit dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau.

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
 
Sudah jatuh tertimpa tangga. Tampaknya itulah yang dialami Bupati Bengkalis Herliyan Saleh. Pasalnya baru saja kalah pada pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 9 Desember 2015 di Kabupaten Bengkalis, Herliyan Saleh bakal ditahan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.
Doc.Surat pemberitahuan hasil penanganan kasus korupsi Bansos Bengkalis dari Mabes Polri, tanggal 11 Maret 2015

Menurut informasi, berkas mantan Bupati Bengkalis yang terjerat dugaan korupsi Bansos senilai Rp290 miliar itu tinggal selangkah lagi dinyatakan lengkap atau P-21.

“Tinggal selangkah lagi (berkasnya lengkap), saat ini penyidik masih melengkapi petunjuk yang diberikan jaksa peneliti di Kejaksaan Tinggi Riau,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Pol Arif Rahman Hakim, didampingi Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo, beberapa waktu lalu.

Namun Arif mengaku masih ada kekurangan  yang dijadikan jaksa peneliti sebagai petunjuk. “Intinya selangkah lagi, tunggu saja nanti,” tegas Arif.

Herliyan Saleh diduga terlibat korupsi dana Bansos senilai Rp290 miliar, bersama-sama dengan mantan Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah  pada tahun 2013. Sejauh ini, belum diketahui berapa anggaran Bansos yang diduga dinikmati Ketua Partai Amanat Nasional Wilayah Riau itu.

Herliyan ditetapkan sebagai tersangka, setelah penyidik memeriksanya beberapa kali dan merupakan pengembangan dari lima tersangka lainnya yang sudah ditetapkan, selain Jamal Abdillah.

Atas perbuatannya, Herliyan dijerat dengan pasal 2 dan atau 3 Undang Undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1. **Bel**

Doc. Herliyan Saleh (tersangka korupsi Bansos) ketika diperiksa penyidik Polda Riau, Kamis, 11 Juni 2015.
Doc. Herliyan Saleh, diperiksa Penyidik Pidsus Kejari Bengkalis, Selasa (06/01/ 2015) terkait korupsi BLJ, senilai Rp. 300 miliar (Fiktif). 
 Doc. Herliyan Saleh bersaksi di PN Pekanbaru, Selasa (11/8/2015) terkait kasus korupsi Penyertaan Modal pada BLJ Rp300 Miliar.



Doc. Herliyan Saleh, terima cendramata dari Kajari Bengkalis, Mukhlis SH,MH, Senin (27/04/2015) di Kabupaten Bengkalis
Doc. Edi Rakamto, mtn Kejati Riau Terima Cendramata dari H. Herliyan Saleh, Senin (09/062014) pada Kantor Kejaksaan Tinggi Riau.
Doc. Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah, ketika  ditahan penyidik Polda Riau, Selasa (28/4/2015)
Doc. Jamal Abdillah, Ketua DPRD (tersangka korupsi Bansos Bengkalis), mengenakan baju kaos merah saat diserahkan Tim penyidik Ditreskrimsus Polda Riau ke JPU Kejati Riau, Rabu (19/8/15
Doc. Jamal Abdilah (Terdakwa Korupsi Bansos) Saat menjalani sidang korupsi di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu (7/10/15)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas