Headlines News :
Home » , , » Proyek My Rupat Dinilai Asal Jadi Karena Ada Unsur Dugaan Kepentingan Herliyan Saleh

Proyek My Rupat Dinilai Asal Jadi Karena Ada Unsur Dugaan Kepentingan Herliyan Saleh

Written By Harian Berantas on Friday, December 4, 2015 | 9:08:00 PM

HARIANBERANTAS, RUPAT - Anggota DPRD Bengkalis dapil  Rupat Abdul Kadir meminta kepada Pejabat Pelaksana Teknis (PPTK) untuk turun kelapangan, karena pengerjaan proyek Multiyear (My) di Kecamatan Rupat yang dikerjakan oleh PT. Mawatindo sepanjang 51 Km dengan nilai RP 490 Miliar hanya mengejar progres saja tanpa memperhatikan mutu pekerjaan. 

Beginilah kondisi salah satu proyek MY di Pulau Bengkalis yang diduga sarat kepentingan oknum pejabat

 “Jangan hanya progres saja yang dikejar hingga akhir tahun. Tetapi rekanan juga harus memperhatikan mutu pekerjaan, karena temuan dilapangan banyak yang dikerjakan asal jadi,” kata Abdul Kadir saat dihubungi, Kamis (03/12/2015).

Dijelaskan politisi PAN ini, bahwa diantara temuan yang didapatkan diantaranya  pengerjaan lantai dasar dengan ketebalan 10 cm asal jadi selain retak dan berlobang juga terlihat batu kerikil yang timbul. Seharusnya lantai kerja harus benar-benar sesuai standar sebelum dilakukan pengecoran untuk lapisan kedua setebal 40 cm.

Selain itu sambung Kadir, juga ditemukan pemasangan giotek yang asal jadi, dimana sebelum pemasangan jalan tersebut harus dibersihkan dahulu dari kayu dan tumpukan material serta lobang sehingga pada pemasangan giotek dasar jalan rata dan kuat.

“Seharusnya tumpukan kayu dan material lain harus dibersihkan terlebih dahulu. Baru  kemudian dilapis memakai base baru kemudian dipasang giotek agar dasar jalan tersebut rata dan kuat,” kata Kadir lagi.

Sementara itu PPTK proyek My Rupat, Huri Agustianri ketika dikonfirmasi soal temuan anggota DPRD tersebut mengaku belum mengetahuinya, karena ia sendiri sudah melakukan pengecekan ke lapangan pekerjaan yang dilaksanakan rekanan tidak terlalu buruk. Bahkan ia mengaku baru kembali hari Rabu (02/12/2015) dari Rupat meninjau proyek My tersebut.

“Saya sendiri sudah turun secara rutin ke Rupat mengecek pekerjaan rekanan pelaksana di lapangan. Sejauh ini tidak ada kendala berarti, kalau ada kerusakan atau jalan sudah berlobang selagi tidak menganggu kualitas pekerjaan keseluruhan masih kita suruh perbaiki kepada rekanan,”jawab Huri.

Selain itu ia juga menyampaikan, bobot pekerjaan sampai dengan bulan November lalu sudah mencapai 60 persenan. Diakuinya, sampai dengan akhir tahun 2015 ini bobot pekerjaan tidak akan selesai 100 persen. “Pembayaran atau terminj nantinya disesuaikan dengan kontrak serta bobot pekerjaan di lapangan,”tukas Huri.(af)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas