Headlines News :
Home » » Kapolres Cianjur Kangkangi Sumpah Tribrata Polri

Kapolres Cianjur Kangkangi Sumpah Tribrata Polri

Written By Harian Berantas on Monday, November 9, 2015 | 8:12:00 PM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Tribrata Polri Melindungi, Melayani dan Mengayomi Masyarakat dikangkangi Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur. Pasalnya, kasus penipuan yang dilaporkan H Syukur pada 25 Februari 2015 hingga saat ini pelakunya belum ditangkap.


Kasus penipuan bermula dari perkenalan H Syukur dengan Neneng melalui seorang anggota Kodim Cianjur Jawa Barat. Siapa sangka, perkenalan yang begitu manis berbuah petaka.

Januari 2015 Neneng datang ke rumah H Syukur dan mohon bantuan terkait proyek pengurugan yang diperolehnya dari desa. Itu dilakukan sembari menunjukan Surat Perintah Kerja (SPK).

Neneng memohon dipinjami uang untuk modal proyek tersebut. “Pak Haji, saya minta dipinjamin modal untuk proyek pengurugan di Kp Leumbur Sawah Ds Sukasirna Kecamatan Suka Luyu KBd. Cianjur,” ucap Neneng seperti yang ditirukan H Syukur. ”Karena saya iba akhirnya saya bantu Neneng bayarin material pengurugan, sewa dum truck, sampai proyek pengurugan mencapai 90%, 

dan saat saya tagih ke Neneng, saya diberi cek Mandiri senilai Rp 4 miliar 4 ratus juta, namun tidak disangka setelah cek itu dikonfirmasikan ke Bank Mandiri, ternyata Cek Mandiri atas Nama Hendar (suami Neneng) hanya bernilai Rp 150 juta, ini kan pidana murni, mengapa Kapolres Cianjur pura – pura tidak tahu masalah ini dan membiarkan kasusnya berlarut – larut hingga sekarang,” ungkap H Syukur kesal.

Kecewa dengan kinerja Penyidik Polres Cianjur H Syukur mengadukan hal ini ke Was Sidik Polri dan Propam Mabes Polri Pertengahan Oktober 2015. Untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut, Wartawan mendatangi rumah dinas Kapolres Cianjur Jum’at (30/10) di Jl Sela Kopi Cianjur Jawa Barat.

Kepada beberapa Wartawan awak media, AKBP Asep Guntur menjelaskan, sampai saat ini kasus yang dilaporkan H Syukur dengan no Lp /73/B/II/ 2015/JR/ RES CJR 25 Februari 2015 dengan terlapor Neneng masih belum bisa ditentukan apakah ini pidana atau perdata, saya masih terus mempelajarinya,” ujar Asep karena menurutnya, dibutuhkan waktu bertahun-tahun.

Tidak puas dengan keterangan Asep, wartawan meminta keterangan dari Kabid Humas Polda Jawa Barat AKBP Joko, namun sungguh disayangkan, setelah menunggu 5 jam (dari jam 8:00 sampai jam 13:00) namun yang bersangkutan kurang merespon.

Selanjutnya, Kanit Propam Polda Jabar Kompol Deden Suryadi yang dikonfirmasi mengemukakan, pernyataan Kapolres Cianjur sudah menyalahi Perkap No: 4 tahun 2014 tentang Pertanggungjawaban Administrasi Keuangan Negara. “Dengan Peraturan Kapolri ini, seharusnya Kapolres mempunyai target penyelesaian kasus,” ungkap Deden.

Masih menurut Deden, Kapolres sudah melanggar Perkap no.4 tahun 2014 tentang standar penyidikan. “Ini tidak boleh dibiarkan, selaku Pengawasan Internal Kepolisian saya akan segera memanggil Kapolres Cianjur,” tandasnya. Landi/Mustaan
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas