Headlines News :
Home » , » Terkait Korupsi Suap APBD Riau, Jaksa KPK Hadirkan Mantan Sekdaprov Riau dan Anggota Dewan

Terkait Korupsi Suap APBD Riau, Jaksa KPK Hadirkan Mantan Sekdaprov Riau dan Anggota Dewan

Written By Harian Berantas on Thursday, October 29, 2015 | 12:30:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Pengadilan Tipikor Pekanbaru gelar sidang lanjutan korupsi suap dana APBD Riau. Jaksa KPK hadirkan Mantak Sekdaprov Zaini Ismail dan beberapa mantan anggota dewan.

Setelah memeriksa saksi saksi dari pihak Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Riau dan sejumlah anggota DPRD Riau yakni, H Suwarnoan Said Syahrul Amri, Syafril Abubakar, Burhanuddin dan dan Solihin, pada sidang yang digelar Rabu kemarin.

Pada sidang lanjutan yang digelar Kamis (29/10/15) pagi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pulung Rinandoro SH, Budi Nugraha SH, Tri Anggora Mukti, Arin Karniasari dan Irman Yudiandri. Menghadirkan pejabat Pemprov Riau dan anggota DPRD Riau.

Saksi saksi yang dimintai keterangannya dalam persidangan perkara korupsi suap dana APBD Riau, dengan terdakwa Ahmad Kirjauhari, mantan Anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) yaitu, Zaini Ismail, Wan Amir Firdaus, M.Yafiz dan Riki Hariyansyah. 

Dalam persidangan yang dipimpin Masrul SH, diruang sidang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Jaksa KPK memintai keterangan saksi terkait permintaan sejumlah uang oleh para anggota Banggar DPRD Riau dan sejumlah anggota dewan lainnya, terkait pengesahan Rancangan APBD-P 2014 dan RAPBD Tambahan 2015 Provinsi Riau.

Satu persatu para saksi ini menjelaskan ihwal permintaan uang sebesar Rp 1,2 milar kepada pihak Pemprov Riau tersebut.

Bahkan, ketika saksi Riki Hariyansyah memberikan keterangan. Tampak sang ayah, Arwin SH, mantan Bupati Siak Sri Indrapura menyimak keterangan keterangan yang disampaikan Riki.

Seperti diketahui, Achamd Kirjauhari didakwa melakukan tindak pidana korupsi penerimaan suap, untuk pengesahan Rancangan APBD-P 2014 dan RAPBD Tambahan 2015 Provinsi Riau.

Perbuatan terdakwa secara bersama sama dengan anggota DPRD lainnya yakni, Johar Firdaus, Riky Hariansyah itu terjadi pada tanggal 1 September 2014.

Dimana terdakwa telah menerima hadiah atau imbalan berupa uang sebesar Rp 1,2 miliar dari Pemerintah Provinsi (pemprov) Riau. Dalam hal pengesahan rancangan APBD-P 2014-2015 Provinsi Riau.

Bermula, pada 12 Juni 2014, Annas Maamun, selaku Gubernur Riau. Mengirim Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) kepada Ketua DPRD Riau. Kemudian KUA tersebut dibahas dalam rapat Banggar DPRD. 

Selanjutnya, Banggar DPRD mempertanyakan penyerapan anggran 12 persen untuk anggaran Dinas Cipta Karya dan Dinas Bina Marga.

Karena tidak ada titik temu, tim Banggar menyampaikan keinginan anggota dewan untuk dapat meminjam kendaraan dinas. 

Selanjutnya sambung JPU, Suparman (Wakil Ketua DPRD Riau) menyampaikan kepada Johar Firdaus, bahwa Annas Maamun selaku Gubernur Riau menyanggupinya dan bahkan, Annas Maamun juga memberikan uang masing masing anggota dewan sebanyak 40 orang sebesar Rp 50 juta.

Selain itu, untuk anggota banggar yang membahas rancangan APBD-P 2014-2015 Provinsi Riau. Annas Maamun memberikan sejumlah uang sebesar Rp 1,2 miliar untuk anggota Banggar yang beranggotakan, Johar Firdaus, Masnur, Musdar, Supriati, Zukri Misran, James Pasaribu, T Rusli Efendi, Mahdinur, Riky Hariansyah, Nurzaman dan Koko Iskandar. 

Uang untuk anggota banggar sebesar Rp 1,2 miliar itu diantarkan oleh Suwarno, PNS Pemprov Riau kepada terdakwa Kirjauhari.

Setelah uang diterima dan dibagi bagikan. Para rapat pembahasan rancangan anggaran APBD selanjutnya. Tim banggar mensahkan rancangan anggaran tersebut.

Atas perbuatannya terdakwa Kirjuhari yang telah memperkaya diri sendiri dan orang lain. Negara dirugikan sebesar Rp 1,2 miliar. Dalam hal ini, Kirjauhari dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (har)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas