Headlines News :
Home » , , » Pengadaan Truck Trailler di Dinas PU Bengkalis TA, 2015 senilai Rp1,1 Miliar Bermasalah

Pengadaan Truck Trailler di Dinas PU Bengkalis TA, 2015 senilai Rp1,1 Miliar Bermasalah

Written By Harian Berantas on Thursday, October 29, 2015 | 12:35:00 PM

Sekum LSM KPK: Harga Truck Trailler Di Korupsi


HARIANBERANTAS, BENGKALIS - Korupsi di SKPD Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus bermunculan di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Kasus terbaru menyangkut pengadaan  truck trailler pada tahun anggaran 2015 senilai Rp1.155.000.000,00, untuk pengangkut alat-alat berat. Dugaan penyelewengan uang negara itu merupakan kasus keempat yang mengemuka dilingkup Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis lima tahun terakhir. 


Persoalan hukum atas dugaan tindak pidana korupsi pengadaan truck trailler itu merebak, berawal dari hasil tim investigasi media massa dan aktifis anti korupsi dari LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM-KPK) tanggal 21-29 Oktober 2015 dilapangan.

Dewan Pimpinan Pusat LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (DPP LSM-KPK) menilai harga pengadaan 1 unit pengadaan  truck trailler pengangkut alat-alat berat di Dinas PU Bengkalis tidak wajar.‎ Hal itu diungkapkan Sekretaris Umum LSM KPK, B Naso.

Naso menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penelusuran tim investigasinya dilapangan, diketahui harga satuan truck trailler sesuai dengan spesifikasi barang yang dibeli oleh rekanan pengadaan barang/jasa Pacivica Wildan Hutama, hanya sekitar Rp750 juta per unit.

"Kalau truck trailler ini kalau kita pergi ke distributor penjual barang spesifikasi itu paling tinggi Rp750 juta atau Rp800 juta. Itu proyeknya senilai Rp1. 155.000.000,00,- atau Rp1,1 miliar. belum lagi diskon harga, kata Naso di Pekanbaru-Riau, Rabu (29/10/2015)

Hal ini yang mendorong kami untuk melaporkan kasus dugaan mark up anggaran truck trailler itu ke pihak Kepolisian dan Kejaksaan dalam waktu  ini, ujar Naso.

Kemudian lanjut Naso, truck trailler pengangkut alat-alat berat di Dinas PU  Bengkalis itu sekarang, sangat tidak sesuai dengan kondisi ruas badan jalan yang ada di Kota Kabupaten Bengkalis dan sekitarnya.

Sebab kondisi truck trailler yang sedang diinapkan oleh perusahaan Pacivica Wildan Hutama itu di parkiran dinas PU Kabupaten Bengkalis, memiliki ukuran panjang 15 meter dan berat kosong mencapai 15 ton. 

Sebab setiap kendaraan yang kapasitas tonasenya lebih dari 9 ton, dilarang beroperasi diwilayah kota Kabupaten Bengkalis dan sekitarnya.

“Artinya, dengan kapasitas truck trailler seberat itu, sangat berbahaya serta melanggar aturan ketentuan muatan undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang angkutan lalu lintas jalan raya” tegas Naso.

Kuasa Pengguna Anggaran atau KPA, H. Ngawidi yang ditemui Wartawan di work shop alat berat di Jl. Pramuka, Bengkalis, Kamis (29/10) sore mengatakan,  truck trailler pengangkut alat-alat berat itu sudah sesuai dengan speck-nya, kata Ngawidi. 

Ketika ditanya Wartawan, apakah kapasitas truck trailler seberat 15 ton yang memiliki panjang 11,80 meter dan lebar 220 cm tersebut layak untuk kondisi jalan diseluruh kota Kabupaten Bengkalis? “Itu sudah layak. Sebab truck tariller itu, bukan setiap waktu dipakai untuk beroperasi, dan lagi supirnya orang yang sudah handal” ujar Ngawidi.

Rekanan kontraktor pelaksana, Andi, dari  perusahaan Pacivica Wildan Hutama ketika dikonfirmasi lewat telepon, Kamis (29/10/15) malam mengatakan, “Kalau saya intinya, kalau misalnya ada pengumuman pemenang, ya saya nawar. Itu aja sih. kalau memang peruntungkanya itu, ya masuk ke dinasnya gimana. Kan permintaannya dari dinas. Kalau masalah besar nilai anggarannya itu tadi, sama pak Ngawidi di PU Bengkalis saja ditanya, kata Andi.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Brigjen Dolly Bambang Hermawan saat dihubungi situs ini melalui Kasubdit III Tipikor, AKBP Wahyu Kuncoro Sik, belum bisa dihubungi. Karena nomor seluler yang biasa dihubungi tak aktif. Akan tetapi, terkait pengadaan truck trailler pengangkut alat-alat berat di SKPD dinas PU Bengkalis yang disinyalir kemajuan realisasi keuangan tidak sesuai dengan volume fisik yang sebenarnya, ikuti sajian informasi berita media ini pada edisi-edisi mendatang hingga adanya perhatian khusus dari pihak berwajib. (Nanang)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas