Headlines News :
Home » » Indahnya Kebersamaan Natal, Pesantren Assalam Persembahkan Pujian

Indahnya Kebersamaan Natal, Pesantren Assalam Persembahkan Pujian

Written By Harian Berantas on Saturday, December 26, 2015 | 10:55:00 PM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Ada yang berbeda dalam ibadah Natal yang digelar Gereja Kristen Jawa (GKJ) Jakarta, pada Jumat (25/12). Bukan karena digelar pada bangunan gedung yang masih dalam tahap pembangunan. Melainkan, persatuan dan kesatuan yang ditunjukkan dengan hadirnya pengasuh dan sejumlah siswa didik Pesantren Assalam, Bogor. 
"Ya nabi salam alaika;
"Ya rasul salam alaika;
"Salawatullah alaika..."

Terdengar suara Ustadz Muhammad Hasbi bernyanyi dalam bahasa Arab. Meskipun, jelas gitar yang dialunkannya memainkan lagu "Malam Kudus" dan "Alam Raya Berkumandang". 


Digawangi oleh Ali Qohar atau akrab disapa Kang Aang, Hasbi dan tiga siswa didik pesantren hadir dalam Ibadah untuk turut merayakan Natal atau peringatan lahirnya Yesus Kristus.

Bahkan, sebagai tanda turut merayakan kelahiran Kristus, keempatnya bernyanyi mempersembahkan pujian dalam ibadah.

Jemaah pun bertepuk tangan menyambut musik dan nyanyian yang dimainkan Hasbi dan tiga orang siswi binaan pesantren Assalam tersebut.

Ditemui usai ibadah, Kang Aang menegaskan, kehadirannya dalam ibadah, sebagai wujud menyambut kelahiran 'Sang Juruslamat', yaitu Yesus Kristus atau dalam Islam disapa Isa Almasih atau nabi Isa.

"Buat kami ini (Isa Almasih) orang suci, nabi yang diutus Tuhan. Kebetulan, kemarin kami menyambut kelahiran Muhammad SAW. Jadi, semangat itu yang membuat kami ingin kami merayakan," kata Kang Aang, Jumat (25/12/2015).

Apalagi, lanjutnya, jelas dikatakan dalam Alkitab bahwa Yesus datang bukan hanya untuk ummat Kristiani. Melainkan, Yesus lahir untuk seluruh umat manusia.

"Seperti yang disampaikan Gus Dur (Abdurrahman Wahid) Almahrum, bahwa semustinya Natal tidak hanya dirayakan teman-teman Kristen karena Nabi Isa hadir untuk menjadi Juruslamat untuk semuanya, bukan cuma orang Kristen," ujarnya.

Sementara itu, terkait pujian yang dinyanyikan Ustadz Hasbi, dijelaskan Kang Aang berisi salam salam dan pujian penyembahan kepada nabi Isa.

Untuk apa yang dilakukannya tersebut, Kang Aang mengaku tidak menyalahi hukum Islam. Sebab, menurutnya, tidak ada yang mengatur pelarangan mengucapkan selamat Natal ataupun beribadah mempersembahkan pujian.

"Ada sebagian kecil orang yang bilang itu (mengucapkan Selamat Natal) tidak boleh. Tetapi, itu (pelarangan) bukan Hukum Islam secara keseluruhan. Banyak orang Islam lain yang boleh mengucapkan, mengormati, bahkan wajib menghormati. Sebab, kami orang Islam tinggal di Indonesia dengan suku, bangsa, agama yang beragam," jelasnya.

Dengan kehadiran dan pujian yang dipersembahkan anak asuhnya, Kang Aang ingin menunjukkan betapa indahnya kebersamaan dan perdamaian. Natal Seharusnya Dirayakan Seluruh Umat Manusia

Secara terpisah, dalam khotbahnya, Pendeta Hosea Sudarma memang mengatakan bahwa seharusnya yang merayakan Natal atau kelahiran Yesus Kristus, bukan hanya ummat Kristiani.

Mengingat, lanjutnya, Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan semua umat manusia. Sebab, lanjutnya, tertulis dalam Injil Matius bahwa yang datang untuk melihat bayi Yesus adalah orang-orang majus dari Timur. Kemudian, mereka mempersembahkan kemenyan, emas dan mur. Oleh karena itu, lanjutnya, sudah sepatutnya seluruh manusia merayakan Natal, lahirnya 'Sang Juruslamat***(SZ)***
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas