Headlines News :
Home » , , » Dana APBD Dikorupsi, Sekda Inhu Ditahan

Dana APBD Dikorupsi, Sekda Inhu Ditahan

Written By Harian Berantas on Sunday, December 6, 2015 | 9:29:00 PM

HARIANBERANTAS, RENGAT - Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Kejari Rengat, mantan Sekda Kabupaten Inhu Provinsi Riau, Raja Erisman yang telah dijadikan tersangka dalam hal kasus dugaan korupsi dana APBD Inhu pada tahun anggaran 2011 dan 2012 silam, resmi masuk bui di Rutan Rengat Klas IIB. Sebelum menaiki mobil tahanan, Raja Erisman tampak menelepon seseorang.                               

Saat ditanya siapa yang dihubungi, Raja Erisman hanya menjawab kalau dirinya menelepon keluarganya. "Saya menelepon keluarga sayalah," ucap Erisman kepada wartawan, Jumat (4/12/2015). 

Seperti diketahui sebelumnya, Raja Erisman ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat, sejak  bulan Januari 2015 yang lalu. Sebelumnya, dua terdakwa lainnya juga, Rosdianto alisa Bujang Kait dan Putra Gunawan telah menjalani persidangan beberapa waktu lalu. 

Sementara Kepala Seksi Pidsus Kejari Rengat, Roy Modino SH menjelaskan, Raja Erisman memang sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 1 Januari 2015 lalu. "Dari hasil pemeriksaan hari ini selama lebih kurang 3,5 jam, status yang bersangkutan langsung ditingkatkan menjadi terdakwa dan dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan dan dititipkan di Rutan Kelas II B Rengat," katanya. 

Dijelaskan, pada tahun 2011-2012 Rosdianto selaku Bendahara pengeluaran pada Sekretariat Daerah Inhu pada akhir Desember 2011, terdapat sisa kebocoran kas sebesar Rp2,8 miliar. "Sisa kas tersebut harusnya dikembalikan ke daerah. Namun oleh tersangka belum dikembalikan karena kas berada di rekening atas nama bendahara Pengeluaran Setda Inhu sudah kosong (Tidak ada saldo) sehingga belum disetorkan ke kas daerah," paparnya. 

Pada Januari 2012, tersangka Rosdianto datang ke Sekda R Erisman menyampaikan kalau ada ketekoran. Sementara pemeriksaan BPK mau masuk. "Raja Erisman memerintahkan kepada Rosdianto untuk segera menutupi hal tersebut dengan mengatakan tutup cepat dana mana yang bisa diambil, dan dijawab Rosdianto tidak tahu, namun Rosdianto menyampakan kalau ada dana UP dan Raja Erisman memerintahkan mencairkan dana tersebut untuk menutupinya," ujar Roy Modino. 

Selaku Pengguna Anggaran (PA) menerbitkan SPM (Surat Perintah Membayar) dana UP dan membawanya ke Kabag Adm Keuangan untuk diterbitkan SP2D yang juga menjadi saksi dalam kasus ini, yaitu Hasman Dayat. (fras)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas