Headlines News :
Home » » Korupsi Pengadaan Kerbau 100 Ekor, Pejabat Badan Penghubung Pemprov Siap Jalani Hukuman

Korupsi Pengadaan Kerbau 100 Ekor, Pejabat Badan Penghubung Pemprov Siap Jalani Hukuman

Written By Harian Berantas on Tuesday, November 10, 2015 | 1:49:00 AM

HARIANBERANTAS, JAKARTA - Megawati Rosdiana siap menjalani putusan hukum atas dirinya. Pejabat Badan Penghubung Pemprov Riau di Jakarta tersebut menjadi terpidana 2 tahun perkara korupsi pengadaan kerbau.



Kepala Badan Penghubung Riau di Jakarta, Doni Aprialdi mengaku sudah memanggil Megawati Rosdiana yang merupakan terpidana kasus korupsi pengadaan 100 ekor Kerbau pejantan untuk kelompok tani di Kabupaten Rohul tahun 2008 lalu. 

Menurut Doni, yang bersangkutan siap menjalani putusan MA yang menolak kasasinya dan berkomunikasi dengan aparat hukum yang berwenang.

"Intinya, saya sebagai atasan sudah memanggil yang bersangkutan dan menyarankan untuk berkomunikasi dengan aparat hukum yang berwenang dalam melakukan eksekusi nantinya," kata Doni di Kantor Penghubung Riau di Jakarta, Selasa (10/11/15).

Mantan Kabiro Umum Setdaprov Riau itu mengatakan, kalau Megawati siap melakukan apa yang dia sarankan. Karena tambahnya, Megawati sendiri merasa tidak bersalah dalam kasus tersebut. 

"Karena beliau merasa tidak bersalah, makanya beliau siap berkomunikasi dengan pihak aparat hukum yang berwenang," ungkapnya.

Doni juga mengakui, selama bertugas di Badan Penghubung Riau di Jakarta, Megawati bekerja dengan bagus, terlepas dari kasusnya yang sebelumnya ada di Pekanbaru, Riau. Dan dia juga berharap Megawati sabar dan tabah dalam menjalani cobaan.

"Mudah-mudahan beliau kuat menerima cobaan dalam menjalankan putusan MA ini, dan beliau tidak merasa takut karena mengaku tidak bersalah dan itu tentu kita menghormati. Sebagai atasannya hari ini, kita meminta supaya mematuhi putusan ini," ujarnya.

Megawati merupakan Kepala Sub Bidang Pembinaan Masyarakat Daerah di Badan Penghubung Riau di Jakarta, sebagai pejabat eselon IV yang dilantik oleh Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau di Jakarta yang saat itu di jabat oleh Tarmizi Natar Nasution.

Sebagaimana diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru pada 12 September 2012 lalu menjatuhkan vonis kepada Megawati 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta atau lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta Megawati dihukum 5 tahun penjara karena terbukti bersalah.

Megawati sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) merupakan terpidana korupsi pengadaan 100 kerbau penjantan untuk kelompok tani di Rokan Hulu, proyek Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan provinsi Riau pada 2008 silam.

Seperti diketahui, pada tahun 2008 silam Dinas Peternakan Riau yang saat itu dipimpin Kepala Dinasnya Raja Erisman, melakukan pengadaan 100 ekor kerbau untuk kelompok tani di Kabupaten Rokan Hulu, senilai Rp 990 juta.

Namun, meski anggarannya dicairkan 100 persen, ternyata tidak semua kerbau diserahkan kepada kelompok tani. Ada sekitar 20 ekor kerbau lagi yang belum diberikan kepada kelompok tani. 

Tapi terdakwa, tetap menandatangani berita acara seolah-olah kerbau tersebut sudah diterima oleh kelompok tani. Akibat perbuatan keduanya, negara mengalami kerugian kurang lebih Rp 258 juta.***

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas