Headlines News :
Home » , » Lanjutan Pembangunan Dermaga & Lanjutan Peningkatan Fasilitas Darat Pelabuhan Penyeberangan Air Putih Diduga Kongkalikong

Lanjutan Pembangunan Dermaga & Lanjutan Peningkatan Fasilitas Darat Pelabuhan Penyeberangan Air Putih Diduga Kongkalikong

Written By Harian Berantas on Tuesday, December 29, 2015 | 8:52:00 AM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Mega proyek lanjutan pembangunan dermaga penyeberangan air putih dengan nilai kontrak Rp10. 883.029.000,00,- dan lanjutan pembangunan peningkatan fasilitas darat pelabuhan penyeberangan Air Putih sebesar Rp4. 749.430.000,00,- dimana kedua mega proyek yang dikerjakan oleh satu orang rekanan yang berlokasi di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau pada tahun 2015 tersebut, patut menjadi perhatian aparat penegak hukum yang ada di Riau maupun aparat hukum yang ada di Pusat, dikarenakan proyek yang menggunakan anggaran belasan milyar ini sarat dengan praktek kongkalingkong. 

Doc. Kondisi pembangunan dermaga penyeberangan air putih dan 
peningkatan fasilitas darat pelabuhannya

Kedua proyek yang bersumber dari Dana APBD Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika (Dishubkominfo) ini, sarat kejanggalan. Pasalnya, jenis ukuran besi pada lantai, balok dan railling bangunan yang dilakukan pengerjaannya oleh rekanan kontraktor PT. Karya Tunggal Mulya Abadi yang diawasi konsultan CV. Refena Kembar Anugrah, diduga menggunakan bahan besi lama (bekas). 

Demikian pula timbunan tanah merah yang dilakukan pengerjaannya oleh rekanan kotraktor diduga tidak menggunakan geotik (tikar) sebagaimana perencanaan awal atau petunjuk bestek/spek. Bahkan cerocok kayu pun yang dilakukan dilapangan, tidak sesuai dengan ukuran yang diharapkan. 

Dari pantauan Harian Berantas dilapangan, pada saat cor jembatan dilakukan oleh rekanan    bukan sekaligus, melainkan bervariasi waktu. Itupun, hanya menggunakan alat beberapa gerobak sorong yang seharusnya menggunakan patchin plank.

Menurut tokoh pemuda setempat, Robainy kepada Harian Berantas, Senin (28/12)  mengatakan, pembangunan dermaga penyeberangan air putih yang dibiayai oleh APBD tahun 2015 yang dikomandoi oleh Edi selaku rekanan pelaksana dari PT. Karya Tunggal Mulya Abadi, dengan nilai kontrak sebesar Rp10. 883.029.000,00 yang pengerjaannya dilapangan sarat dengan kejanggalan atau kongkalikong, tidak bisa dilepaskan dari peran Dishubkominfo Bengkalis yang tidak peduli dan jarang melakukan pengontrolan pekerjaan dari rekanan saat melakukan pengecoran jembatan maupun kayu cerocok dan jenis pekerjaannya lainnya yang dinilai amburadul yang terkesan asal jadi.

“Apalagi kalau sudah ada main mata (suap), pasti itu pengawas maupun pejabat terkait dari Dishubkominfo Kabupaten Bengkalis langsung tanda tangan semua berkas dengan alasan akan memperpanjang waktu pelaksanaan proyek lanjutan pembangunan peningkatan dermaga penyeberangan air putih tersebut seperti yang terjadi pada tahun anggaran 2014 lalu, kata Robainy.

Selain dugaan kongkalikong dalam pekerjaan proyek lanjutan pembangunan peningkatan dermaga penyeberangan air putih yang dilaksanakan oleh kontraktor PT. Karya Tunggal Mulya Abadi sebesar Rp10. 883.029.000,00 yang diketahui dipimpin Edi tersebut, demikian pula halnya pada pelaksanaan kegiatan proyek lanjutan pembangunan peningkatan fasilitas darat pelabuhan penyeberangan Air Putih sebesar Rp4. 749.430.000,00 dengan kontraktor pelaksana PT. Hikmah Perkasa Sejati yang dikenal juga dikomandoi oleh Edi, dengan masa pelaksanaan selama 108 hari kalender (HK).

Berdasarkan spesifikasi teknis, batu yang digunakan pada pembangunan peningkatan fasilitas darat pelabuhan penyeberangan Air Putih yang berada disamping lanjutan pembangunan dermaga penyeberangan Air Putih di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis tersebut, sangat jelas disyaratkan material batu yang digunakan harus dari batu gunung/batu sungai yang keras, tidak keropos, berukuran berat dan/atau diameter sesuai yang disyaratkan dan harus memenuhi syarat dengan test abrasi (laboratorium). 

Pekerjaan Timbunan Batu (Core Layer) 40-60 kg/unit, (second layer) 100-120kg/unit ,(primary layer ) 800-1000kg/unit. Semua batu gunung/batu sungai yang digunakan harus berkwalitas baik, padat, keras permukaan kasar dan bentuk batu tidak boleh lonjong dan pipih.

Sesuai penelusuran Harian Berantas, pelaksanaan pembangunan peningkatan fasilitas darat pelabuhan penyeberangan Air Putih tahun 2015 ini material  batu yang digunakan diduga tidak sesuai dengan Spek/RAB. Selain bentuk batu yang tidak beraturan, material batu yang digunakan diduga tingkat kekerasannya sangat rendah. Selain batu yang tingkat kekerasannya rendah, batu ukuran sangat kecil juga langsung dicampur untuk dipasang. 

Menurut salah satu pekerja yang tidak mau disebut namanya saat ditemui di lokasi proyek, mengatakan memang indikasi adanya kecurangan. Tetapi, karena dia hanya sebagai kuli maka tidak berani menentang atau bertindak lebih jauh.

Narasumber ini pun membenarkan bahwa proyek tersebut sudah hampir dua bulan dilaksanakan. ”Proyek ini sudah berjalan hampir dua bulan, namun mengenai spesifikasi teknis material batu yang digunakan kami sama sekali tidak tahu, tapi memang batunya itu campur antara yang besar dan kecil,” ungkap narasumber.


Pekerja yang mengaku dari luar Kabupaten Bengkalis ini melanjutkan, batu yang menjadi bahan utama dari pekerjaan memang banyak disuplai dari luar daerah. “Setahu kami, batu-batu itu dari luar daerah tapi darimana tepat asalnya kami semua yang bekerja tidak mengetahui, karena kami hanya kuli dan bertugas meratakan saja batu yang datang sesuai perintah,” tutupnya. 

Sementara itu, Edi selaku kontraktor pada kedua mega proyek yang diduga sarat dengan kongkalikong tersebut saat dikonfirmasi media ini sebelumnya melalui layanan SmS, tak dijawab. Demikian saat dihubungi lewat telephon genggamannya, Senin (28/12/2015) sore, “Saya jangan diganggu, kami lagi rapat”, cetus Edi.

Lain hal lagi melalui  Kadishubminfo Ja'afar Arief, maupun Sekretarisnya H. Radius Akima S.Sos.MT yang bertanggung jawab soal kedua proyek ini sangat susah untuk ditemui dan sampai berita ini terekspose, keduanya belum sempat dikonfirmasi.

Namun demikian, media ini pun bersama beberapa aktifis lembaga anti korupsi (LSM), akan melanjutkan kasus dugaan korupsi pada kedua proyek tersebut. Apalagi, dari keterangan lain yang dihimpun Harian Berantas ini dilapangan, dikabarkan rekanan kontraktor tersebut diduga dibekingi oleh oknum Tipikor hingga leluasan menguasai paket-paket proyek dengan nilai besar di negeri junjungan termasuk yang beralokasi di pulau Rupat Kabupaten Bengkalis. 

Kepada pemerintah daerah Kabupaten Bengkalis pada tahun berikutnya, agar tetap meninjau ulang kinerja kontraktor yang satu ini dilapangan kalau memang kepemerintahan Kabupaten Bengkalis pada periode 2016 ingin bersih dan bebas dari kasus korupsi, kolusi dan nepotisme. ***(Mukhtar)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas