Headlines News :
Home » , , , » Palsukan Tanda Tangan Sekdes Demi Raup Dana ADD Kepenghuluan Darul Salam Kecamatan Senaboi-Rohil

Palsukan Tanda Tangan Sekdes Demi Raup Dana ADD Kepenghuluan Darul Salam Kecamatan Senaboi-Rohil

Written By Harian Berantas on Tuesday, November 10, 2015 | 2:51:00 AM

HARIANBERANTAS, ROHIL - Mantan Plh Penghulu Darul Salam Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir, Agus Safrizal yang juga sebagai PNS Camat Senaboi, diduga palsukan tanda tangan Sekdes dan Penghulu Darul Salam untuk meraup korupsi dalam pencairan Dana ADD tahun 2015.

Gambar Ilustrasi Pemalsuan Tanda Tangan (Kiri),Dokumen Laporan Tertulis Oleh Sekdes Ke Penghuluan Kepada BAPEMAS Bagansiapiapi Kab.Rohil

Hal ini dibenarkan Sekretaris Desa Darulsalam, Bukhori Muslim, kepada Wartawan lewat via seluler pribadinya, Senin (09/11/2015) lalu."Benar Agus Safrizal telah menyalahgunakan wewenangnya selaku Plh Penghulu dengan cara memalsukan tanda tangan saya selaku Sekdes maupun tandatangan Penghulu Darul Salam Kecamatan Senaboi, Ashari, untuk pencairan Dana Desa (ADD) periode pertama bulan Januari s/d April 2015 sebesar 40% dari Rp 900.000.000 dana ADD yang peroleh selama 1 Tahun di tahun 2015 ini." ungkap Bukhori Muslim.

Adapun pemalsuan itu Bukhori Muslim, sejak Agus Safrizal yang merupakan PNS Camat Senaboi diangkat oleh H. Julianda S.Sos selaku Camat Senaboi pada Maret 2015 lalu. dalam  pengangkatan Agus Safrizal selaku PLH Penghulu Kepenghuluan Darul Salam, saat Ashari penghulu yang sebenarnya di Non-Aktifkan untuk sementara waktu.

Dikarenakan Ashari dalam proses penanganan hukum oleh pihak berwajib atas tuduhan perambahan Hutan seluas 2000 hektar oleh oknum yang tak bertanggung jawab untuk menjatuhkan dan diduga untuk melengserkan Ashari dari kursi kepenghuluan yang di jabatnya." jelas Bukhori

Akan hal yang dialami Ashari, Agus Safrizal yang sudah menjadi PLH diduga mulai memainkan peranannya untuk meraup keuntungan pribadi atau golongan dengan melakukan pemalsuan tanda tangan saya (Bukhori-red) selaku Sekdes dan Ashari selaku Penghulu yang belum di berhentikan melainkan di non-aktifkan sebelum ada ketetapan hukum yang berkekuatan hukum yang menyatakan Ashari dinyatakan dan atau di vonis bersalah.

Aksi yang dilakukannya (Agus Safrizal-red) yang memalsukan tanda tangan saya dan Ashari berjalan lancar. Sehingga dana ADD gelombang pertama sebesar 40% dari jumlah dana ADD Rp900. 000.000 telah di cairkan oleh Bapemas Kabupaten Rohil" tambahnya

Saya yang mengetahui dari masyarakat bahwa pencairan dana ADD pertama telah dicairkan oleh Bapemas. Saya menyampaikan adanya dugaan pemalsuan tanda tangan saya selaku Sekdes serta menanyakan pencairan Dana ADD kepada Budi selaku PPTK.

Tidak hanya sampai di situ saja, kita juga sudah melaporkan hal tersebut secara tertulis sesuai dengan peraturan perundang-undangan No 6 Tahun 2014 tentang Desa. Pada pasal 45 menyatakan, dalam hal Kepala Desa (Penghulu) diberhentikan sementara sebagaimana dimaksud dalam pasal 41 dan pasal 42,Sekretaris Desa melaksanakan Tugas dan Kewajiban Kepala Desa sampai dengan adanya keputusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap". Dan Pasal 46 ayat (1)," Dalam hal sisa masa jabatan Kepala Desa yang di berhentikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 43 tidak lebih dari 1 (satu) Tahun,Bupati/Walikota mengangkat Pegawai Negeri Sipil dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota sebagai pejabat Kepala Desa sampai dengan terpilihnya Kepala Desa.

Namun sangat disayangkan, Julianda S.Sos yang saat itu menjabat sebagai Camat tepatnya Januari hingga Maret 2015 pembentukkan Plh Kepala Desa diduga tunggangi undang-undang No 6 tahun 2014 tentang Desa.

Dimana dalam pengangkatan Agus Safriadi selaku PLH Kepala Desa,tanpa melibatkan Aparatur Desa dan bahkan diduga tidak di ketahui oleh Bupati Kabupaten Rohil.

Lanjutnya, mengenai laporan resmi yang kami berikan kepada pihak Bapemas Rohil, pihak Bapemas meminta masalah tersebut untuk dapat dibantu. Namun saya katakan apa yang bisa di bantu?, Sementara  dana ADD yang di telah dicairkan merupakan uang Negara. Dan untuk melanjuti kegiatan tersebut pasti ada masalah. Kalau untuk kebaikkan kenapa harus dilakukan penipuan?.


Dan SPJ pencairan pertama dana ADD tersebut, sampai saat ini ketika kita minta kepada Agus Safriadi selaku Plh belum di berikan. Dengan sikap yang tak jelas dilakukan Agus Safriadi, menghambat kegiatan pencairan dana ADD kepenghuluan Darus Salam Kecamatan Senaboi Kab Rohil selanjutnya." tandas Bukhori. (Rudi/Ismail Sarlata)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas