Headlines News :
Home » , , » 5 Bulan Setelah Ditetapkan Tersangka Korupsi, Herliyan Saleh Dijamin Masuk Penjara

5 Bulan Setelah Ditetapkan Tersangka Korupsi, Herliyan Saleh Dijamin Masuk Penjara

Written By Harian Berantas on Sunday, December 6, 2015 | 9:32:00 PM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Riau (GMR) asal Bengkalis, Kamis (03/12/2015) pekan lalu, menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda Riau, Jalan Jendral Sudirman Kota Pekanbaru. Unjuk rasa yang dilakukan dalam rangka meminta pihak Polda Riau serius dalam menangani sejumlah kasus Bansos di Bengkalis yang melibatkan mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh.                                                              
Bukti Bila Herliyan Saleh Telah Tersangka Korupsi

Koordinator aksi demonstrasi GMR asal Bengkalis Didik Arianto mengatakan pihaknya meminta kepada Kapolda Riau untuk serius dalam menjalankan tugasnya dalam penegakan Hukum. Termasuk dugaan kasus korupsi yang melibatkan Herliyan Saleh, dimana Polda sendiri telah menetapkan Herliyan sebagai tersangka sejak 4,5 bulan lalu, tapi tak kunjung ditahan. 

“Sudah kita ketahui bersama, telah terjadi korupsi yang massif dan berjemaah di Kabupaten Bengkalis. Dan dalam hal ini mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh terlibat dalam korupsi bansos tahun 2012 sebesar Rp 226 milar hasil audit BPK RI. Ini adalah penzoliman amanah rakyat kabupaten Bengkalis yang sampai detik iniHerliyan Saleh belum juga ditahan,” ujar Didik dalam orasinya.

Dalam aksi tersebut GMR Bengkalis mempertanyaankan kepada penegak hukum Polda Riau, mengapa hanya Jamal Abdilah Mantan ketua DPRD Kabupaten Bengalis ditahan dalam bui, serta Purboyo juga legislatif yang baru ditahan padahal mereka sama sama terjerat kasus korupsi bansos.

“Ini merupakan preseden buruk dalam penangan korupsi di Riau serta merupakan bumerang hancurnya penegakan hukum ketika dalam penanganannya terjadi tebang pilih. Kami sangat kecewa kepada penegakan hukum Riau yang lamban dalam menagani kasus korupsi dan menjadi pertanyaan besar bagi rakyat bengkalis dan kami sendiri sebagai Mahasiswa,” lanjut Didik

Dikatakan Hengky ada beberapa tuntutan GMR kepada Polda Riau dalam aksi tersebut, diantaranya GMR meminta Polda untuk secepatnya juga menahan Herlian Saleh mantan Bupati Bengkalis. Proses secara objektif dan transparansi dalam korupsi bansos, Polda Riau jangan tebang pilih dalam penegakan kasus korupsi di Bumi Lancang Kuning dan segera lakukan penahan terhadap para tersangka kasus bansos yang belum ada kejelasanya.

Rombongan aksi mahasiswa GMR Bengkalis tersebut disambut oleh Direskrimsus Polda Riau AKBP Wahyu. Dalam kesempatan itu AKBP Wahyu mengatakan bahwa kasus Bansos yang melibatkan Herliyan Saleh dalam tahap penyidikan dan tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku, termasuk tidak menutup kemungkinan secepatnya para tersangka bansos ditahan. 

Menyikapi hal ini, Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Riau, AKBP Wahyu Kuncoro saat ditemui mengakui bahwa saat ini, kasus dugaan korupsi yang dilakukan pejabat di Kabupaten Bengkalis (Herliyan Saleh) serta kroninya, masih dalam proses penyidikan dan berkas sudah dilimpahlan ke Kejaksaan.

"Terkait penanganan kasus Herliyan Saleh, sudah dalam proses penyidikan dan sudah kita tetapkan sebagai tersangka, dan berkas sudah  kita serahkan kejaksaan. Namun, karena berkas tersebut belum dianggap lengkap dan dikembalikan ke kita. Sehingga ada kewajiban kita untuk memenuhi kekurangan-kekurangan tersebut," terang AKBP Wahyu Kuncoro.

Bahkan, menurut AKBP Wahyu Kuncoro, pihaknya tidak ada pilih-pilih dalam pengungkapan kasus Herliyan Saleh serta rekan-rekan yang lainnya yang diduga terlibat dalam lingkaran korupsi Bansos Kabupaten Bengkalis tersebut.

"Berbeda dengan Jamal Abdillah, berkas beliau sudah lengkap sehingga kita bisa langsung melakukan penahanan, termasuk yang lain juga, proses dan mekanismenya tetap sama, dan tidak ada yang kita pilah-pilah. Namun kita tetap mengacu kepada undang-undang yang berlaku, untuk itu kepa rekan-rekan mahasiwa pada dasarnya kasus Ini kita sudah buka terang-terang, tinggal mahasiswa saja yang mengawasi," pungkasnya.

Diberitakan, penuntasan kasus dugaan korupsi yang dilakukan mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh, hingga saat ini masih dipertanyakan oleh Gerakan Mahasiswa Riau (GMR). Bahkan puluhan massa dari GMR tersebut mendatangi Polda Riau untuk meminta kejelasan serta mendesak Polda Riau segera menahan Herliyan Saleh yang dinilai sudah mengerogoti uang rakyat Bengkalis.

"Mengapa sampai hari ini Polda Riau diam, sudah sampai dimana proses hukum para koruptur tersebut, dan mengapa sampai hari ini masih diberikan kebebasan berkeliaran para penjahat uang rakyat tersebut salah satunya mantan Bupati Bengkalis (Herliyan Saleh). Kenapa dibeda-bedakan dengan konco-konco yang lain seperti Jamal Abdillah yang sudah ditahan," terang Didik, Korlap Aksi, Kamis (4/11/2015) lalu. ***(af/pat)


Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas