Headlines News :
Home » » Terkait Pungli, Hj. Sukarti Beberkan Kudis SMPN 4 dan SMAN 6 Pekanbaru

Terkait Pungli, Hj. Sukarti Beberkan Kudis SMPN 4 dan SMAN 6 Pekanbaru

Written By Harian Berantas on Friday, October 23, 2015 | 11:26:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Salah seorang oknum guru yang dinilai tidak memiliki etika, meradang tak tentu arah ketika awak media ingin mencari informasi seputar dugaan pungutan yang diduga kerap dilakukan oleh sekolah tersebut.


Tindakkan oknum tersebut, berawal saat situs ini mengkonfirmasikan Kepala sekolah SDN 02 Senapelan, Nur Asni, yang diduga melakukan pungli bagi wali murid sebesar Rp 20.000 persiswanya setiap bulan dengan dalih uang Komputer.

Wakil kepala sekolah SDN 02 Senapelan Pekanbaru, Juminem SPd yang terlihat berada di dalam ruangan majelis guru saat ditunggu Wartawan tepatnya diruangan tamu, secara tiba-tiba, oknum guru yang dinilai tidak ber-etika di SDN 02 Senapelan tersebut, mempertanyakan maksud kedatangan awak media di SDN 02 Senapelan tersebut. 

Kemudian, Juminem SPd, wakasek SDN 02 Senapelan, menghampiri wartawan, dan lansung mempertanyakan maksud kedatangan Jurnalis yang ingin mengkonfirmasi berbagai keluhan dari wali murid seputar biaya program pendidikan Komputer senilai Rp20. 000/persiswa setiap bulannya itu.

Akan tetapi, program pendidikan komputer senilai Rp20.000/persiswa setiap bulannya itu, dibenarkan Juminem SPd kepada Wartawan.  Ketika perbincangan berlangsung, awak media pun dengan lancar mempertanyakan dari mana tenaga pendidikannya (guru) pada program tersebut didatangkan. 

Diakui Juminem SPd, tenaga pendidikan didatangkan dari pihak yayasan komputer yang bekerjasama dengan pihak sekolah. Dan bagi para wali murid yang sudah melakukan pembayaran sampai bulan Desember atau sebelumnya, pembayaran akan dibayarkan pada bulan berikutnya dikarenakan 1 bulan siswa tidak belajar, karena kabut asap. Dan untuk perihal apa nama yayasan komputer itu, saya tidak tau tanyakan saja pada Nur Asni SPd selaku Kepala Sekolah kami disini" ujar Juminem.

Ketika ditanya apakah kerjasama antara sekolah dengan yayasan komputer di ketahui oleh Dinas Pendidikan? Supaya apa yang dilakukan sekolah tidak terkesan menari-nari diatas punggung para wali murid, serta pihak Sekolah tidak terkesan tunggangi Permendikbud nomor 44 tahun 2012 pungutan dan sumbangan biaya pendidikan pada Satuan pendidikan dasar.

Anehnya, beberapa pertanyaan awak media belum dijawab oleh Nur Asni selaku kasek di SDN 02 Senapelan tersebut, justeru salah seorang oknum guru yang turut hadir di ruang majelis guru bernisial S (Hj Sukarti-red), meradang dengan nada yang dinilai tidak memiliki etika mengatakan, “Yang ngomong itu siapa?, kalau yang melapor itu wali murid, siapa namanya?, itu kan bukan pungutan liar. Karna kami tidak tau Permendikbud itu aduh...,gimana mau maju sekolah ini. Sementara SMP dan SMA aja murid diwajibkan membeli buku di sekolah tidak bermasalah, ucap Sukarti.

Bukan itu saja. Hj Sukarti dengan lantang mengatakan, " tu anak saya beli buku, SMP N 4 dan SMA N 6 anak saya membeli buku" cetus Sukarti membongkar kudis SMPN 4 dan SMA N 6 Pekanbaru yang mewajibkan anak didiknya mewajibkan membeli buku.

Ketika suasana memanas, Hj Sukarti yang terkesan tunggangi trilogi Walikota Pekanbaru, poin 1 yakni PAS (Profesional, Amanah, dan Santun). Sehingga, Juminem SPd atau Wakasek menyarankan awak media guna mempertanyakan Nur Asni selaku Kepala Sekolah.

Dan pada hari yang sama yaitu Rabu (21/10/2015)), awak media ini meminta tanggapan Kepsek SDN 02 Senapelan, Nur Asni SPd melalui sambungan telphon pribadinya nomor 082174XXXXXX yang diperoleh dari salah seorang oknum guru.

Nur Asni melaui telephonnya, justeru meminta awak media untuk dapat di jumpai di SDN 148 Labuh Baru Pekanbaru. Sehingga atas permintaan tersebut, awak mediapun langsung menuju SDN 148 Labuh Baru Pekanbaru guna konfirmasi.

Kepada awak media, Nur Asni meminta maaf atas kecolongan anak buahnya yang tidak memiliki etika terhadap Pers yang sampai mencatut nama Ayat Cahyadi Wakil Walikota Pekanbaru yang yang mengatakan, kenapa saya takut. sayakan orang Ayat" ucap Sukarti ketika wartawan meninggalkan lokasi SDN 02 Senapelan.

Kasek, Nur Asni SPd kepada Berantas dan kepada media lainnya yang turut mengkonfirmasikannya meminta agar persoalan pungutan liar di sekolah yang ia pimpin hingga nama Wakil Walikota Pekanbaru dicatut oleh salah seorang anak buahnya (guru), jangan di publikasi. Sehingga Nur Asni SPd kepada Berantas berjanji, akan segera menegur salah seorang anak buahnya (oknum guru) yang dinilai tidak bermoral dan atau tidak ber-etika tersebut. 

“Dia (Sukarti) saya tegur nantinya di sekolah. Mengenai Ayat Cahyadi yang memiliki kedekatan dengan Sukarti, sepengetahuan saya bukan Sukartinya, melainkan menantunya yang merupakan kaki tangan atau orang kepercayaan Ayat Cahyadi. Saya tau hal itu. pada saat akekah cucunya Sukarti, pak Ayat datang. Tapi saya tak mau usil untuk menanyakan kedekatan pak Ayat dengan menantunya Sukarti,” ujar Nur Asni

terkait dugaan pungutan uang Rp 20.000 kepada siswanya perbulan dengan dalih pembayaran uang Komputer, Nur Asni tak munafik. Pungutan itu memang benarkan. Karena program pendidikan yang di sekolah itu, kami ada kerjasama dengan lembaga pendidikan atau Yayasan Komputer milik Muhajiro, katanya.

Ketika ditanya Wartawan, apa nama yayasan dan atau lembaga pendidikan non-formal yang dimaksud di ketahui oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru?. Nur Asni mengatakan, "Saya tidak tau nama yayasan tersebut, mengenai pemberitauan ke Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru tidak ada. Itu urusan yayasan, dan hal tersebut itu kami lakukan bersama yayasan milik Muhajiro itupun saya tau dari teman-teman sekolahan lainnya sepertihalnya SDN 72 Senapelan." jelas Nur Asni. (Ismail)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas