Headlines News :
Home » , » Kejaksaan Dinilai Tebang Pilih Dalam Tangani Kasus Korupsi PT. BLJ Bengkalis senilai Rp300 Miliar

Kejaksaan Dinilai Tebang Pilih Dalam Tangani Kasus Korupsi PT. BLJ Bengkalis senilai Rp300 Miliar

Written By Anonymous on Thursday, November 12, 2015 | 11:20:00 PM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis maupun Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dinilai tebang pilih dalam menangani kasus korupsi. Sikap ini terutama tercermin dalam penanganan dugaan korupsi penyertaan modal (bukan penanaman modal) dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis ke Badan Usaha Milik Daerah PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ) sebesar Rp.300 miliar.

                                                                                                                           
"Kalau memang Yusrizal Andayani, dan Ari Setianto, tersandung kasus karena Direktur, dan Staf Khusus Direktur perusahaan PT. BLJ Bengkalis, maka mantan Bupati, Ir. Herliyan Saleh yang merupakan calon Bupati di Kabupaten Bengkalis periode 2015-2020 dan kroni lainnya, harus ikut di usut tuntas," ujar Ketua Divisi Kajian dan Litbang, LSM KPK, Mukhtaruddin, kepada Berantas, didampingi Ketua Team Observasi Pengguna Anggaran Negara & Anggaran Daerah (LSM Topan-AD) wilayah Riau, Rion Satya, di Pekanbaru, pekan lalu.

Menurut Mukhtaruddin, Kejari Bengkalis maupun Kejati Riau, seharusnya adil dalam semua penanganan kasus. Begitu juga dalam kasus korupsi penyertaan modal yang bukan penanaman modal dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis ke Badan Usaha Milik Daerah PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ) yang melibatkan Yusrizal Andayani, dan Ari Setianto. Yusrizal Andayani, dan Ari Setianto tidak berdiri sendiri-sendiri saat kasus tersebut terjadi.

"Seharusnya tidak hanya berhenti di Yusrizal Andayani, dan Ari Setianto, karena Herliyan Saleh selaku Kepala Daerah atau Bupati Bengkalis pihak yang bertanggungjawab mengawasi penggunaan modal tersebut serta terlibat dalam menyetujui penyalahgunaan modal senilai Rp. 300 miliar pada sektor lain yang tidak dipergunakan untuk membangun PLTGU,” ujarnya.  

Mukhtaruddin meminta kejelasan soal rekan Yusrizal Andayani, dan Ari Setianto lainnya pada perusahaan Badan Usaha Milik Daerah PT. Bumi Laksamana Jaya (BLJ) dan pihak Pemda Bengkalis yang juga terlibat dalam kasus tersebut. Ini juga untuk menjaga kewibawaan lembaga kejaksaan dan netralitas lembaga hukum di Indonesia itu.

"Pengusutan kasus korupsi tersebut jangan sampai ada kesan untuk target orang tertentu saja, sementara aspek hukum dan keadilan hukum dikesampingkan," kata Mukhtaruddin.

"Saya salut bila kejaksaan memang mengusut kasus korupsi di wilayah daerah Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau. Namun pengusutan itu harus tuntas, kalau ada yang terlibat dalam kasus yang sama, ya tuntaskan, jangan sampai ada istilah tebang pilih."

Berdasarkan catatan Berantas ini tanggal 13 Agustus 2015 di pengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Yusrizal Andayani dan Ari Suyatno kepada Hakim mengungkapkan, bahwa suntikan dana sebesar Rp. 300 miliar yang disebar ke sejumlah anak perusahaan disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perusahaan. Dan ide tersebut berasal dari Dewan Direksi yang telah disampaikan dalam RUPS, jelas Yusrizal.
Bahkan kuasa hukum Yusrizal Arfa Gunawan yang melanjutkan penjelasan Yusrizal di pengadilan tipikor PN Pekanbaru menyatakan, setelah disetujui oleh pemegang saham dan komisaris, dana sebesar Rp. 300 miliar itu disebar ke sejumlah anak usaha. Dan tujuan awal penyertaan modal itu adalah untuk membangun pembangkit listrik di Desa Buruk Bakul dan Balai Pungut Bengkalis sebagai jawaban atas krisis listrik yang terjadi di daerah tersebut. Namun pembangunan tersebut tidak kunjung selesai dilaksanakan lantara aliran modal mengalir tidak sesuai peruntukan awal.

"Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 18 Mei 2013 pukul 09.00 WIB dijelaskan kemana saja penyertaan modal akan disalurkan PT BLJ untuk mengembangkan usahanya," kata Arfa Gunawan.

Lebih lanjut, Arfa mengatakan bahwa dari risalah RUPS tahun buku 2013 itu dihadiri oleh Yusrizal Handayani sebagai direktur utama dan sejumlah pejabat penting di Pemerintah Kabupaten Bengkalis sebagai pemegang saham.

"Dalam risalah itu disebutkan turut hadir Bupati Bengkalis saat itu yakni Herliyan Saleh, Komisari Utama Drs Mukhlis, Drs Burhanuddin Sekda Bengkalis selaku anggota komisaris, dan Ribut Susanto sebagai anggota komisaris," ungkap Arfa.

Dijelaskan, dalam rapat tersebut membahas laporan jajaran direksi mengenai jalannya usaha selama tahun 2012, pengesahan neraca dan perhitungan laba rugi rencana kerja untuk buku 2013. "Hasilnya, pemegang saham menyetujui laporan direksi dan mengesahkan neraca laba rugi serta rencana investasi PT BLJ dalam bidang property, agribisnis dan Migas," jelasnya.

"Artinya, semua rencana investasi baik itu penanaman modal ke Indonesian Creative School, penanaman modal di sebuah dealer motor gede di Bogor, dan lainnya dalam dakwaan, disetujui melalui RUPS,"
Media mencatat, bahwa tepatnya pada Selasa (11/8/2015) yang lalu, Herliyan Saleh dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk bersaksi dalam kasus dugaan korupsi penyertaan modal PT BLJ ini. Dan di dalam kesaksiannya Herliyan Saleh, juteru banyak mengaku tidak mengetahui bagaimana suntikan modal tersebut bisa mengalir ke sejumlah anak usaha dan rekan bisnis PT BLJ. Bahkan dalam jalannya persidangan Herliyan mengaku tidak mengetahui banyak hal terkait proses pengajuan modal perusahaan plat merah milik Bengkalis tersebut serta proses pembangunan pembangkit listrik yang dikerjakan PT. BLJ.

Dalam penanganan kasus korupsi luar biasa ini di Kabupaten Bengkalis, Kejaksaan Negeri Bengkalis mencium adanya dugaan korupsi dalam proses pembangunan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) tersebut. 

Sehingga, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau yang saat itu dijabat oleh Edi Rakamto, SH.MH, meminta media ini supaya dugaan penyelewengan dan penyimpangan dana sebesar Rp. 300 miliar itu ditelusuri bersama tim Kejari Bengkalis.

Sehingga tepatnya, Rabu tanggal 11 Desember 2013 siang, Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis, Mukhlis bersama Kepala Tindak Pidana Khusus yang saat itu dijabat oleh Arjuna Meghanada dan Kepala Seksi Intelijen Furkon Syah Lubis dan beberapa penyidik Kejari lainnya mendatangi kantor PT. BLJ Bengkalis melakukan penyitaan dokumen-dokumen penting berkaitan dengan kasus korupsi sebesar Rp. 300 miliar pada tahun  anggaran 2012 silam itu.
Aneh tapi nyata, setelah tim penyidik Kejari Bengkalis menyidik kasus dugaan korupsi sebesar Rp. 300 miliar pada PT. BLJ Bengkalis yang diduga melibatkan petinggi Kabupaten Bengkalis tersebut, berhembus aroma adanya konspirasi Kajari, Muklis, dengan CV. Surya Perdana Motor mitra kerja PT Surya Citra Riau (anak usaha PT.BLJ) dalam penanganan kasus hibah BUMD menerima suap dua cek BNI yang masing-masing berisi Rp.5 miliar ditambah uang tunai Rp. 250 juta, serta jatah proyek di Pemkab Bengkalis.

Dan setelah konspirasi Kajari, Muklis ini dengan CV. Surya Perdana Motor mitra kerja PT.Surya Citra Riau (anak usaha PT.BLJ) terungkap, media ini juga mencoba menemui Kajari Bengkalis, Muklis hungga berulang kali,  guna konfirmasi. Namun, Kajari Bengkalis, Muklis saat itu, merasa takut dan menolak untuk ditemui Berantas.

Sehingga, Kamis (05/02/2015) lalu, media ini bersama beberapa tim dari aktifis LSM anti korupsi dari Pekanbaru-Riau melayangkan surat laporan resmi ke Presiden RI, KPK RI, Jaksa Agung, DPR RI di Jakarta, karena perbuatan melawan hukum terhadap kasus dugaan korupsi sebesar Rp. 300 miliar itu, dinilai sudah diluar kewajaran dan atau melampaui batas.

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Mukhzan, saat dihubungi media ini lewat telepon beberapa waktu lalu “Proses penanganan kasus PT. BLJ Bengkalis sampai sekarang, masih jalan di penyidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis. Kalau mengenai kasus rekening gendut Bupati (Herliyan Saleh-red), itu ditangani oleh Kejaksaan Agung. Dan sampai saat ini, belum kami tahu apakah kasus itu dilimpahkan oleh Kejaksaan Agung ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Yang penting, kasus rekening gendut Bupati (Herliyan Saleh-red) tersebut kami dengar melalui media saja, ujarnya. ***Nas**

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas