Headlines News :
Home » , , » Satu Persatu Para Pelaku Korupsi Dana Bansos Bengkalis Masuk Bui

Satu Persatu Para Pelaku Korupsi Dana Bansos Bengkalis Masuk Bui

Written By Harian Berantas on Wednesday, December 2, 2015 | 10:53:00 AM


HARIANBERANTAS, BENGKALIS - Polda Riau terus dalami kasus penyelewengan bansos dan hibah Bengkalis 2012. Satulagi tersangka Purboyo, di tahan untuk memudahkan proses penyidikan Dit Reskrimsus. 

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK MM

Setelah mantan Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah menjadi pesakitan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, dalam kasus penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) dan hibah tahun 2012, kini satu lagi koleganya dijeblosan ke bui. 

Tersangka kedua yang ditahan itu yakni Purboyo, juga mantan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kini ditahan di sel tahanan Kepolisian Daerah (Polda) Riau. 
Kabid Humas Polda Riau Guntur Aryo Tejo, SIK, MM yang dikonfirmasikan riauterkinicom, Selasa malam (01/12/15), membenarkan hal itu. Penahanan dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan yang dilakukan Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Riau. 

"Sudah dilakukan penahanan terhadap tersangka inisial Pb. Kini tersangka dititipkan di sel tahanan Mapolda Riau, sebelumnya nantinya dilimpahkan ke pihak kejaksaan," katanya. 

Guntur menambahkan, pihaknya terus melengkapi berkas perkara dengan tersangka yang lainnya. Dalam kasus itu, polisi sudah menetapkan tujuh tersangka. Ketujuh tersangka itu, selain Jamal Abdillah dan Purboyo yang telah ditahan, yakni Hidayat Tagor, Riismayeni, Muhammad Tarmizi, Azrafiani Aziz Rauf dan Bupati Bengkalis non aktif Herliyan Saleh. 

Pengacara Purboyo, Hotland Simanjuntak, SH yang dikofirmasikan terkait kliennya, menyatakan pihak menghormati setiap proses hukum yang akan dijalani Purboyo. Namun Hotlan memandang bahwa dugaan pidana yang disangkakan kepada kliennya, juga harus bisa dibuktikan di dalam fakta persidangan. 

"Karena pada saat klien kami menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, dia bukan sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar). Segala sangkaan yang disangkakan, harus bisa dibuktikan sesuai fakta hukum atau peristiwa yang sebenarnya," katanya didampingi tim anggota pengacara lain, Kadri, SH dan Ade Farlin Syamra, SH.

Dalam perkara ini, lanjut Hotland, Purboyo disangka telah menyalahgunakan kapasitasnya untuk menggunakan anggaran dana bansos. Menurutnya, siapa pihak-pihak yang menerima dana bansos tersebut, juga patut demi hukum sudah dilakukan penyidikan.

Diberitakan media Berantas (koran) edisi minggu lalu, Polri dituntut usut keterlibatan Herliyan Saleh dan anggota DPRD Bengkalis terkait dugaan kasus korupsi dana Hibah/Bansos Bengkalis.

Lembaga anti korupsi dari Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Pemberantas Korupsi,  meminta Kepolisian untuk tidak berhenti mengembangkan perkara korupsi dana bantuan sosial tahun 2012. Sejauh ini, Mabes Polri dan Polda Riau telah menetapkan banyak orang sebagai tersangka, termasuk mantan Bupati, Herliyan Saleh. Dan sebagian besar juga para tersangka lainnya dinilai bukan tersangka utama.  

“Penyelidikan korupsi Bansos/Hibah tahun 2012 ini baru sebagian kecil, dan banyak sekali pihak yang terlibat belum diusut untuk ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri,” ujar Sekum LSM KPK, B Naso saat dihubungi lewat selulernya di Pekanbaru, belum lama ini.

Menurut Naso, banyak sekali para penerima dan pengambil kebijakan keluarnya dana Bansos yang bermasalah belum diusut. Polisi dinilai hanya mengambil sampel kecil dari para penerima Bansos.

Berdasarkan temuannya, dari 2.146 kelompok kucuran dana Bansos di tahun dengan anggaran biaya APBD/APBDP yang dicairkan Rp272. 277.491.850 (Dua ratus tujuh puluh dua miliyar dua ratus tujuh puluh tujuh juta empat ratus sembilan puluh satu ribu rupiah delapan ratus lima puluh rupiah) tersebut, ternyata hanya menguntungkan diri para anggota DPRD dan pejabat penting di Pemkab Bengkalis.
Naso menuding, pencairan yang mudah itu salah satunya mudah karena ada rekomendasi dari anggota dewan, dan diperkuat dengan keputusan Gubernur Riau, No: Kpts.133/II/2012 tanggal 02 Pebruari 2012 yang tidak dipatuhi oleh Herliyan Saleh selaku Bupati bersama-sama ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah yang sekarang sudah Terdakwa, serta anggota DPRD lainnya dan pejabat penting lainnya yang ada di Pemda Kabupaten Bengkalis.

“Masih banyak lagi pihak eksekutif dan legilatif bahkan oknum-oknum LSM dan oknum wartawan yang sampai saat ini belum diusut. Maka, kami mendesak agar penegak hukum bisa menelusuri semua pencairan Bansos tanpa adanya verifikasi,” tambah Naso. 
Divisi Monitoring Kinerja Aparat Hukum LSM KPK Rahmad menambahkan, penyidik kepolisian dituntut untuk mampu menelusuri semua pihak yang terlibat, terutama yang ikut menandatangani Perda nomor 1 tahun 2012 tentang APBD tahun anggaran 2012 yang ditanda tangani oleh Bupati, Ir. H Herliyan Saleh MSc tanggal 08 Pebruari 2012 dan selanjutnya penetapan dan menanda tangani Perbub Bengkalis Nomor 4 tahun 2012 tanggal 09 Pebruari 2012.

Hal itu bisa dimulai dari hasil notulensi, baik dari rapat rencana penerbitan, kesaksian hingga bukti-bukti materiil. “Kami menilai dugaan korupsi Bansos Bengkalis 2012 ini adalah atas kebijakan Bupati, Herliyan Saleh antara tim banggar DPRD yang dipimpin oleh Jamal Abdillah selaku ketua DPRD saat itu, sekarang dia (Jamal Abdillah-red), sudah Terdakwa. 

Kemudian, keputusan Gubernur Riau, nomor Kpts:133/II/2012 tanggal 02 Pebruari 2012 yang tidak dilaksanakan atau tidak dipatuhi oleh Bupati, Herliyan Saleh. Kebijakan Bupati antara tim banggar DPRD tidak mengindahkan keputusan Gubernur Riau membuka kran, sehingga akhirnya bocor kemana-mana,” tudingnya.

Kepolisian sendiri telah menetapkan mantan Bupati, Herliyan Saleh menjadi tersangka dan telah menetapkan enam orang tersangka. Selain mantan Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah yang saat ini tinggal menunggu penuntutan dari tipikor Pengadilan Negeri Pekanbaru, juga terdapat lima tersangka lainnya, yakni Hidayat Tagor dari Partai Demokrat selaku mantan Wakil Ketua DPRD Bengkalis dan Purboyo dari PDIP selaku mantan anggota DPRD Bengkalis.

Selanjutnya, Rismayeni dari Partai Demokrat dan Muhammad Tarmizi dari Partai PPP. Dua nama terakhir masih aktif sebagai anggota DPRD Bengkalis. Sementara itu, seorang tersangka lainnya berasal dari Setdakab Bengkalis, Azrafiani Aziz, ia menjabat sebagai Kabag Keuangan di Pemkab Bengkalis ketika itu.
Selain mantan Bupati, Herliyan Saleh yang menjadi tersangka dan enam tersangka lainnya yang sengaja penahanan mereka digantung oleh kepolisian karena ada unsur dugaan ATM, ada 32 anggota DPRD Bengkalis lagi yang diduga kuat ikut merampok uang negara tersebut dan beberapa pejabat penting lainnya di Pemkab Bengkalis yang menjadi panitia verifikasi proposal Bansos juga belum ditersangkakan.
Diberitakan juga, dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) yang diduga dilakukan oleh Herliyan Saleh sebagai Bupati Kabupaten Bengkalis bersama dengan kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, berkasnya sudah P19 (Pengembalian Berkas Perkara untuk Dilengkapi) di Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.
Hal ini disampaikan Jaksa Penuntut Umum, Eka Safitra, SH.MH saat ditemui diruangan kerjanya di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau belum lama ini. “(Berkas perkara tersangka Herliyan Saleh) masih P19. Sekitar dua minggu lalu (dikembalikan ke penyidik). Kami masih menunggu penyidik melengkapi berkas perkara berdasarkan petunjuk yang diberikan. Kalau sudah dilengkapi, tentunya akan disampaikan kembali ke Jaksa Peneliti untuk ditelaah lagi,” pungkas Eka.
Sebelumnya, sebagai saksi, Herliyan Saleh juga telah diperiksa untuk tersangka mantan Ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah dan lima orang tersangka lainnya. Atas proses inilah kemudian Penyidik Polda Riau melakukan gelar perkara di Bareskrim Mabes Polri, dan akhirnya diputuskan untuk menetapkan Herliyan sebagai tersangka dengan lengkapnya alat bukti.

Selain Herliyan Saleh, penyidik Polda Riau juga telah menetapkan enam orang tersangka. Selain mantan Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah yang saat ini tinggal menunggu pelimpahan berkas perkara ke pengadilan, juga terdapat lima tersangka lainnya, yakni Hidayat Tagor dari Partai Demokrat selaku mantan Wakil Ketua DPRD Bengkalis dan Purboyo dari PDIP selaku mantan anggota DPRD Bengkalis. 
Selanjutnya, Rismayeni dari Partai Demokrat dan Muhammad Tarmizi dari Partai PPP. Dua nama terakhir masih aktif sebagai anggota DPRD Bengkalis. Sementara itu, seorang tersangka lainnya berasal dari Setdakab Bengkalis, Azrafiani Aziz, selaku Kabag Keuangan. 
Dari beberapa anggota DPRD Bengkalis yang diduga kuat ikut terlibat terkait kasus dugaan korupsi dalam penyerapan anggaran pengelolaan bantuan dana hibah kepada instansi vertikal bantuan sosial (Bansos) kepada lembaga non profesi dan kelompok, badan/lembaga/organisasi masyarakat Bengkalis saat dikonfirmasi media ini lewat sambungan telphon dan via SmS beberapa waktu lalu yakni, Sofyan S.Pada. I, Ir. H. Salfian Daliandi, Rismayeni, M. Tarmizi, Khuzaini, Mesran, Suhendri Asnan, Hidayat Tagor Nasution dan beberapa anggota DPRD lainnya, sampai berita ini turun, para wakil rakyat tersebut, belum dapat memberikan komentar apa pun. 

Demikian juga Herliyan Saleh merupakan calon Bupati Bengkalis periode 2015-2020 ketika dikonfirmasi baik tetulis maupun lewat telephon, tak dapat berkomentar alias bungkam. Karena dana tersebut disalurkan tidak pada peruntukkannya atau fiktif yang hanya menguntungkan diri atau pribadi demi pribadi para oknum pejabat penting di Pemkab Bengkalis (ismail/berantas lagi)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas