Headlines News :
Home » , » Tugas Wartawan Kembali Dilecehkan, Kabag Admin Biro Kesra Riau Akan Dilaporkan

Tugas Wartawan Kembali Dilecehkan, Kabag Admin Biro Kesra Riau Akan Dilaporkan

Written By Harian Berantas on Monday, December 7, 2015 | 10:37:00 AM

HARIANBERANTAS, ROHIL - Lecehkan profesi Wartawan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Rokan Hilir bakal melaporkan Anshari Kadir Polres Rohil. Anshari Kadir adalah seorang Kepala Bagian Administrasi Pendidikan dan Agama Biro Kesra Provinsi Riau karena telah melecehkan profesi wartawan.


Perkataannya yang merendahkan profesi wartawan diucapkanya saat menjadi narasumber Akselerasi Unit Kerja Siswa (UKS) di Bagasiapiapi, Senin (7/12/2015), turut dihadiri ratusan PNS di Lantai Empat, Kantor Bupati Rohil.

Ketua PWI Rohil Jaka Abdillah, mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut, karena menurut Jaka, perkataan yang dilontarkan itu telah menyinggung institusi pers yang ketika itu sedang melakukan peliputan diacara tersebut.

"Kalau dirinya mengaku mantan wartawan, pasti tutur katanya lebih santun, bijak dan profesional, apalagi dirinya pejabat publik. Inilah yang sangat kita sesalkan kenapa bisa seperti itu ucapanya,"kata Jaka.

Selain itu, PWI Rohil meminta yang bersangkutan menyatakan permohonan maaf secara pribadi, kesetiap media atas klarifikasi perkataanya. PWI Rohil sendiri akan membicarakan proses lanjutan kasus pelecehan profesi yang dilontarkan seorang pejabat publik ini, tidak main-main, kasus ini pun akan di bawa ke ranah hukum.

Sebelumnya, Ansari yang dipercaya sebagai narasumber pada acara tersebut mengatakan bahwa wartawan pandainya hanya cuma menyorot dan mencari kesalahan orang saja, namun tak pandai menyorot diri sendiri. Tak puas sengan sindiran itu, Ansari pun menyebut wartawan selalu menjadi juara setiap perlombaan lari asal amplop dilempar lebih dahulu.

Dalam kiasan itu digambarkan bahwa wartawan identik dengan amplop jika tidak maka kerjanya menjadi lamban. Bahkan ia sempat membela diri saat menjadi wartawan ia tak mau diberikan amplop oleh narsumber. 

"Saya dulu tak mau. bukan karena isinya 50 ribu ya tapi memang saya tidak mau. Paling sekali-kali lah pas mau berangkat ke Jakarta baru," katanya membela diri.

Melihat perkataan Ashari semua hadirin memberi aplaus dan tertawa, seolah menghina profesi wartawan. Kondisi ini sontak membuat 3 orang wartawan yang tengah liputan (Dermawan Posmetro Rohil) (Wildani dan Julius, Rtv) keluar.

"Wartawan di Bagan jangan ditulis ya.  Masa jeruk makan jeruk,"katanya sambil menyindir wartawan yang ada saat itu.

Usai acara satu persatu mulai berdatangan dan usai acara mempertanyakan kepada Anshari maksud perkataannya. Anshari pun tampak pucat, takut dan khawatir, tubuhnya terlihat menggigil sambil berkucuran keringat dingin meminta maaf kepada semua awak media yang datang.

"Maaf saya tak bermaksud. saya akui khilaf demi tuhan saya minta maaf,"katanya. Iapun memeluk dan mencium satu persatu wartawan yang hadir.

Ia meminta rekan wartawan tidak menaikkan berita tentang ucapannya. Bahkan ia mau melakukan apa saja asalkan berita itu tak naik. "Saya mau ikut kemana saja bapak ajak. Kita ini seperti anak dan ayah. saya khilaf dan demi Allah saya minta maaf. bisakan saya minta maaf,"katanya sambil memegang dan merangkul salah satu wartawan. (jumaris)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas