Headlines News :
Home » , » Aparat Penegak Hukum didesak Serius Usut Dugaan Korupsi di Kampar

Aparat Penegak Hukum didesak Serius Usut Dugaan Korupsi di Kampar

Written By Harian Berantas on Wednesday, November 18, 2015 | 6:32:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Puluhan gerakan masyarakat Kabupaten Kampar (GERAK), kembali melakukan lanjutan orasi di Kejati Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Selasa (17/11/2015). 



Kali ini dalam orasinya, Gerak meminta aparat penegak hukum lebih serius mengusut kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. 

Sebelumnya, orasi yang tergabung dari gerakan masyarakat kampar (GERAK) ini membawa spanduk yang bertuliskan “Kejagung jangan berhianat, Tangkap dan Penjarakan (BUPATI KAMPAR). Namun kali ini, mereka membawa boneka dan alat penggendong Jenazah dengan bertuliskan “Matinya Hukum di Riau”.

“Innailahihirojiun, telah mati penegak hukum dan telah mati keadilan di Riau hari ini, dua institusi penegak hukum di Riau ini telah meninggal dunia, ”teriak kordinator orasi, Rahmad, Selasa (17/11/2015) kemaren.

Pantauan harianberantas.co.id dilapangan, aktivitas di Jalan Jenderal Sudirman sempat mengalami kemacetan lantaran peserta orasi terlihat berteriak dipertengahan Jalan Sudirman, Tepatnya di Bundaran di hadapan Kantor Gubernur Provinsi Riau.

Dalam orasinya, kali ini mereka (GERAK) menuntut Presiden RI, Joko Widodo, Melalui aparat penegak hukum agar lebih serius mengusut kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Kampar sejak tahun 2012 Silam. Dimana dalam orasi tersebut Bupati Kampar (Jefry Noer) dituding aktor dibalik kasus dugaan korupsi yang menelan anggaran hingga triliyun rupiah.

“Kita minta Jampidsus Kejagung RI segera menuntaskan kasus dugaan korupsi di Kampar, dan aktor. Karena aktor dari sebuah korupsi di Kampar itu tidak lain itu adalah Bupati Kampar, dan Aktor dari sebuah kejadian yang menghabiskan uang rakyat triliyun itu adalah Bupati Kampar,”masih teriak Rahmad.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Aparat penegak hukum untuk tidak melakukan negosiasi terhadap pejabat koruptor.

“Buktikan bahwasanya Kejagung RI tidak seperti Kejati Riau hari ini yang diduga menerima suap dari Bupati Kampar,” katanya. (Fandi Ahmad/Ismail/Son)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas