Headlines News :
Home » » Kembali Didemo, Gempar Minta Kejati Tegas Usut Dugaan KKN Trio Rachma

Kembali Didemo, Gempar Minta Kejati Tegas Usut Dugaan KKN Trio Rachma

Written By Anonymous on Thursday, November 12, 2015 | 11:15:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Massa Gempar kembali mendemo Kejati Riau. Mereka terus mendesak lembaga itu mengusut tuntas dugaan KKN keluarga Plt Gubri yang mereka gelari 'Trio Rachman'.


Untuk keempat kalinya, Gerakan Mahasiswa Masyarakat Pemantau Riau (Gempar) melakukan aksi demontrasi atas dugaan Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) yang dilakukan Trio Rachman, Kamis (12/11/15). Trio Rachman sendiri adalah, keluarga dari Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Anto Rachman serta Juni Rachman. 

Selain Trio Rachman, dua nama lainnya yang juga bagian Daei keluarga Rachman, yakni Ketua KNPI Riau Ari Nugroho yang juga keponakan dari Plt Gubri serta Irma Rachman (adik kandung Plt Gubri) yang diduga turut "menikmati atas dugaan KKN tersebut. 

Aksi yang pertama dimulai di depan Pustaka Somen Hs, kemudian berlanjut dengan kompoi berjalan kaki di Jalan Sudirman hingga lalu berhenti memusatkan orasi di bundaran Tugu Titik Nol depan Kantor Gubernur Riau. 

Aksi yang dikoordinatori Dodi Sugiarto ini mengecam serta mengingatkan kepada Kejaksaan Tinggi Riau supaya bersikap atas dugaan-dugaan KKN yang ditudingkan terhadap Trio Rachman. Seperti adanya dugaan penguasaan atau pengaturan proyek yang ada di lingkungan Pemprov Riau. 

"Diduga telah ada konspirasi pelelangan proyek dengan dugaan melakukan praktek KKN kepada kepala ULP atas nama Indra, kemudian Kabag ULP Hamid yang kemudian berlanjut ke Pokja," papar Dodi dalam orasinya. 

Selain itu, nama Ornalis juga disebut-sebut sebagai rekanan penyedia jasa terhadap pemenang tender yang meminta "jatah" 14,5 persen dari total anggaran. Lelang untuk diserahkan kepada Trio Rachman. 

"Kawan-kawan selain Trio Rachman, ada juga namanya Irma Rachman yang terindikasi dugaan KKN pada pengadaan alat kesehatan di RSUD Arifin Ahmad. Karena itu, kami minta kepada penegak hukum supaya bersikap tegas sebelum persoalan ini semakin besar," ungkap Dodi lagi. 

Aksi puluhan massa Gempar dikawal ketat dari aparat kepolisian. Baik yang berbaju dinas mau pun berpakaian preman, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi. *** 

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas