Headlines News :
Home » , » Dugaan Penyimpangan Peningkatan Jln Umar Said Dusun Sri Damai Desa Sepotong

Dugaan Penyimpangan Peningkatan Jln Umar Said Dusun Sri Damai Desa Sepotong

Written By Harian Berantas on Tuesday, November 3, 2015 | 6:13:00 AM

HARIANBERANTAS, SIAK KECIL - Peningkatan jalan Umar Said menuju Dusun Sri Damai Desa Sepotong di Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, diduga kuat menyimpang dari spesifikasi teknik yang telah disepakati bersama dalam kontrak kerja antara penyedia jasa dan pengguna jasa.


Proyek itu pada satuan kerja dinas Pekerjaan Umum (PU) Bengkalis dengan judul kegiatan peningkatan jalan Umar Said menuju Dusun Sri Damai Desa Sepotong dengan kontraktor pelaksana CV. Ganda Jaya yang dipimpin oleh Alam, dengan sumber biaya APBD tahun 2015 sebesar Rp1. 459.468.000,-

Hal itu berdasarkan hasil investigasi Wartawan media ini dibantu masyarakat setempat. Menurut salah seorang warga setempat yang tidak ditulis jati dirinya kepada media ini mengatakan, proses pembuatan jalan beton paket yang sedang berlangsung pekerjaannya oleh rekanan kontraktor ini, tidak ukuran.

Pasalnya, volume panjang dan lebar badan jalan yang seharusnya dilakukan pekerjaannya oleh kontraktor, tidak tertera pada papan/merk kegiatan yang dipasang rekanan di lokasi  proyek. Sehingga, panjang dan lebar badan jalan yang seharusnya di kerjakan sesuai kontrak yang sebenarnya, sulit diketahui oleh masyarakat.

Kemudian, ukuran campuran cor yang ketebalannya diragukan tidak sesuai speck, dilakukan secara manual saja tanpa menggunakan dolak yang merupakan alat ukur campuran semen, krekel dan pasir pada pekerjaan jalan beton, ujar warga.

Sementara mandor proyek yang tak mau menyebut namanya mengakui, seharusnya pekerjaan jalan ini, harusnya menggunakan dolak, supaya campuran semen dengan pasir dan krekel sesuai. akan tetapi karena pak Alam dari perusahaan (CV. Ganda Jaya), cukup gerobak sama skop ini saja kami pakai, ya itu saja. Karena kami hanya sebagai pekerjanya, katanya.

Sementara di lokasi proyek dapat dilihat seolah-olah terjadi pencurian volume pekerjaan pemasangan besi wire mesh dan volume ketebalan cor badan jalan, yang diduga dari awal, kontraktor telah punya niatan untuk mengurangi volume kegiatan dengan tujuan mendapat keuntungan dengan cara melawan hukum. Pembuatan cor untuk akses menuju Dusun Sri Damai Desa Sepotong yang ditepi jalan juga tak luput dari ‘penjarahan’ oleh kontraktor, baik diameter besi maupun kualitas cor betonnya. 

Hal ini dijumpai saat Wartawan media ini bahwa besi wire mesh yang semestinya adalah besi wire mesh 8 mm, ketika diukur dengan skechmact digital nampak ukuranya hanya 6 mm. 

Belum lagi mutu cor betonnya yang hanya diaduk manual dan tidak menggunakan molen pengaduk serta bahan baku steinslagnya juga tidak memenuhi standart untuk cor karena hanya menggunakan batu sisa ayakan dari pasir. Terkait hal itu, Wartawan Berantas telah mengkonfirmasi ke kontraktor, CV. Ganda Jaya, Alam, namun belum ditanggapi.

Demikian juga Kepala Desa Sepotong, Isman, saat diminta tanggapannya media ini, seputar telah terjadinya dugaan penyimpangan paket proyek peningkatan jalan Umar Said menuju Dusun Sri Damai yang dialokasi diwilayahnya, belum dapat dikonfirmasi, karena nomor hendphon pribadi yang ia miliki berdering hingga berkali-kali dihubungi Wartawan, tak diangkat. (Mukhtaruddin)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas