Headlines News :
Home » , , , » Pejabat Inhu Diduga Terlibat Korupsi Berjamaah Soal Bansos 2014-2015, LSM KPK Kirim Surat ke Sejumlah Pejabat

Pejabat Inhu Diduga Terlibat Korupsi Berjamaah Soal Bansos 2014-2015, LSM KPK Kirim Surat ke Sejumlah Pejabat

Written By Harian Berantas on Sunday, October 4, 2015 | 7:42:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Sekretaris Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM-KPK), Bowo NSL, menyebutkan pejabat penting Pemda Indragiri Hulu Provinsi Riau diduga terlibat dugaan tindak pidana berjamaah dana Hibah/Bansos tahun 2014-2015 puluhan miliar. 

Ketua Umum LSM KPK, Toro, saat di kantor Komisi Pemberantasan -
Korupsi pulerbeberapa waktu lalu

Bansos/Hibah Inhu yang diduga telah merugikan keuangan negara mencapai Rp.47 miliar dari APBD 2014 dan 2015.

Menurut Bowo NSL, kepada Wartawan di Pekanbaru, Minggu (04/10/15) siang  menyampaikan, berdasarkan laporan hasil korupsi bidang APBD dan Hibah/ Bansos tahun 2014/2015 yang dilakukan oleh BPKP Perwakilan Provinsi Riau, menemukan adanya pelanggaran hukum pada pengelolaan hibah/bansos yang diduga sengaja dilakukan oleh sejumlah pejabat penting Pemda Indragiri Hulu Provinsi Riau.

Selain itu, kata Bowo NSL, besok Senin (05/10/15) pihaknya akan melayangkan surat klarifikasi resmi kepada sejumlah pejabat penting di Kabupaten Inhu yang diduga ikut serta menggorgoti dana Hibah/Bansos fiktif tersebut.

"Kami sekedar untuk mengklarifikasi sejumlah data bansos/hibah fiktif itu ke pejabat penting di Indragiri Hulu. Karena didalam kasus korupsi Bansos tersebut terindikasi banyak melibatkan keluarga mantan Bupati Yopi Arianto dan pejabat penting lainnya di Pemdakab Inhu," tegas Bowo NSL sambil menyebut bahwa keberadaan wadah Ormas, LSM, Okp dan lain sebagainya itu banyak yang tak jelas alias fiktif.

Beberapa bulan lalu, lanjutnya, bukti dokumen atas kasus dugaan korupsi dana Hibah/ Bansos Inhu itu sudah diminta oleh Komisi Pemberantas Korupsi untuk dilaporkan secara resmi.

Namun berhubung tim investigasi dari pihak lembaga kita (LSM-KPK) masih dalam tahap pengumpulan bukti-bukti lainnya ketika itu, kasus korupsi berjamaah tersebut yang masih dalam telaah kita selanjutnya belum dilaporkan ke Presiden RI, KPK, Jaksa Agung dan Mabes Polri.

"Di dalam kasus dugaan korupsi berjamaah di Kabupaten Inhu, terkesan melibatkan sejumlah pejabat penting yang ada di Inhu yakni, mantan Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) Indragiri Hulu, Asisten Praja (I), Asisten Ekonomi & Pembangunan (II), Asisten Administrasi (III), Kepala Bagian (Kabag) Keuangan, Kepala Inspektorat, Sekretaris Bapemdes Inhu, Kepala Bidang SDM Dinas Perkebunan Inhu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Inhu dan kroni lainnya," ungkap Bowo. ***Ismail***

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas