Headlines News :
Home » , , , , , » Staf Redaksi Berantas Diancam Timses Yopi Arianto, Pemred: Otak P Tambunan Itu Kotor, Karena Dia Belum Disunat

Staf Redaksi Berantas Diancam Timses Yopi Arianto, Pemred: Otak P Tambunan Itu Kotor, Karena Dia Belum Disunat

Written By Harian Berantas on Saturday, October 10, 2015 | 9:30:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Kamis (07/10/2015) sekira pukul 00.14 wib s/d pukul 00:41 wib, Elyuss diteror dan diancam oleh Paruntungan Tambunan yang mengaku Wakil ketua DPD 2 partai Golkar di Kabupaten Inhu dan ketua tim pemenang balon Bupati Inhu, H. Yopi Arianto, SE  pada pilkada periode 2016-2021 mendatang.                                                                          

Dok: Tanda Terima Surat Konfirmasi/Klarifikasi Korupsi di Kab, Inhu

Sebelumnya, guna memenuhi unsur berita Jurnalis yang lebih profesional di dalam dunia Pers, maupun tidak terjadinya kekeliruan dalam penyampaian laporan/ informasi secara sepihak oleh elemen LSM, Okp, Ormas dan lain sebagainya, Senin (05/10/15), tim investigasi gabungan dari LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM-KPK) bersama Media Berantas dan Metroterkini, secara resmi mengajukan konfirmasi/klarifikasi tertulis kepada para penjabat penting di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) termasuk kepada mantan Bupati Inhu, H Yopi Arianto, SE, mengenai telah terjadinya dugaan korupsi berjamaah dana APBD dan dana Hibah/Bansos sejak tahun 2012 sampai dengan tahun 2015.

Dan di dalam surat konfirmasi/klarifikasi resmi yang diterima beberapa pejabat penting yang ada di Kabupaten Inhu yakni, mantan Bupati, H. Yopi Arianto SE, Sekretaris Daerah (Sekda) Indragiri Hulu, Asisten Praja, Asisten Ekonomi & Pembangunan, Asisten Administrasi, Kepala Bagian (Kabag) Keuangan, Kepala Inspektorat, Sekretaris Bapemdes Inhu, Kepala Bidang SDM Dinas Perkebunan Inhu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Inhu dan kroni lainnya tersebut, sangat jelas bukti penyimpangan dana APBD tahun 2012-2015 yang terjadi sudah terlampir.

Dalam konfirmasi/klarifikasi tertulis resmi pun, juga diberi tenggang waktu untuk dijawab atau ditanggapi oleh beberapa pejabat penting yang diduga terlibat menikmati dana APBD Inhu yang berasal dari uang rakyat tersebut.  
Namun, batas waktu yang diberi belum cukup, tiba-tiba staf redaksi media Berantas, Elyuss diteror dan diancam oleh oknum Paruntungan Tambunan (phalawan kesiangan) yang mengaku wakil ketua DPD fraksi Golkar dan timses balon Bupati Yopi Arianto, pada dini hari tepatnya Kamis (07/10) dengan bahasa kotornya.

"Kita (kru media cetak, elektronik dan elemen LSM) dibilang Paruntungan Tambunan orangnya Yopi Arianto itu, binatang. Alamat tinggal Saya di Pekanbaru, ditanya dia. Karena dia dalam surat konfirmasi kita yang diterima mantan Bupati Inhu kemaren," kata Elyuss sambil memutar rekaman percakapan bahasa kebiadapan Paruntungan Tambunan dini hari tersebut kepada Wartawan.

Dalam bukti rekaman percakapan teror dan ancaman melalui via hendphon yang dilakukan Paruntungan Tambunan ketua tim pemenang balon Bupati Inhu, Yopi Arianto itu, Elyuss menyarankan oknum yang juga mengaku wakil ketua fraksi Golkar di Kabupaten Inhu lewat telepon sel ular tersebut sebaiknya menyampaikan hak bantah atau penjelasan kasus apa yang dia anggap merugikan nama baik mantan Bupati Inhu, Yopi Arianto dalam konfirmasi/klarifikasi tertulis yang diajukan tim media ini.

Sialnya, jawaban yang diterima justru semakin tak bersahabat.

"Banyak kali cerita kau lagi. Kau tinggal dimana di Pekanbaru. Kita pasti jumpa ya, ya, ya, anjing kalian. ku bilang sama kau, jangan macam-macam sama Saya, saya cari kalian besok di Pekanbaru...." ucapnya.
Tak terima dibilang binatang dan diancam, Elyuss balik mengatakan orang yang mengaku wakil ketua fraksi Golkar kubu Agus Laksono dan kubu Aburizal Bakri tersebut tak punya otak.

"Ah.., wakil ketua partai Golkar kaulah. Bicaramu pun kayak bicara orang mau berak saja. Kau ini dasar memang tak punya otak!" jawab Elyuss.

Eh..., spaning oknum mengaku wakil ketua fraksi Golkar di Kabupaten Inhu dan juga mengaku ketua tim pemenang Yopi Arianto itu makin naik. Dia mengatakan akan segera mencari keberadaan alamat tim investigasi gabungan dari LSM-KPK dan Media Berantas ini bersama Metroterkini

"Kalian tunggu ya.. Anjing...! pasti kami temukan dimana alamat kalian semuanya. Kami basmi kalian semuanya. Ini Paruntungan Tambunan S.sos. saya juga tinggal di Kulim Jalan Harmonis RT 03 RW 04 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru. Dan rumah saya di Inhu, di Pematang Reba depan penjara RT 03 RW 04 Kecamatan Rengat Barat Inhu. Kalau alamat saya di Jakarta, di Bintaro empat Kelurahan Mangga dua Jakarta Selatan. Biar tahu kamu, ," pungaksnya.

Merasa jadi pikiran, dan wajib menyampaikan persoalan yang ada khususnya menyangkut teror dan ancaman dari orang yang diduga pembunuh bayaran oleh oknum pejabat penting yang ada di Inhu tersebut, lalu Elyuss menghubungi Pemred Berantas, Tor0, Begitu prihal masalah dan ancaman dilaporkan, Pemred mengatakan," tanyakan sama Paruntungan Tambunan S.Sos itu, apa sudah disunat dia itu. Kalau belum, berarti otaknya yang kotor itu sama seperti itu juga. Atau bilang dia, kalau kau belum disunat Paruntungan Tambunan, biar disunat Toro kau, supaya otak kau yang tak beres itu biar beres. 

Dan bilang dengan dia, mengenai masalah surat konfirmasi/klarifikasi kami itu, tunggu aja reaksi nyata, sebab telepon bisa saja dari orang yang memperkeruh situasi. Sampai dimana pun kuhadapi. Suruh binatang itu telepon atau jumpai aku. Kasi nomor ku sama dia!"

Dugaan sementara, oknum mengaku dari wakil ketua fraksi Golkar di Kabupaten Inhu itu merasa keberatan perihal konfirmasi tertulis yang diterima para oknum koruptor kemaren itu, karena Paruntungan Tambunan ingin jadi phalawan kesiangan dan penjilat piring sisa makanan para pelaku korupsi yang disana.

“Kita tunggu aja reaksi dan tanggal main berikutnya. Kita sudah cukup bukti kok. Ngapain Paruntungan Tambunan yang tak bermoral itu di tanggapi, yang tak ada hubungannya dengan bukti-bukti kasus korupsi yang mengantarkan para oknum pejabat penting yang ada di Inhu itu ke balik jeruji besi.

Seperti diberitakan harianberantas bersama metroterkini dan pewartaindonesia.com baru-baru ini, Sekretaris Umum DPP Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM-KPK), Bowo NSL, menyebutkan, beberapa oknum pejabat penting Pemda Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau diduga terlibat dugaan tindak pidana berjamaah dana Hibah/Bansos Tahun 2014-2015. 

Diduga akibat penyelewengan Bansos/Hibah itu telah merugikan Keuangan Negara hingga puluhan miliar.
"Di dalam kasus dugaan korupsi berjamaah di Kabupaten Inhu, terkesan melibatkan sejumlah pejabat penting yang ada di Inhu,” ungkap Bowo.

Dikatakan, berdasarkan laporan hasil audit BPKP Perwakilan Provinsi Riau, ditemukan adanya indikasi pelanggaran hukum. Sebab, pada pengelolaan dana hibah/ bansos tersebut diduga dilakukan sejumlah pejabat penting Pemda Indragiri Hulu.

Lanjutnya, beberapa bulan silam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menganjurkan kepada pihaknya, untuk  melaporkan dugaan kasus korupsi tersebut secara resmi. Namun lantaran masih tahap pengumpulan bukti-bukti.

Untuk itu, lanjut Bowo NSL, timnya telah melayangkan klarifikasi tertulis resmi ke sejumlah pejabat penting di Kabupaten Inhu yang diduga kuat ikut serta menikmati dana hibah/bansos fiktif, Senin (05/10/15).
"Kami sekedar untuk mengklarifikasi sejumlah data bansos/hibah fiktif itu ke pejabat penting di Indragiri Hulu. Karena didalam kasus korupsi bansos tersebut terindikasi banyak melibatkan keluarga mantan Bupati Yopi Arianto dan pejabat penting lainnya di Pemdakab Inhu," tegasnya 

Berikut dugaan penyimpangan dana hibah/bansos yang terjadi:

Bahwa bukti belanja Hibah kepada BKMT (siluman) pada tahun 2013 senilai Rp.1. 200.000,000,- dan selanjutnya pada tahun 2014 sebesar Rp.1. 200.000,000,- (2), Belanja Hibah kepada Dekranasda (siluman) pada tahun 2012 senilai Rp. 200.000,000,-  pada tahun 2013 sebesar Rp.200.000,000,- dan pada tahun 2014 sebesar Rp. 100.000,000,- (3), Belanja hibah kepada Dewan Kesenian Inhu (siluman) pada tahun 2012 senilai Rp. 200. 000,000,- tahun 2013 sebesar Rp.100.000,000, dan pada tahun 2014 sebesar Rp.1.100.000,000,- (4), belanja hibah kepada Dharmawanita Kabupaten pada tahun 2012 senilai Rp. 300.000,000,- pada tahun 2013 sebesar Rp.100.000,000,- pada tahun berikutnya yaitu tahun 2014, sebesar Rp. 525.000.000, (5), belanja hibah kepada Paguyuban Keluarga Jawa (PKJ) (siluman) tanpa bahan proposal senilai Rp. 500. 000,000, (6), Belanja hibah kepada KPA (siluman) tanpa bahan proposal Rp. 100.000, 000,- (7) Belanja hibah kepada KNPI tanpa bahan proposal senilai Rp. 100. 000,000,- 

Selanjutnya, belanja hibah kepada Komisi Perlindungan tanpa bahan proposal (siluman) pada tahun 2015 senilai Rp. 200.000,000, belanja hibah kepada Kejaksaan Negeri Rengat tanpa bahan proposal (siluman) senilai Rp. 100.000,000,- belanja hibah kepada Palang Merah Indonesia (PMI) yang dibuat setelah terbitnya rekomendasi daftar penerima hibah dari tim verivikasi atau telah melewati batas waktu (siluman) senilai Rp. 450.000,000,- belanja hibah kepada Badan Narkoba Nasional (BNN) yang dibuat setelah terbitnya rekomendasi daftar penerima hibah dari tim verivikasi atau telah melewati batas waktu senilai Rp. 100.000,000, belanja hibah kepada Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Inhu yang dibuat setelah terbitnya rekomendasi daftar penerima hibah dari tim verivikasi atau telah melewati batas waktu senilai Rp. 100.000,000,- belanja hibah kepada Karya Bakti TNI yang dibuat setelah terbitnya rekomendasi daftar penerima hibah dari tim verivikasi atau telah melewati batas waktu senilai Rp. 150.000,000,-  

Belanja hibah kepada Yayasan Ma’rifatul yang dibuat setelah terbitnya rekomendasi daftar penerima hibah dari tim verivikasi senilai Rp. 100.000,000, belanja hibah kepada Masjid Al-Ihsan yang dibuat setelah terbitnya rekomendasi daftar penerima hibah dari tim verivikasi senilai Rp.65.000,000,- belanja hibah kepada Masjid Mukhlisin yang dibuat setelah terbitnya rekomendasi daftar penerima hibah dari tim verivikasi Rp. 65.000,000,- 

Belanja hibah kepada Masjid Al-Taqwa yang dibuat setelah terbitnya rekomendasi daftar penerima hibah dari tim verivikasi Rp. 65.000,000,- belanja hibah kepada Masjid Rhadatul Ulum yang dibuat setelah terbitnya rekomendasi daftar penerima hibah dari tim verivikasi senilai Rp. 65.000,000,

Kemudian, belanja hibah kepada instansi vertikal yang tidak sesuai mekanisme pemberian hibah pada dinas PU INHU tahun 2015 sebesar Rp. 63.185.856.000,- dan bukti kegiat di DPA tahun 2015 yang tidak direncanakan pada RKPD pada tahun 2015 pada dinas PU Rp.40.294.933.000, pekerjaan yang dianggarkan sesuai bukti dalam DPA tahun 2015 yang tidak direncanakan di RKPD tahun 2015 pada dinas Pendidikan Rp. 69. 410.795.750,- kegiatan/pekerjaan yang dianggarkan di DPA tahun 2015 yang tidak direncanakan di RKPD tahun 2015 pada dinas Perkebunan Rp.14.942.439.550,- pemberian dana hibah yang tidak merata, karena pemberiannya dilakukan secara terus menerus kepada lembaga yang sama, dan masih banyak yang lainnya.

SKALA PRIORITAS TERLIBAT: 

1. Mantan Bupati Indragiri Hulu
2. Sekretaris Daerah (Sekda) Indragiri Hulu
3. Kuasa bendahara umum,
4. Asisten Praja (I) Inhu
5. Asisten Ekonomi & Pembangunan 
6. Asisten Administrasi  
7. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) 
8. Kepala Inspektorat Inhu
9. Kepala Sekretaris Bapemdes Inhu
10. Kepala Bidang SDM Dinas Perkebunan Inhu 
11. Kepala Dinas Perkebunan Inhu
12. Kepala Dinas Pendidikan Inhu dan masih banyak yang lainnya termasuk orang tua dan isteri dari para oknum pejabat yang diduga turut terlibat dalam kasus korupsi uang haram di Inhu

Masyarakat Inhu, yakin kasus korupsi dana APBD dan dana hibah/bansos di Indragiri Hulu akan berujung di meja hijau. Ulasan berita ini selanjutnya, simak berita koran Berantas pada edisi mendatang ini. ***Pan/Is***

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas