Headlines News :
Home » , » Tiga Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis, Kembali Dikerangkeng Polda Riau

Tiga Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis, Kembali Dikerangkeng Polda Riau

Written By Harian Berantas on Friday, December 4, 2015 | 7:05:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Ditreskrimsus Polda Riau, kembali menahan tiga tersangka korupsi dana Bansos/Hibah Kabupaten Bengkalis, tahun anggaran 2012 yang semestinya diperuntukkan untuk kepada lembaga non profesi dan kelompok,badan/lembaga/organisasi masyarakat Bengkalis dan bukan untuk kepentingan kelompok para pejabat penting diwilayah daerah Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. 

   
Ketiganya adalah dua orang anggota legislatif (aktif), dan seorang eks legislatif Kabupaten Bengkalis. Sedangka tersisa dua nama lagi, yakni AZ (Azrafiani Aziz) selaku Kabag Keuangan bersama Ir. H Herliyan Saleh Msc yang juga menyandang status tersangka (resmi), masih menunggu waktu kapan dikerangkeng juga.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Brigjen Dolly Bambang Hermawan melalui Kabid Humas, AKBP Guntur Arya Tejo, kepada Wartawan menyebutkan, mereka ditahan, setelah enam jam menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Riau, Jalan Gajahmada, Pekanbaru, Riau, sejak pukul 10.00 wib. Sebelum ditahan, mereka bertiga juga sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di Dokkes Polda Riau.

Pemeriksaan itu, masih terkait dugaan tindak pidana korupsi Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Bengkalis, yang merugikan negara ratusan miliar rupiah. "Berkasnya masih di kejaksaan, mudah-mudahan minggu depan sudah selesai," tegas Guntur.

Dikatakan, dengan ditahannya tiga orang ini, artinya sudah ada empat tersangka yang telah dikerangkeng polisi dalam pekan ini. Sebelumnya Selasa (1/12/2015), Ditreskrimsus Polda Riau juga menjebloskan eks anggota legislatif Pemkab Bengkalis, Purboyo, setelah menjalani pemeriksaan tiga jam lamanya

Sebelumnya, Polda Riau telah menetapkan enam orang tersangka (kasus Bansos,red), dimana empat orang diantara mereka sudah menjalani penahanan, dan satu tersangka sudah diserahkan ke kejaksaan.

Tersisa satu nama lagi, yakni AZ (Azrafiani Aziz) selaku Kabag Keuangan Kabupaten Bengkalis, yang juga menyandang status tersangka. "Sedangkan untuk HS, kita masih melakukan pengumpulan bukti pendukung lainnya dan pengumpulan berkas sesuai arahan jaksa," terang Guntur. 

Diberitakan situs ini sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Pemberantas Korupsi,  meminta Kepolisian untuk tidak berhenti mengembangkan perkara korupsi dana bantuan sosial tahun 2012. 

Sejauh ini, Mabes Polri dan Polda Riau telah menetapkan banyak orang sebagai tersangka, termasuk mantan Bupati, Herliyan Saleh. Dan sebagian besar juga para tersangka lainnya dinilai bukan tersangka utama. 

“Penyelidikan korupsi Bansos/Hibah tahun 2012 ini baru sebagian kecil, dan banyak sekali pihak yang terlibat belum diusut untuk ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri,” ujar Sekum LSM KPK, B Naso saat dihubungi lewat selulernya di Pekanbaru, belum lama ini.

Menurut Naso, banyak sekali para penerima dan pengambil kebijakan keluarnya dana Bansos yang bermasalah belum diusut. Polisi dinilai hanya mengambil sampel kecil dari para penerima Bansos.

Berdasarkan temuannya, dari 2.146 kelompok kucuran dana Bansos di tahun dengan anggaran biaya APBD/APBDP yang dicairkan Rp272. 277.491.850 (Dua ratus tujuh puluh dua miliyar dua ratus tujuh puluh tujuh juta empat ratus sembilan puluh satu ribu rupiah delapan ratus lima puluh rupiah) tersebut, ternyata hanya menguntungkan diri para anggota DPRD dan pejabat penting di Pemkab Bengkalis.

Naso menuding, pencairan yang mudah itu salah satunya mudah karena ada rekomendasi dari anggota dewan, dan diperkuat dengan keputusan Gubernur Riau, No: Kpts.133/II/2012 tanggal 02 Pebruari 2012 yang tidak dipatuhi oleh Herliyan Saleh selaku Bupati bersama-sama ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah yang sekarang sudah Terdakwa, serta anggota DPRD lainnya dan pejabat penting lainnya yang ada di Pemda Kabupaten Bengkalis.

“Masih banyak lagi pihak eksekutif dan legilatif bahkan oknum-oknum LSM dan oknum wartawan yang sampai saat ini belum diusut. Maka, kami mendesak agar penegak hukum bisa menelusuri semua pencairan Bansos tanpa adanya verifikasi,” tambah Naso.

Divisi Monitoring Kinerja Aparat Hukum LSM KPK Rahmad menambahkan, penyidik kepolisian dituntut untuk mampu menelusuri semua pihak yang terlibat, terutama yang ikut menandatangani Perda nomor 1 tahun 2012 tentang APBD tahun anggaran 2012 yang ditanda tangani oleh Bupati, Ir. H Herliyan Saleh MSc tanggal 08 Pebruari 2012 dan selanjutnya penetapan dan menanda tangani Perbub Bengkalis Nomor 4 tahun 2012 tanggal 09 Pebruari 2012.

Hal itu bisa dimulai dari hasil notulensi, baik dari rapat rencana penerbitan, kesaksian hingga bukti-bukti materiil. “Kami menilai dugaan korupsi Bansos Bengkalis 2012 ini adalah atas kebijakan Bupati, Herliyan Saleh antara tim banggar DPRD yang dipimpin oleh Jamal Abdillah selaku ketua DPRD saat itu, sekarang dia (Jamal Abdillah-red), sudah Terdakwa.

Kemudian, keputusan Gubernur Riau, nomor Kpts:133/II/2012 tanggal 02 Pebruari 2012 yang tidak dilaksanakan atau tidak dipatuhi oleh Bupati, Herliyan Saleh. Kebijakan Bupati antara tim banggar DPRD tidak mengindahkan keputusan Gubernur Riau membuka kran, sehingga akhirnya bocor kemana-mana,” tudingnya.

Berdasarkan data  yang diper¬oleh media ini, ada sebanya 27 orang anggota DPRD lagi beserta 17 pejabat penting lainnya yang di Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis termasuk 2 pegawai honorer di bagian umum Seta Bengkalis yang masih belum dilakukan pengu¬sutannya oleh Polda Riau. 

Dan berikut rincian dana hibah/bansos yang diajukan oleh anggota DPRD Bengkalis yang disam-paikan satu pintu melalui ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abillah (sekarang su¬dah Terdakwa), dengan dana hibah se¬nilai Rp114.553.000,000 Rismayeni senilai Rp2. 950.000.000,00,- H. Firzal Fudhoil senilai Rp1. 425.000.000,00,  Anom Suroto senilai Rp1.600.000.000,00,- Mesran, Rp2. 325.000. 000,00, Jamadin Sinaga, Rp1.625.000,000,00,- H. Revolaysa SH,MH Rp1.200.000,000,00, Almi Husni SoS Rp2.330.000.000,00, James Rocky P Rumazar senilai Rp1. 000.000.000,00,- Dani Purba, Rp1.075.000,000,00, Misliadi S.HI sebesar Rp2.165.000.000,00, Iskandar Budiman SE Rp1. 000.000.000,00.

Selanjutnya, M. Nasir sebesar Rp1. 550.00.000,00,  H. Thamrin Mali senilai Rp1. 725.000.000,00, Daud Gultom, Rp300.000,000,00, Purboyo yang yang telah dikerangkeng pada Selasa (01/12/2015) sebesar Rp1.890.000.000,00, Ali S.AG Rp1.638.000.000,00,-  H. Arwan Mahidin Rani senilai Rp1. 665.000,000,00,- 

Jamal Abddilah yang kini sudah Terdakwa sebesar Rp29. 555.000,000, 00,- Rosmawati Florentina, AMd senilai Rp1.110.000.000,00,- Darmizal S.Ag M.Si senilai Rp1. 590.000. 000,00, Hj. Mira Roza Rp1.225.000,000,00,- Hidayat Tagor Nasution yang baru dikerangkeng juga oleh Polda Riau, sebesar Rp3.330.000.000,00,- H. Yudhi Feryantoro senilai Rp1. 680.000.000,00,- H. Abdul Rahman Jantan SH, Rp1.645.00.000,00,-  M Tarmizi yang baru dikeramgkeng juga sebesar Rp4.155.000.000,00,- Khizaini sebesar Rp2. 950. 000.000,00,- Nanang Haryanto, Rp2. 150.000.000,00,- Dr. Fidel Fuadi sebesar Rp1.125.000,000,00,- Sofyan S.Pada senilai Rp1. 610.000. 000,00,- 

Kemudian, Suhendri Asnan sebesar Rp4. 250.000.000,00,- Hendri, Sag. Msi, Rp2.100.00.000,00, Ir. H. Salfian Daliandi Rp1. 200.000.000, 00,-  Kurniato senilai Rp1. 300.000,000,00,- Abdul Halim HSB, Sos sebesar Rp1. 500.000.000,00, dan Syafro Maizal SH.MH sebesar  Rp1. 555.000.000,00, dan kini warga masyarakat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, berharap dan yakin kalau para terduga pelaku dugaan korupsi dana APBD dan belanja Bansos/Hibah Kabupaten Bengkalis tersebut, semuanya tetap akan berujung dimeja hijau. ***(Is/Rim)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas