Headlines News :
Home » » Diduga Proyek Semenisasi Milik PU Pekanbaru, Sarat Penyimpangan

Diduga Proyek Semenisasi Milik PU Pekanbaru, Sarat Penyimpangan

Written By Harian Berantas on Tuesday, November 24, 2015 | 7:16:00 AM

Martin Manoluk ST: " Kalau mau yang benar tanya Kejari dan Kejati Riau, minta Fatwa dari mereka kalau tidak boleh memindahkan jalan "


HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Berdasarkan sumber informasi yang diterima media ini, proses pelaksanaan kegiatan paket proyek “Semenisasi” milik Sub Perumahan Pemukiman dan Cipta Karya dinas PU Kota Pekanbaru pada tahun anggaran 2015, diduga banyak yang tidak sesuai rujukan kontrak/bestek.

Pasalnya, lokasi kegiatan yang telah ditentukan perencanaannya dari awal atau dalam kontrak, terkesan dialihkan ketempat lain atau ke lokasi yang berbeda tanpa ada prosedural.

Berdasarkan bukti lapangan yang ditemukan media ini, proses pekerjaan Semenisasi yang seharusnya dibangun dilingkungan jalan Arjuna  gang Mahoni pada tahun 2015, justeru pengerjaannya dilingkungan jalan Sadar RT 2/RW 1 Kecamatan Payung Sekaki.

Bahkan sisa volume pekerjaan pun, sebagian dipindahkan ditempat lainnya yakni di depan Mesjid Baitul Rahman tepatnya samping Madrasah sepanjang 50 meter, dan di lingkungan gang Rahmin RT03/RW01 Kelurahan Labuh Baru Timur Kecamatan Payung Sekaki dengan ukuran panjang lagi 40 meter.

Kemudian pekerjaan semenisasi yang pembangunannya sesuai pedoman bestek di lingkungan gang Irham RT06/RW16 (sesuai kontrak), terkesan pengerjaannya di pindahkan ke daerah lain tepatnya dilingkungan perumahan Ataea RT06/RW15 dengan panjang 163 meter, dan dilingkungan perumahan Pesona RT05/RW15 Kelurahan Labuh Baru Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru dengan panjang 30 Meter.

Dan untuk mencukupi sisa volume pekerjaan semenisasi tersebut, pada lokasi yang berbeda lagi tepatnya di jalan Irham, pekerjaan semenisasi tersebut dibangun dengan panjang 193 meter.

Selain terjadinya dugaan penabrakan rujukan kontrak pekerjaan semenisasi yang berasal dari uang rakyat tersebut, merk/plank kegiatan, tidak dipasang oleh rekanan kontraktor. Artinya, bahwa dalam pelaksanaan kegiatan proyek semenisasi milik sub Perumahan Pemukiman dan Cipta Karya dinas PU Kota Pekanbaru tersebut, diduga ada unsur permainan atau kongkalikong antara pihak rekanan dan pejabat dinas terkait.

Plang Proyek yang di kerjakan di lokasi yang tidak sesuai DPA dan Kontrak

Bukan itu saja, dugaan penyimpangan pun, juga disinyalir terjadi terhadap pekerjaan semenisasi yang semesti pembangunannya di daerah Srigunting RT01/RW12 Kelurahan Sri Meranti Kecamatan Rumbai Pekanbaru.

Dari hasil investigasi yang dilakukan Wartawan media ini dilapangan, proses pelaksanaan kegiatan semenisasi jalan yang seharusnya beralokasi di jalan Srigunting RT 01, RW 12 Kelurahan Srimeranti Rumbai Pekanbaru, justeru pengerjaannya dilakukan dilingkungan Gg Mushola dan sebagian lagi dilingkungan Gg Gelatik RT04/RW12 Kelurahan Srimeranti-Rumbai.

Dari pantauan wartawan Berantas dilapangan, merk kegiatan atau plank proyek yang terletak di pinggir jalan Gang Gelatik RT 04 RW 12 Kelurahan Srimeranti Kecamatan Rumbai Pekanbaru, dengan rincian tulisan nama, “Paket Jl.Sri Gunting RT01/RW12 Kelurahan Sri Meranti Kecamatan Rumbai Pekanbaru. Nilai proyek Rp199.160.000,- dikerjakan CV. Sinar Karya, dengan  Nomor Kontrak: 005F/SPK/APBD/PPK-BPP/PPCK/ IX/2015, Tanggal 01 September 2015.

Aneh, pekerjaan semenisasi tersebut, bukannya dibangun diwilayah jalan Sri Gunting. Melainkan, dibangun lingkungan gang Mushola, dan Gg Gelatik RT04/RW12 Kelurahan Srimeranti Pekanbaru.
Bukan itu saja, dari pengamatan media ini atas hasil pekerjaan semenisasi yang telah dilakukan pekerjaannya oleh rekanan kontraktor, ditemukan banyak yang mengalami keretakkan dab bergelombang.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan atau PPTK/PPK, Martin Manoluk ST saat di konfirmasi lewat telephonnya mengatakan, terkait pengalihan atau pemindahan tempat lokasi proyek, boleh asal ada berita acara pemindahan yang kuat dan di ketahui oleh RT/RW-nya.

Ketika ditanya, kenapa tidak di usulkan pada ABT, jika lokasi kegiatan pembangunan pemerintah itu dipindahkan?. “Bisa di usulkan di ABT, tapi waktunya bos...,mungkin masyarakat perlu cepat. Sementara ABT aja entah kapan dikerjakan. Dan jika hal tersebut kembali disampaikan apakah tidak terkesan fiktif? tanya Martin.

Dikatakannya, saya ini orang tekhnik, belum tentu benar. Kalau mau yang benar, tanya ke Kejaksaan dan Kejati minta Fatwa dari mereka tidak boleh memindahkan jalan." ucap Martin. (Ismail Sarlata) 

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas