Headlines News :
Home » , » Dugaan Kasus Korupsi Dinas Bina Marga Dan Pengairan Siak Prosesnya Jalan di Tempat

Dugaan Kasus Korupsi Dinas Bina Marga Dan Pengairan Siak Prosesnya Jalan di Tempat

Written By Harian Berantas on Wednesday, March 30, 2016 | 2:35:00 PM

HARIANBERANTAS, SIAK - Kendati berbagai kegiatan dugaan kasus korupsi miliaran yang ada di tubuh pejabat tersan di Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Siak Provinsi Riau sudah dilaporkan berbagai elemen masyarakat anti korupsi di daerah ini kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Polisi Daerah (Polda) Provinsi Riau, nyatanya sampai sekarang belum ada kejelasan dan tindaklanjut dari aparat penegak hukum, alias jalan di tempat. Bahkan sampai saat ini tidak satupun oknum pejabat yang ada di BMP Siak diperiksa apalagi sampai diseret ke meja hijau.

 Tampak Kerangka Jembatan Melengkung Ke Bawah dan Tim Tipikor Polda

“Kita tidak habis pikir, hebat betul oknum pejabat Dinas Bina Marga Kabupaten Siak tak satupun diperiksa. Boro-boro dijadikan tersangka, Hal ini jadi tanda tanya besar bagi kita selaku elemen masyarakat penggiat anti korupsi,” kata Supandi Ahmad selaku wakil sekretaris umum LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) Koordinator via ponsel miliknya, Senin (14/12) di Pekanbaru.

Fenomena ini, masih menurut penuturan Supandi Ahmad, akan memicu asumsi negatif terhadap citra penegak hukum. Namun begitu, elemen masyarakat yang ada di daerah ini akan tetap konsisten dengan apa yang selama ini sudah disuarakan.

“Kita tidak peduli, kasus ini mau jalan di tempat atau tidak, yang jelas sampai kapanpun kita akan terus berbuat, sampai kasus ini ada titik terangnya. Karena kondisi ini tentu bisa jadi menyebabkan oknum pejabat Dinas BMP Siak besar kepala karena merasa dirinya tidak akan terjamah oleh hukum,” ungkapnya seraya menjelaskan berbagai dugaan kasus korupsi yang sudah dilaporkan elemen masyarakat itu, diantaranya kegiatan pembangunan jembatan Sei Kelakap Kecamatan Mempura Kabupaten Siak dan dilak¬sanakan oleh PT. Surya Citra Karya Gemilang (PT.SCKM), dengan nomor kontrak 620/ KTR/BM-PEMB-JBT/ APBD/03/2014. Tanggal kontrak 20 Mei 2014, yang dipimpin oleh Kadis BMP Siak, Ir. H. Irving Kahar Simbo¬lon bersama Kabidnya Ardi Arfandi.

Kegiatan peningkatan jalan simpang Kualian- Ferry Belantik dan jalan Harapan (As¬pal), senilai Rp.9. 374.794.000,00,- Proyek dengan nomor kontrak, No: 602/KTR/BMP/BM-TING-JALAN/APBD/09/2014, tanggal kontrak 03 April 2014, sebagai pelaksana PT. Cipta Bangun Abadi, dan kegiatan pembangunan peningkatan jalan dan jembatan Sungai Rawa yang dikerjakan oleh rekanan kontraktor PT. Modern Widya Technical dengan nilai Rp. 15 miliar lebih pada tahun 2012 silam.

Selain itu, kegiatan lainnya yakni, peningkatan komplek perkantoran Pemda tanjung agung-gedung daerah (Aspal 1 km-Base C 5 kilometer dengan biaya sebesar Rp17 miliar lebih yang dikerjakan oleh PT. Union Modern, KSO dan dikonsultani oleh PT. Tri Karsa.

Dimana proses pelaksanaan kegiatan  peningkatan komplek perkantoran pemda tanjung agung-gedung daerah (Aspal 1 km-Base C 5 kilometer pada tahun 2015 tersebut, sangat memprihatinkan. karena kondisi pembangunannya dilapangan, terkesan asal jadi.

Hal ini diperkuat lagi, setelah adanya laporan secara tersembunyi oleh staf Binamarga dan Pengairan Kabupaten Siak (nama dirahasiakan) yang diterima media ini tanggal 14 Desember 2015 yang meminta agar kasus dugaan korupsi tersebut diprioritaskan untuk diungkap kepermukaan.

Hal demikian, semestinya merupakan cela dan pintu masuk bagi penegak hukum untuk mengusut permasalahan ini, karena tidak menutup kemungkinan penerapan tersebut sebelumnya diduga sudah mendapat “restu” dari oknum pejabat yang ada di Dinas BMP Siak setempat (berita Harian Berantas dan Media Cetak/Koran Berantas edisi sebelumnya).

Diwartakan media Berantas sebelumnya, aparat penegak hukum dari institusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan dan Polri diminta turun tangan dan mengarahkan perhatian serius mengusut dugaan penyelewengan anggaran APBD dalam pelaksanaan kegiatan proyek pada tahun 2014 di Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Siak. 

Informasi yang diterima media Berantas dari sumber di BMP Siak terungkap, indikasi penyelewengan ditubuh Dinas Bina Marga dan Pen¬gairan Siak yang diduga melibatkan oknum Kepala Dinas, Irving Kahar A Simbolon beserta kabidnya Ardi Arfandi Cs, masalah dugaan peruba¬han design dokumen kegiatan serta pemalsuan tanda tangan dan nomor rekening perusahaan PT. Surya Ci¬tra Karya Gemilang Perkasa dalam perealisasian dana anggaran proyek pembangunan jembatan Sungai Kelakap yang menghubungkan dua Desa di Kecamatan Mempura, Desa Kampung Tengah dan Desa Benteng Hulu dengan jarak dari bibir Sungai Siak Kabupaten Siak, kurang lebih 25 meter, sampai realisasi pelaksanaan pengerjaannya dilapangan. 

Pada pelaksanaan kegiatan proyek pada tahun 2014 lalu itu, dis¬inyalir sarat dengan Korupsi, Kolusi dan nepotisme (KKN) dan kongkalikong antara kontraktor dengan pihak BMP Siak termasuk panitia lelang/pokja. 

Kemudian dari realisasi pelaksanaan maupun proses pengerjaan dilapangan kegiatan proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi teknik seperti kualitas peker¬jaan, volume dan standar matrial yang digunakan berkualitas rendah. 

Berdasarkan data diperoleh Berantas, pada tahun anggaran 2014 tercatat dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Siak menerima kucuran anggaran senilai Rp. 9. 058.173. 000,- untuk pembangunan jembatan Sei Kelakap Kecamatan Mempura Kabupaten Siak dan dilak¬sanakan oleh PT. Surya Citra Karya Gemilang (PT.SCKM), dengan nomor kontrak 620/ KTR/BM-PEMB-JBT/ APBD/03/2014. Tanggal kontrak 20 Mei 2014, yang dipimpin oleh Kadis BMP Siak, Ir. H. Irving Kahar Simbo¬lon bersama Kabidnya Ardi Arfandi, beralamat kantor di komplek perkan¬toran Pemdakab Siak Lt II-Tanjung Agung Siak Sri Indrapura. 

Namun, anggaran yang cukup besar dikucurkan pemerintah untuk kegitan proyek pembangunan jem¬batan sungai kelakap Desa Kampung Laut Kecamatan Mempura tersebut, diduga 40 persen diantaranya raib masuk ke kocek oknum penentu di instansi ini. 

Dugaan kongkalikong dana kegiatan proyek pembangunan jem¬batan Kelakap di Kecamatan Mem¬pura tersebut terbukti, pada saat nomor rekening perusahaan PT. Surya Citra Karya Gemilang nomor 108.0013294039 pada Bank Mandiri saat pencairan nilai anggarannya di¬duga penuh rekayasa yang pertama kalinya terjadi, pada tanggal 20 Mei 2014 sebesar Rp. 1. 811.634.600,- 

Sementara, dari penelusuran Berantas pada salah satu nama Bank Mandiri, tidak ditemukan benar adanya rekening PT. Surya Citra Gemilang (PT. SCKM) No. 108.001 32 94 039. Terjadinya dugaan proses pen¬cairan anggaran biaya pertama sebesar Rp. 1,8 miliar dengan meng¬gunakan nomor rekening yang diduga dipalsukan tersebut, ketika rencana pelaksana kegiatan lapangan masih tahap kontrak kerja, tanggal 20 Mei 2014 dengan SPM, No: 900/ 000170/BMP-LS/V/2014. 

Bukan itu saja, design kegiatan, juga diduga direkayasa perubahan¬nya. Sehingga didalamnya, terjadi dugaan pemalsuan tanda tangan, hingga sampai pada pencairan niali anggaran yang diduga melibatkan tubuh oknum pejabat tertentu di dinas terkait. 

Hal ini juga terungkap, sebagai mana informasi yang diterima media ini, setiap kontraktor yang mendapat¬kan proyek fisik maupun pengadaan barang kabarnya diharuskan mem¬berikan fee 15 sampai 20 persen dari nilai kontrak. 

“Mulai dari proses lelang sarat dengan kongkalikong hingga realisasi pelaksanaan kegiatan dilapangan banyak penyimpangan. Kalau ini diusut, terungkap semua kecurangan dalam pelaksanaan proyek dinas BMP Siak,’ ungkap sumber Berantas di Dinas BMP Siak, baru-baru ini. 

Salah seorang warga masyarakat setempat yang tidak mau ditulis jati dirinya dan mengaku telah lama ting¬gal disekitar pembangunan jembatan tersebut merasa heran. “Kok nang¬gung pekerjaan jembatan ini ya pak? Apakah memang kondisi jembatan seperti ini dibiarkan terbengkalai be¬gitu saja tanpa ada pekerjaan lanjutan dari Pemda Siak?, tanya warga, Kamis (12/02/2015) lalu.

Seperti diketahui, Selasa tanggal 13 Oktober 2015 lalu, tiga orang dari tim Tipikor Polda Riau, resmi meninjau bau dugaan korupsi kegiatan proyek pembangunan Jembatan Kelakap di Kampung ‎Tengah, Kecamatan Mempura Siak.

Kedatangan anggota Tipikor Polda Riau tersebut untuk investigasi lapangan terkait laporan adanya dugaan bangunan yang bermasalah. Tampak di lokasi, 3 penyidik dari Tipikor Mapolda Riau bersama Kepala Bidang Bina Marga dan Pengairan (BMP) Kabupaten Siak Ardi‎ Irfandi yang didampingi dua orang anggotanya di lokasi.

Salah seorang penyidik Tipikor dari Polda Riau saat dikonfirmasi Wartawan dilapangan  mengatakan, “Kalau mau konfirmasi langsung saja ke Humas Polda Riau jangan sama saya. Kedatangan kami untuk kroscek lapangan dan ini berdasarkan adanya laporan,” sebut salah seorang penyidik.

Kepala Bidang Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Siak, Ardi Irfandi justeru berdalih atau berbohong ketika ditanya Wartawan. “Kalau kedatangan beliau ke lapangan bukan masalah jembatan ini, tapi terkait turap yang ambruk beberapa waktu yang lalu. Sedangkan, untuk biaya pekerjaan lanjutan jembatan itu menelan biaya sekitar Rp 4 milyar,” ucap Ardi berbohong.

Dari pantaun dilapangan, ketiga penyidik Tipikor Polda Riau sedang mengambil gambar keadaan Jembatan yang sedang dibangun tersebut. Dan salah satu dari anggota yang mengenakan baju warna putih berlambangkan Reskrimsus Polda Riau dan tertulis nama di bagian dadanya Irwan S. Dan untuk bukti nyata informasi kasus dugaan korupsi ditubuh dinas BMP Siak tersebut, baca ulasan informasi beritanya pada edisi-edisi mendatang atau baca koran/media cetak Berantas. (Ismail) 


Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas